Avesiar – Jakarta
Dewan Keamanan PBB untuk pertama kalinya pada Senin (25/3/2024), setelah lebih dari lima bulan perang Israel tanpa henti di Gaza, menuntut gencatan senjata segera setelah Amerika Serikat, sekutu Israel yang memveto rancangan undang-undang sebelumnya, abstain.
Dikutip dari The New Arab, Senin (25/3/2024), mendapat tepuk tangan yang tidak biasa di Dewan Keamanan yang biasanya tenang, ke-14 anggota lainnya memberikan suara mendukung resolusi yang “menuntut gencatan senjata segera” untuk bulan suci Ramadhan yang sedang berlangsung.
Inti dari resolusi tersebut menyerukan agar gencatan senjata mengarah pada “gencatan senjata yang langgeng dan berkelanjutan” dan menuntut agar Hamas dan militan lainnya membebaskan sandera yang disandera pada 7 Oktober.
Pemungutan suara tersebut dilakukan ketika serangan udara Israel di Rafah dan wilayah lain di Jalur Gaza menewaskan puluhan orang pada hari Senin.
Sedangkan Amerika Serikat sebagai anggota tetap Dewan Keamanan dan pendukung utama Israel dengan tegas mendukung Israel, namun dengan semakin dalamnya krisis kemanusiaan di Gaza, Amerika Serikat telah mengurangi dukungannya terhadap Israel sampai batas tertentu.
Israel disebut oleh Badan PBB untuk Palestina mengatakan pada Minggu (24/3/2024), secara tegas melarang mereka memberikan bantuan di Gaza utara, di mana ancaman kelaparan paling tinggi.
Total korban tewas akibat serangan Israel yang tidak pandang bulu dan menghancurkan di wilayah tersebut mencapai 32.333 orang, sebagian besar adalah perempuan dan anak-anak, menurut Kementerian Kesehatan Gaza pada hari Minggu. (ard)













Discussion about this post