• Nasional & Opini
    • Politik
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • HanKam
    • Daerah
    • Kesehatan
    • Edukasi
    • Opini
    • English Version
  • World
    • Economy
    • Politic
    • Law
    • Culture
    • Islam
    • Freedom for Palestine
    • Umra & Hajj
    • Tourism
  • Ekonomi
    • Bisnis & Wirausaha
    • Common
    • Islami
    • Property
    • CSR
  • Nusantara
    • Metro
    • Urban
    • Guru Kita
    • Prestasi
    • Profil Perubahan
    • Wisata
  • Healtech
    • Hidup Sehat
    • Riset
    • Teknologi
    • Gadget
  • Auto-Sport & Hobby
    • Aneka Olah Raga
    • Sepeda
    • Golf
    • Auto
    • Fauna & Flora Care
  • Change
    • Motivasi
    • Entrepreneurship
    • Pensiun Sehat
  • Syar’i
    • Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
    • Muslim Fashion
    • Harmoni Keluarga
    • Griya Harmoni
    • Psikologi
    • Masjid & Activity
  • People & Activity
    • Figure
    • Community
    • Society
    • Social
    • Event
    • Podcast Ladders to be Leaders
  • KAMU KUAT!
    • Kanal Kamu Kuat
    • Podcast KAMU KUAT
  • Youth
    • Smart Teens
    • Students
    • School Story
    • Campuss Story
    • Millennial
  • Kuliner
    • Resto
    • Kaki Lima
    • Resep
  • City Jour & Video
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home World Islam

Bisyarah Rasulullah SAW dan Takluknya Konstantinopel di Tangan Muhammad Al-Fatih

by Ave Rosa
24 September 2021 | 21:18 WIB
in Islam
Reading Time: 4 mins read
A A
Bisyarah Rasulullah SAW dan Takluknya Konstantinopel di Tangan Muhammad Al-Fatih

Sultan Muhammad Al Fatih. Screenshot film Fetih. avesiar.com

Avesiar.com

Mendengar nama Sultan Muhammad Al-Fatih, tentu akan terbayang sebuah kisah perjuangan Islam dan kepahlawanan sejati. Meskipun telah berhasil menaklukkan sebuah kota yang selama berabad-abad sulit ditaklukkan dan penduduknya mayoritas non-Muslim, namun setelah penaklukannya, Sultan Muhammad Al-Fatih menunjukkan kemuliaan Islam dengan memperlakukannya secara manusiawi dan adil.

Bisyarah atau kabar gembira dari Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam merupakan hal yang menjadi pemicu semangat kaum Muslim untuk terus berjuang di jalan Allah. Karena kabar gembira tersebut bersumber dari wahyu ilahi sehingga seluruh janji Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam itu pasti akan terjadi. Hal itulah yang membuat kaum muslimin bersemangat untuk merealisasikannya.

Salah satu bisyarah yang dapat menginspirasi setiap muslim adalah bisyarah Rasulullah yang disampakan oleh Abdullah bin Amru pada shahabat :

Abdullah bin Amru bin Al-Ash berkata, “bahwa ketika kami duduk di sekeliling Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam untuk menulis, tiba – tiba beliau Shallallahu ‘Alaihi Wasallam ditanya tentang kota manakah yang akan futuh terlebih dahulu, Konstantinopel atau Roma. Rasulullah SAW menjawab, “Kota Heraklius terlebih dahulu (maksudnya Konstantinopel) (HR Ahmad di shahihkan oleh Al Hakim Adzahabi dan Al Albani).

Rasulullah ditanya oleh salah seorang sahabat. ”Ya Rasul, mana yang lebih dahulu jatuh ke tangan kaum Muslimin, Konstantinopel atau Romawi?” Nabi menjawab,”Kota Heraklius (Konstantinopel). (HR Ahmad, Ad-Darimi, Al-Hakim).

Sultan Mehmed II menjadi jawaban dari bisyarah Rasulullah yang tertera pada hadistnya. “Kota Konstantinopel akan jatuh ke tangan Islam. Pemimpin yang menaklukkannya adalah sebaik-baik pemimpin dan pasukan yang berada di bawah komandonya adalah sebaik-baik pasukan.” (HR Ahmad bin Hanval Al Musnad).

