Avesiar – Jakarta
Penangkapan setidaknya 60 orang karena dilaporkan merayakan atau menyatakan dukungan terhadap penculikan Presiden Venezuela Nicolas Maduro dilakukan pihak berwenang di Nikaragua, menurut sebuah kelompok pengawas hak asasi manusia dan media lokal, dilansir TRT World, Senin (12/1/2026).
Pemimpin negara tersebut, yaitu Presiden Daniel Ortega dan Wakil Presiden Rosario Murillo adalah sekutu setia Maduro, yang diculik oleh personel militer AS di Caracas Sabtu lalu, dan dibawa ke New York untuk menghadapi persidangan atas tuduhan narkoba dan senjata.
LSM Blue and White Monitoring, yang menyusun laporan pelanggaran hak asasi manusia di Nikaragua, dalam sebuah unggahan di X menyebut, sejak penangkapan Maduro dan istrinya Cilia Flores, setidaknya 60 penangkapan sewenang-wenang telah terjadi atas dugaan dukungan terhadap operasi tersebut.
Sementara itu, Presiden sementara Venezuela, Rodriguez, berjanji akan menghadapi ‘agresi’ AS melalui diplomasi.
Presiden sementara Venezuela mengatakan negaranya akan mengatasi “agresi” AS melalui diplomasi, seiring pemerintahnya mengumumkan langkah-langkah untuk memulihkan hubungan dengan Washington setelah penculikan Presiden Maduro.
Namun di sisi lain, Delcy Rodriguez mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa ia telah membahas “serangan serius, kriminal, ilegal, dan tidak sah” oleh pasukan AS yang menculik Nicolas Maduro pada 3 Januari, dalam pertemuan daring dengan para pemimpin dari Brasil, Kolombia, dan Spanyol.
“Saya menegaskan kembali bahwa Venezuela akan terus menghadapi agresi ini melalui jalur diplomatik,” katanya. (ard)











Discussion about this post