Avesiar – Jakarta
Larangan penggunaan media sosial bagi anak-anak di bawah usia 15 tahun, dengan alasan kekhawatiran atas menurunnya aktivitas fisik dan keterlibatan dalam hobi di kalangan anak muda, mendapatkan dukungan dari Perdana Menteri Finlandia Petteri Orpo, dilansir TRT World, Kamis (15/1/2026).
Pernyataan itu disampaikannya pada acara yang diselenggarakan oleh Komite Olimpiade Finlandia pada hari Rabu. Dilaporkan oleh penyiar publik YLE, Orpo mengatakan bahwa waktu penggunaan layar yang berlebihan berhubungan langsung dengan berkurangnya gerakan dan partisipasi dalam kegiatan rekreasi di kalangan anak-anak dan remaja.
“Waktu penggunaan layar berhubungan langsung dengan seberapa banyak anak-anak dan remaja kita bergerak dan terlibat dalam hobi,” kata Orpo, memperingatkan bahwa kurangnya aktivitas fisik di kalangan anak muda menjadi masalah yang semakin serius.
Perdana Menteri Finlandia menggambarkan tren tersebut sangat mengkhawatirkan. Ia menyebut bahwa media sosial telah muncul sebagai salah satu penghalang utama yang mencegah anak-anak untuk mengadopsi gaya hidup yang lebih sehat dan aktif.
Pernyataan Orpo muncul ketika beberapa negara mempertimbangkan peraturan yang lebih ketat tentang akses anak di bawah umur ke platform media sosial.
Baru-baru ini, Australia menjadi negara pertama yang memperkenalkan larangan nasional terhadap penggunaan media sosial bagi mereka yang berusia di bawah 16 tahun. Di sisi lain, rencana pembatasan untuk anak-anak di bawah 15 tahun tersebut juga akan diterapkan negara-negara Eropa seperti Norwegia dan Denmark. (ard)













Discussion about this post