Kalian pasti akan membebaskan Konstantinopel, sehebat-hebat Amir (panglima perang) adalah Amir-nya dan sekuat-kuatnya pasukan adalah pasukannya (HR Ahmad)

Bacaan Terkait :

5 Panglima Perang Islam Terhebat di Medan Tempur

Load More

Perkataan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam inilah yang menjadi para Khalifah untuk melakukan futuhat, tercatat dalam sejarah bahwa Abu Ayyub al-Anshari (44 H) pada Khalifah Muawiyyah bin Abu Sufyan adalah orang yang pertama kali ingin merealisasikan janji Allah tersebut, namun karena kondisi fisik beliau tidak mampu memenuhinya, walaupun begitu, beliau meminta agar jasadnya dikuburkan di bawah kaki pasukan kaum muslim terdepan pada saat ekspedisi itu sebagai sebuah milestone bagi mujahid selanjutnya.

Lalu Khalifah Sulaiman bin Abdul Malik (98 H) pada masa Kekhalifahan Umayyah, Khalifah Harun al-Rasyid (190 H) masa Kekhalifahan Abasiyyah, Khalifah Beyazid I (796 H) masa Kekhalifahan Utsmanityyah, Khalifah Murad II (824 H) masa Kekhalifahan Utsmaniyyah juga tercatat dalam usaha penaklukan konstantinopel, tetapi karena satu dan lain hal, Allah belum mengizinkan kaum muslim memenangkan pertempuran itu.

Penaklukan Konstantinopel dimulai pada 6 April 1453 Masehi. Pasukan Utsmani di bawah pimpinan Al-Fatih berjumlah 150.000 pasukan dengan senjata-senjata raksasa seperti meriam Basilika yang dibuat dengan teknologi terbaru pada masa itu.

Selama penaklukan, Al-Fatih memiliki para penasihat dan ahli perang yang bisa diandalkan. Syeh Aaq Syamsudin, Halil Pasha, dan Zaghanos Pasha adalah tiga orang tepercaya Al-Fatih dalam melakukan penaklukan Konstantinopel. Pertempuran Konstantinopel 1453 berlangsung di darat, laut dan bawah tanah. Pertempuran darat terjadi di sekitar benteng Konstantinopel. Sedangkan pertempuran laut berlangsung di perairan Tanduk Emas. Selain itu, pertempuran bawah tanah dilakukan melalui penggalian terowongan dari pasukan Utsmani untuk meruntuhkan struktur benteng Konstantinopel. Penaklukan Konstantinopel tak kunjung menunjukkan hasil yang positif selama berminggu-minggu. Pasukan muslim masih belum mampu menerobos atau meruntuhkan benteng Konstantinopel.

Menjelang waktu Ashar pada 29 Mei 1453, atau tujuh abad kemudian, pasukan kekalifahan Utsmani dibawah komando Mehmed II, dikenal dengan panggilan Muhamad Al-Fatih, berhasil menaklukkan jantung peradaban Kristen terbesar itu.

Mirip Tembok Besar di China, kota Konstantinopel dinaungi benteng yang terbentang sejauh total 20 kilometer guna menghindari serangan musuh. Serangan pasukan Al-Fatih sudah dimulai sejak 6 April atau lebih dari sebulan sebelumnya tanpa hasil memuaskan. Tak mudah menundukkan Konstantinopel. Upaya penaklukan bahkan sudah dilakukan sejak tahun 44 Hijriah pada era Muawiyah bin Abu Sofyan.

Pasukan artileri Al-Fatih gagal menusuk dari sayap barat lantaran dihadang dua lapis benteng kukuh setinggi 10 meter. Mencoba mendobrak dari selatan Laut Marmara, pasukan laut Al-Fatih terganjal militansi tentara laut Genoa pimpinan Giustiniani. Sadarlah Al-Fatih, titik lemah Konstantinopel adalah sisi timur yakni selat sempit Golden Horn.

Selat ini dibentang rantai besar, memusykilkan armada kecil sekali pun untuk melewatinya. Tapi Al-Fatih saat itu usianya 23 tahun tak kehabisan akal. Ia menggusur kapal-kapalnya dari laut ke darat, demi menghindari rantai besar. Sebanyak 70 kapal digotong ramai-ramai ke sisi selat dalam waktu singkat pada malam hari. Inilah awal dari kejatuhan Konstantinopel yang fenomenal.

