• Nasional & Opini
    • Politik
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • HanKam
    • Daerah
    • Kesehatan
    • Edukasi
    • Opini
    • English Version
  • World
    • Economy
    • Politic
    • Law
    • Culture
    • Islam
    • Freedom for Palestine
    • Umra & Hajj
    • Tourism
  • Ekonomi
    • Bisnis & Wirausaha
    • Common
    • Islami
    • Property
    • CSR
  • Nusantara
    • Metro
    • Urban
    • Guru Kita
    • Prestasi
    • Profil Perubahan
    • Wisata
  • Healtech
    • Hidup Sehat
    • Riset
    • Teknologi
    • Gadget
  • Auto-Sport & Hobby
    • Aneka Olah Raga
    • Sepeda
    • Golf
    • Auto
    • Fauna & Flora Care
  • Change
    • Motivasi
    • Entrepreneurship
    • Pensiun Sehat
  • Syar’i
    • Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
    • Muslim Fashion
    • Harmoni Keluarga
    • Griya Harmoni
    • Psikologi
    • Masjid & Activity
  • People & Activity
    • Figure
    • Community
    • Society
    • Social
    • Event
    • Podcast Ladders to be Leaders
  • KAMU KUAT!
    • Kanal Kamu Kuat
    • Podcast KAMU KUAT
  • Youth
    • Smart Teens
    • Students
    • School Story
    • Campuss Story
    • Millennial
  • Kuliner
    • Resto
    • Kaki Lima
    • Resep
  • City Jour & Video
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Ekonomi Islami

Sultan Hamid II: Tak Akan Kuberikan Tanah Palestina pada Yahudi Meskipun Sejengkal

by Avesiar
11 Mei 2020 | 21:47 WIB
in Islami, World
Reading Time: 2 mins read
A A
Sultan Hamid II: Tak Akan Kuberikan Tanah Palestina pada Yahudi Meskipun Sejengkal

Ustaz DR Miftah el-Banjary, pakar Ilmu Linguistik Arab dan Tafsir Al-Quran. Foto/Ist via sindonews

Ustaz DR Miftah el-Banjary
Pakar Ilmu Linguistik Arab dan Tafsir Alqur’an

Tahun 1882, Kesultanan Ottoman pernah mengeluarkan dekrit melarang warga Yahudi membangun pemukiman permanen di Palestina, sekaligus melarang izin imigrasi bagi pendatang baru Yahudi ke wilayah Palestina.

Berbagai upaya dilakukan oleh bangsa Yahudi demi mewujudkan ambisi mereka mendirikan Negara Israel Raya. Sultan Hamid II, Sultan ke-34 dari kekhalifahan Turki Utsmani yang berkuasa atas Palestina ketika itu, pernah dibujuk dan dirayu oleh Theodore Herzl seorang Yahudi militan melalui delegasinya seorang pendeta bernama Mousye Levi di tahun 1902.

Tujuannya agar sang Sultan berkenan menjual tanah pemukiman warga Palestina dengan orang-orang Yahudi. Paling tidak, mereka diberikan izin berimigrasi ke Palestina. Lantas mereka menawarkan beberapa penawaran dan kesepakatan kompensasi sebagai berikut:

1) Hadiah untuk sang Sultan pribadi sebanyak 150 juta Poundsterling.
2) Pelunasan utang kesultanan sebanyak 33 juta Poundsterling.
3) Dana pinjaman hibah tanpa bunga sebanyak 35 Poundsterling.
4) Bantuan pembangunan Kapal Induk Perang senilai 120 Frank.
5) Pendirian Universitas Ottoman di Palestina.

Apa jawaban sang Sultan ketika itu?

“Palestina bukan milikku, bukan pula milik kesultanan Ottoman. Tanah Palestina milik kaum muslimin. Tanah itu direbut dan dipertahankan dengan genangan darah.

Meski terpotong-potong tubuhku, selama aku masih hidup, itu lebih ringan daripada Palestina terlepas dari kesultananku. Aku tidak akan berikan tanah Palestina kepada Yahudi, meski sejengkal tanah sekalipun!

