Avesiar – Jakarta
Pemilu Bangladesh akan digelar pekan ini untuk pertama kalinya sejak penggulingan pemerintahan Sheikh Hasina pada tahun 2024, sekaligus menjadi pemilu pertama dalam beberapa tahun tanpa partai Awami League pimpinan Hasina.
Partai tersebut dilarang berpartisipasi setelah pemberontakan yang dipimpin mahasiswa yang mengakhiri pemerintahan Hasina selama 15 tahun. Di mana demontrasi tahun 2024 itu awalnya dipicu oleh penentangan terhadap kuota pekerjaan, meningkat menjadi kekerasan yang meluas, mengakibatkan lebih dari 1.400 kematian, sebagian besar di tangan pasukan keamanan.
Dikutip dari TRT World, Senin (9/2/2026), Pemilu tersebut berlangsung di tengah harapan akan reformasi, dengan para pemilih yang ingin mengatasi masalah seperti korupsi dan pengangguran yang melanda pemerintahan Awami League.
Dikritik karena taktik otoriterinya terhadap lawan politik, Hasina mengundurkan diri pada 5 Agustus 2024, dan melarikan diri ke India, di mana ia tetap berada dalam pengasingan.
Sebagai ganti perdana menteri, peraih Nobel Perdamaian Muhammad Yunus dilantik sebagai kepala pemerintahan sementara pada 8 Agustus 2024, dengan tugas memulihkan ketertiban dan menyelenggarakan pemilihan umum baru.
Polilik Bangladesh saat ini didominasi tiga pemain kunci yaitu;, Partai Nasionalis Bangladesh (BNP), Jamaat-e-Islami, dan Partai Warga Negara Nasional (NCP).
BNP, dipimpin oleh Tarique Rahman yang berusia 60 tahun Ia secara luas dipandang sebagai kandidat terdepan, memanfaatkan penentangannya terhadap pemerintahan Hasina di masa lalu. Ia juga dikenal sebagai Tarique Zia di Bangladesh, yang kembali dari pengasingan selama 17 tahun pada Desember tahun lalu, beberapa hari sebelum kematian ibunya, mantan Perdana Menteri Khaleda Zia.
Jamaat-e-Islami, di bawah kepemimpinan Shafiqur Rahman, telah melakukan perubahan citra, menekankan inklusivitas dan kesejahteraan untuk menarik basis yang lebih luas setelah dilarang berpolitik selama lebih dari satu dekade.
NCP, lahir dari gerakan mahasiswa 2024, memposisikan dirinya sebagai alternatif baru, berfokus pada perubahan yang digerakkan oleh kaum muda dan mencitrakan diri sebagai “pro-Bangladesh”.(ard)











Discussion about this post