Avesiar – Jakarta
Rasa cinta hadir di dalam sanubari setiap individu kepada individu lainnya berdasarkan hubungan yang terjalin.
Aspek kehidupan dibentuk salah satunya dengan jenis-jenis cinta yang dirasakan setiap orang. Memahami jenis cinta tersebut dapat membantu meningkatkan hubungan, kesehatan mental, dan harga diri.
Dikutip dari How Stuff Works, Senin (267/1/2026), berikut beberapa jenis cinta yang dirasakan setiap orang sesuai dengan hubungan yang terjalin.
1. Storge (Cinta Kekeluargaan)
Jenis cinta ini mengalir secara alami di antara anggota keluarga. Ini adalah jenis kasih sayang yang mungkin Anda rasakan untuk saudara kandung, anak, atau orang tua.
Storge tidak mencolok, tetapi mendasar. Ia tumbuh dari keakraban dan ikatan jangka panjang dan memainkan peran besar dalam rasa aman emosional kita.
2. Pragma (Cinta yang Abadi)
Pragma adalah tentang komitmen dan upaya jangka panjang. Pasangan suami istri yang tetap bersama selama beberapa dekade sering kali menjadi contoh cinta abadi ini. Ini melibatkan kesabaran, pengertian, dan kemampuan untuk tumbuh bersama orang lain dari waktu ke waktu.
Jenis cinta ini lebih dibangun berdasarkan kepraktisan daripada gairah.
3. Consummate Love (Cinta Sempurna)
Menurut psikolog Robert Sternberg, cinta sempurna mencakup ketiga komponen kunci: gairah, keintiman, dan komitmen. Ini jarang terjadi tetapi mewakili bentuk ideal dari hubungan romantis.
Cinta seperti itu membutuhkan usaha untuk dipertahankan — tetapi ketika seimbang, rasanya seperti cinta sejati.
4. Philautia (Cinta Diri)
Cinta diri bukanlah kesombongan; ini tentang menghargai diri sendiri dan mengenali nilai diri. Cinta diri yang sehat meningkatkan kesehatan mental dan membangun hubungan interpersonal yang lebih kuat.
Orang Yunani kuno melihat philautia sebagai hal penting untuk mencintai sesama manusia dengan baik.
5. Agape (Cinta Universal)
Agape adalah cinta tanpa pamrih dan tanpa syarat. Ini adalah cinta yang mungkin kita rasakan untuk kemanusiaan secara keseluruhan, kekuatan yang lebih tinggi, atau bahkan untuk orang asing.
Sering dikaitkan dengan tradisi spiritual, agape tidak meminta imbalan apa pun. Ia menekankan kasih sayang, empati, dan altruisme.
6. Philia (Cinta Kasih Sayang)
Sering disebut “cinta persaudaraan,” philia mengacu pada kasih sayang yang terjalin antara sahabat atau teman dekat.
Tidak seperti eros, philia bukan tentang romansa atau daya tarik seksual. Ini melibatkan perasaan loyalitas, nilai-nilai bersama, dan koneksi emosional. Para filsuf Yunani kuno melihatnya sebagai salah satu bentuk cinta manusia tertinggi.
7. Companionate Love (Cinta Persahabatan)
Bentuk ini memadukan kasih sayang dan komitmen. Ini umum terjadi dalam kemitraan jangka panjang di mana api cinta mungkin meredup tetapi ikatan tetap kuat. Cinta persahabatan tumbuh dari pengalaman bersama, rasa hormat timbal balik, dan waktu berkualitas.
8. Mania (Cinta Obsesif)
Ini adalah cinta yang dibawa ke ekstrem. Mania dapat melibatkan naik turunnya emosi, kecemburuan, dan fokus yang berlebihan pada objek kasih sayang. Ini bisa terasa seperti cinta sejati tetapi sering kali mencerminkan rasa tidak aman, harga diri rendah, atau masalah yang belum terselesaikan.
Dalam hubungan, cinta seperti itu bisa intens tetapi tidak sehat.
Namun demikian, ada beberapa jenis cinta yang tidak dikutip dari sumber asli karena mengarah pada cinta yang tidak sesuai norma. (put)










Discussion about this post