Bacaan Terkait :

Uang Curian Dikembalikan Secara Diam-diam, Hukum dan Penjelasannya

Iran Ancam Serang Kabel Internet Bawah Laut di Selat Hormuz serta Aset-aset AS dan Sekutu Jika Kembali Diserang

Gelombang Pertama Disusul Kedua Berangkat 11 April dan 26 April 2027, Kepulangan Jemaah Mulai 21 Mei

Penanganan Karhutla Harus Lebih Masif dan Terpadu, Prabowo Perintahkan Seluruh Unsur Terkait Gerak Cepat

Warga Prancis Demo dan 2.400 Ditangkap, Macron Kritik Tindakan Anarki

Pribadi Autentik atau Otentik Dilihat dari Karakter, Ciri-ciri, dan Mengenal Lawannya

Cara Mensucikan Ketika Tanpa Sengaja Memakan Daging Babi

Load More

Demi Allah aku bersumpah! Selama masih ada kesultanan Ottoman aku tidak akan mengizinkan orang Yahudi berada di Palestina. Kalian simpan saja uang kalian. Nanti jika Ottoman runtuh, boleh jadi kalian menguasai Palestina secara gratis. Pulanglah!”

Sesuai agenda utama Yahudi, maka hal pertama yang mereka lakukan adalah bagaimana caranya meruntuhkan tahta kesultanan Ottoman lebih dahulu agar tanah Palestina dengan mudah dikuasai.

Maka organisasi Zionis Yahudi Internasional mulai mengelola isu-isu sentral, seperti isu disintegrasi dan human right, igaleterian atas nama memperjuangkan nasionalisme Turki menjadi negara Turki Sekuler modern yang diakui negara-negara Uni-Eropa.

Orang-orang Yahudi, akhirnya menggunakan orang-orang Turki sendiri seperti Mustafa Kemal at-Taturk untuk merongrong dan meruntuhkan Dinasti Kesultanan Ottoman dari dalam untuk menjadikannya sebagai negara Republik Turki seperti sekarang ini.

Akhirnya, Sultan Hamid II dijatuhkan dari tahtanya pasca Revolusi Turki Muda di tahun 1908 dan resmi dilengserkan di tahun 1909. Maka sejak saat itulah, Kesultanan Islam terbesar di dalam sejarah peradaban Islam pun berakhir di tahun 1924.

Setelah perang dunia II, Inggris menguasai Palestina, kemudian Inggris menyerahkan penguasaan pada Zionis Israel, dikokohkan pula oleh keputusan negara-negara Eropa di PBB. Lengkaplah sudah!

Di tahun 1948, berdirilah negara Israel Raya di atas negara Palestina. Sejak itulah, warga muslim Palestina terjajah di atas negaranya sendiri.

Kebetulan persoalan berdirinya Israel Raya sebagai Negara, menjadi mata kuliah kami dulu di Cairo. Jadi, kami mempelajari kronologis sejarah secara detail dalam penguasaan satu semester.

Walhasil, pesan sejarahnya bahwa derita saudara kita di Palestina hari ini, berawal ketika pemimpin yang adil ditumbangkan dan digantikan oleh pemimpin yang hanya menjadi antek dan pengkhianat bangsanya sendiri. Dari sini kita perlu belajar pada sejarah!

Semoga saja lahir pemimpin muslim sehebat Sultan Hamid II yang tidak tergiur menggadaikan kedaulatan negerinya demi kepentingan uang dan jabatan. Insya Allah!

(ave/sindonews)

ShareTweetSendShare
Previous Post

Corona Berkepanjangan, Warga Kelas Menengah Terancam Jatuh Miskin

Next Post

Markas Dekat Klaster Bethel, Anggota FPI Tak Ada yang Positif Corona, Ini Rahasianya

Mungkin Anda Juga Suka :

Iran Ancam Serang Kabel Internet Bawah Laut di Selat Hormuz serta Aset-aset AS dan Sekutu Jika Kembali Diserang

Iran Ancam Serang Kabel Internet Bawah Laut di Selat Hormuz serta Aset-aset AS dan Sekutu Jika Kembali Diserang

21 Oktober 2026

...

Gelombang Pertama Disusul Kedua Berangkat 11 April dan 26 April 2027, Kepulangan Jemaah Mulai 21 Mei

Gelombang Pertama Disusul Kedua Berangkat 11 April dan 26 April 2027, Kepulangan Jemaah Mulai 21 Mei

21 Oktober 2026

...

