Avesiar – Jakarta
Perang Israel terhadap Gaza yang mencapai bulan keenam membuat hampir 100 ribu warga Israel turun ke jalan memprotes Benjamin Netanyahu pada Sabtu (6/4/2024).
Dikutip dari The Guardian, Ahad (7/4/2024), penyelenggara demontrasi menyebut sekitar 100 ribu orang berkumpul di persimpangan jalan Tel Aviv, tempat yang sejak protes massal menentang reformasi peradilan yang kontroversial tahun lalu berganti nama menjadi Lapangan Demokrasi,.
Para demonstran menuntut meneriakkan pengunduran diri perdana menteri Israel, karena perang di Gaza akan memasuki bulan ketujuh pada Ahad (7/4/2024). Mereka juga meneriakkan “pemilihan sekarang” untuk mengganti perdana menteri tersebut.
Dikutip dari The Guardian, unjuk rasa juga berlangsung di kota-kota lain, dipimpin oposisi Israel Yair Lapid yang mengambil bagian di Kfar Saba sebelum keberangkatannya untuk melakukan pembicaraan di Washington.
Bentrokan antara demontran dan polisi Israel terjadi di Tel Aviv yang menurut media Israel bahwa polisi menangkap satu pengunjuk rasa.
Presiden Isaac Herzog mengatakan Israel sedang berperang dalam “perang berdarah dan sulit”, katanya dalam sebuah pernyataan yang menandai setengah tahun konflik tersebut .
“Besok pukul 06.29, kita memperingati enam bulan sejak serangan teror yang kejam dan pembantaian yang mengerikan itu,” kata Herzog pada hari Sabtu, mengacu pada serangan Hamas pada tanggal 7 Oktober.
“Setengah tahun sejak kejahatan terhadap saudara perempuan dan laki-laki kita, terhadap negara kita, kejahatan terhadap kemanusiaan ini,” kata presiden, yang perannya sebagian besar bersifat seremonial. (ard)













Discussion about this post