Avesiar – Jakarta
Idul Fitri di Gaza memang tidak sama dengan tahun-tahun sebelumnya. Gaza yang hancur akibat serangan zionis Israel yang membabi buta sejak 2 tahun lalu.
Dilansir The New Arab, Jum’at (20/3/2026), berdiri deretan tenda yang berjejal di kamp-kamp pengungsian yang kini tersebar di seluruh wilayah tersebut, sebagai pengganti rumah-rumah, taman-taman, dan jalanan yang ramai,.
Mirisnya, kamp-kamp ini menjadi rumah bagi lebih dari satu juta warga Palestina yang mengungsi akibat serangan pasukan Israel selama dua tahun. Hal itulah yang dijalani warga Palestina di Gaza pada hari pertama hari raya tersebut.
Hebatnya, warga Palestina melakukan segala yang mereka bisa untuk mempertahankan semangat hari raya. Banyak keluarga memakaikan anak-anak mereka pakaian baru apa pun yang mereka temukan, sementara para ibu membersihkan dan menghias tenda mereka untuk menciptakan suasana yang berbeda.
Kunjungan keluarga telah digantikan oleh pertemuan di depan tenda, di mana penduduk saling bertukar salam dalam suasana yang memadukan kegembiraan dengan kesedihan dan kehilangan.
Anak-anak Gaza berusaha menemukan kegembiraan saat mereka beradaptasi dengan kehancuran di sekitar mereka. Mereka berbagi momen kebahagiaan dengan bermain di ayunan darurat yang dipasang di beberapa sudut kamp. Mereka bergantian tertawa lepas, sementara yang lain bermain sepak bola atau berlari di lorong-lorong di antara tenda-tenda.
Semangat Idul Fitro dilakukan keluarga-keluarga dengan pergi keluar bersama anak-anak mereka untuk membeli minuman dingin dan permen dari kios-kios kecil. Terlepas dari harga yang tinggi dan kurangnya pilihan, momen-momen ini sekarang lebih penting dari sebelumnya.
Sebanyak lebih dari 72.000 orang tewas dan ratusan ribu kehilangan rumah mereka di Gaza. Di mana perayaan hari raya mungkin telah berubah, tetapi semangatnya tidak hilang.
Tawa seorang anak di ayunan darurat, dalam tekad seorang ibu untuk menghias tendanya, dan dalam upaya seorang ayah untuk membeli sepotong permen menjadi semangat menjalani Idul Fitri. Doa tulus untuk Gaza. (ard)













Discussion about this post