Dalam buku Bangkit Dan Runtuhnya Khilafah Utsmaniyah (2003) karya Ali Muhammad Ash-Shalabi, momen puncak dari penaklukan Konstantinopel terjadi ketika Al-Fatih memutuskan untuk memindahkan kapal perang Utsmani dengan jalur darat untuk menghindari rantai-rantai bawah laut yang dipasang oleh Byzantium Romawi. Hanya dalam semalam, sekitar 70 kapal bisa memasuki wilayah selat Golden Horn dan melakukan serangan secara total ke jantung pertahanan Konstantinopel. Pada 29 Mei 1453, Al-Fatih bersama pasukan Utsmani dapat menaklukan Konstantinopel secara keseluruhan.

Dengan strategi perang dari Al-Fatih yang menakjubkan tersebut, akhirnya benteng pertahanan kekaisaran Romawi Timur pun runtuh. Tembok yang diklaim sebagai simbol kekuatan Bizantium ini pun tak bersisa sehingga secara langsung kota ini jatuh ke tangan kaum muslimin.

Al-Fatih yang pada saat itu masih berusia 21 tahun akhirnya memasuki Kota Konstantinopel dan turun dari kudanya untuk melakukan sujud syukur. Setelah itu, Kota Konstantinopel resmi menjadi bagian daerah kekuasaan dari Kerajaan Ustmaniyah.

Pada masa kepemimpinannya, banyak terobosan yang dilakukan untuk memakmurkan kerajaan dan masyarakatnya melalui kecerdasannya. Selain itu, Sultan Mehmed II ini juga mendirikan bangunan yang penting seperti Masjid dengan jumlah lebih dari 300 bangunan, 57 sekolah, hingga 59 tempat pemandian.

Sejarah dari nama Istanbul pun tidak jauh dari perang yang dilakukan oleh el-Fatih ini. Setelah dapat menaklukkan benteng Konstantinopel, ia pun kemudian memasuki gereja terbesar di kota yang indah tersebut. Gereja Hagia Sophia yang merupakan tempat ibadah pada masa kekaisaran Bizantium kemudian diperintahkannya untuk dijadikan sebagai Masjid.

Tidak hanya itu, sebagai simbol kemenangan pasukan dan umat Islam, maka Kota Konstantinopel tersebut kemudian diganti menjadi Islambul yang memiliki arti “Negeri Islam”. Seiring waktu berlalu, Islambul akhirnya disebut dengan Kota Istanbul. (ave/dari berbagai sumber)

Tags: Al Fatih Penakluk KonstantinopelBisyarah Rasulullah SAW tentang penaklukan konstantinopelkejayaan islamTakluknya Konstantinopel di Tangan Muhammad Al-Fatih
ShareTweetSendShare
Previous Post

Azis Syamsuddin Tiba di Gedung KPK Setelah Dijemput Paksa

Next Post

Bekam Sebagai Pengobatan Syariah, Hadits, Penjelasan, Manfaat, dan Waktu

Mungkin Anda Juga Suka :

Turki Razia Besar-besaran anti-LGBT dan Menangkap Puluhan Anggota  Demi Kebaikan Negara

Turki Razia Besar-besaran anti-LGBT dan Menangkap Puluhan Anggota  Demi Kebaikan Negara

14 September 2026

...

Bertentangan dengan Imam Mazhab dan Mayoritas Ulama Ahlussunnah, Berikut 10 Pendapat Al-Albani yang Kontroversial

Bertentangan dengan Imam Mazhab dan Mayoritas Ulama Ahlussunnah, Berikut 10 Pendapat Al-Albani yang Kontroversial

10 September 2026

...

Pemakaman Pemimpin Iran Ali Khamenei Dihadiri Jutaan Orang dan Teriakan “Matilah Amerika dan Israel”

Pemakaman Pemimpin Iran Ali Khamenei Dihadiri Jutaan Orang dan Teriakan “Matilah Amerika dan Israel”

5 Juli 2026

...