Warga Prancis Demo dan 2.400 Ditangkap, Macron Kritik Tindakan Anarki

Warga Prancis Demo dan 2.400 Ditangkap, Macron Kritik Tindakan Anarki

19 Oktober 2026

...

Buka Kedutaan Besar di Al-Quds yang Diduduki, Iran Kecam Keras Kolombia

Buka Kedutaan Besar di Al-Quds yang Diduduki, Iran Kecam Keras Kolombia

16 Oktober 2026

...

Remitansi Mesir Mencapai Rekor 33,9 Miliar Dolar Saat Perang Timur Tengah Berlangsung

Remitansi Mesir Mencapai Rekor 33,9 Miliar Dolar Saat Perang Timur Tengah Berlangsung

14 Oktober 2026

...

Load More
Next Post
Markas Dekat Klaster Bethel, Anggota FPI Tak Ada yang Positif Corona, Ini Rahasianya

Markas Dekat Klaster Bethel, Anggota FPI Tak Ada yang Positif Corona, Ini Rahasianya

Fadli Zon: Kenapa Tidak Ada Ucapan Duka Cita Jokowi untuk Jenderal Djoko Santoso?

Fadli Zon: Kenapa Tidak Ada Ucapan Duka Cita Jokowi untuk Jenderal Djoko Santoso?

Discussion about this post

TERKINI

Uang Curian Dikembalikan Secara Diam-diam, Hukum dan Penjelasannya

22 Oktober 2026

Iran Ancam Serang Kabel Internet Bawah Laut di Selat Hormuz serta Aset-aset AS dan Sekutu Jika Kembali Diserang

21 Oktober 2026

Gelombang Pertama Disusul Kedua Berangkat 11 April dan 26 April 2027, Kepulangan Jemaah Mulai 21 Mei

21 Oktober 2026

Penanganan Karhutla Harus Lebih Masif dan Terpadu, Prabowo Perintahkan Seluruh Unsur Terkait Gerak Cepat

20 Oktober 2026

Warga Prancis Demo dan 2.400 Ditangkap, Macron Kritik Tindakan Anarki

19 Oktober 2026

Pribadi Autentik atau Otentik Dilihat dari Karakter, Ciri-ciri, dan Mengenal Lawannya

18 Oktober 2026

Cara Mensucikan Ketika Tanpa Sengaja Memakan Daging Babi

17 Oktober 2026

Buka Kedutaan Besar di Al-Quds yang Diduduki, Iran Kecam Keras Kolombia

16 Oktober 2026

Pelantikan Jenderal Tandyo Budi Revita Sebagai KSAD dan Jenderal Maruli Simanjuntak Sebagai Wakil Panglima TNI

16 Oktober 2026

Pernyataan Sikap MUI, Pembatalan Konser Andrea Bocelli Simpatisan Israel di Indonesia Harus Dilakukan

16 Oktober 2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© 2017 Avesiar.com - All Rights Reserved

  • Nasional & Opini
    • Politik
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • HanKam
    • Daerah
    • Kesehatan
    • Edukasi
    • Opini
    • English Version
  • World
    • Economy
    • Politic
    • Law
    • Culture
    • Islam
    • Freedom for Palestine
    • Umra & Hajj
    • Tourism
  • Ekonomi
    • Bisnis & Wirausaha
    • Common
    • Islami
    • Property
    • CSR
  • Nusantara
    • Metro
    • Urban
    • Guru Kita
    • Prestasi
    • Profil Perubahan
    • Wisata
  • Healtech
    • Hidup Sehat
    • Riset
    • Teknologi
    • Gadget
  • Auto-Sport & Hobby
    • Aneka Olah Raga
    • Sepeda
    • Golf
    • Auto
    • Fauna & Flora Care
  • Change
    • Motivasi
    • Entrepreneurship
    • Pensiun Sehat
  • Syar’i
    • Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
    • Muslim Fashion
    • Harmoni Keluarga
    • Griya Harmoni
    • Psikologi
    • Masjid & Activity
  • People & Activity
    • Figure
    • Community
    • Society
    • Social
    • Event
    • Podcast Ladders to be Leaders
  • KAMU KUAT!
    • Kanal Kamu Kuat
    • Podcast KAMU KUAT
  • Youth
    • Smart Teens
    • Students
    • School Story
    • Campuss Story
    • Millennial
  • Kuliner
    • Resto
    • Kaki Lima
    • Resep
  • City Jour & Video