Pernyataan Islamofobia Anggota Kongres AS Randy Fine “Menyukai Anjing Daripada Muslim” Membuatnya Diminta Mundur

Pernyataan Islamofobia Anggota Kongres AS Randy Fine “Menyukai Anjing Daripada Muslim” Membuatnya Diminta Mundur

17 Februari 2026

...

Mengenal Ahlussunnah wal Jama’ah Sebagai Mayoritas Umat Islam Sepanjang Masa dan Zaman

Mengenal Ahlussunnah wal Jama’ah Sebagai Mayoritas Umat Islam Sepanjang Masa dan Zaman

4 Desember 2025

...

Load More
Next Post
Bekam Sebagai Pengobatan Syariah, Hadits, Penjelasan, Manfaat, dan Waktu

Bekam Sebagai Pengobatan Syariah, Hadits, Penjelasan, Manfaat, dan Waktu

Membentuk Karakter Positif Anak Lewat 5 Prinsip Parenting

Membentuk Karakter Positif Anak Lewat 5 Prinsip Parenting

Discussion about this post

TERKINI

Iran Ancam Serang Kabel Internet Bawah Laut di Selat Hormuz serta Aset-aset AS dan Sekutu Jika Kembali Diserang

21 Oktober 2026

Gelombang Pertama Disusul Kedua Berangkat 11 April dan 26 April 2027, Kepulangan Jemaah Mulai 21 Mei

21 Oktober 2026

Penanganan Karhutla Harus Lebih Masif dan Terpadu, Prabowo Perintahkan Seluruh Unsur Terkait Gerak Cepat

20 Oktober 2026

Warga Prancis Demo dan 2.400 Ditangkap, Macron Kritik Tindakan Anarki

19 Oktober 2026

Pribadi Autentik atau Otentik Dilihat dari Karakter, Ciri-ciri, dan Mengenal Lawannya

18 Oktober 2026

Cara Mensucikan Ketika Tanpa Sengaja Memakan Daging Babi

17 Oktober 2026

Buka Kedutaan Besar di Al-Quds yang Diduduki, Iran Kecam Keras Kolombia

16 Oktober 2026

Pelantikan Jenderal Tandyo Budi Revita Sebagai KSAD dan Jenderal Maruli Simanjuntak Sebagai Wakil Panglima TNI

16 Oktober 2026

Pernyataan Sikap MUI, Pembatalan Konser Andrea Bocelli Simpatisan Israel di Indonesia Harus Dilakukan

16 Oktober 2026

Presiden Prabowo Tegaskan Swasembada Beras Perkuat Fondasi Ketahanan Pangan Nasional

15 Oktober 2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© 2017 Avesiar.com - All Rights Reserved

  • Nasional & Opini
    • Politik
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • HanKam
    • Daerah
    • Kesehatan
    • Edukasi
    • Opini
    • English Version
  • World
    • Economy
    • Politic
    • Law
    • Culture
    • Islam
    • Freedom for Palestine
    • Umra & Hajj
    • Tourism
  • Ekonomi
    • Bisnis & Wirausaha
    • Common
    • Islami
    • Property
    • CSR
  • Nusantara
    • Metro
    • Urban
    • Guru Kita
    • Prestasi
    • Profil Perubahan
    • Wisata
  • Healtech
    • Hidup Sehat
    • Riset
    • Teknologi
    • Gadget
  • Auto-Sport & Hobby
    • Aneka Olah Raga
    • Sepeda
    • Golf
    • Auto
    • Fauna & Flora Care
  • Change
    • Motivasi
    • Entrepreneurship
    • Pensiun Sehat
  • Syar’i
    • Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
    • Muslim Fashion
    • Harmoni Keluarga
    • Griya Harmoni
    • Psikologi
    • Masjid & Activity
  • People & Activity
    • Figure
    • Community
    • Society
    • Social
    • Event
    • Podcast Ladders to be Leaders
  • KAMU KUAT!
    • Kanal Kamu Kuat
    • Podcast KAMU KUAT
  • Youth
    • Smart Teens
    • Students
    • School Story
    • Campuss Story
    • Millennial
  • Kuliner
    • Resto
    • Kaki Lima
    • Resep
  • City Jour & Video