• Nasional & Opini
    • Politik
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • HanKam
    • Daerah
    • Kesehatan
    • Edukasi
    • Opini
    • English Version
  • World
    • Economy
    • Politic
    • Law
    • Culture
    • Islam
    • Freedom for Palestine
    • Umra & Hajj
    • Tourism
  • Ekonomi
    • Bisnis & Wirausaha
    • Common
    • Islami
    • Property
    • CSR
  • Nusantara
    • Metro
    • Urban
    • Guru Kita
    • Prestasi
    • Profil Perubahan
    • Wisata
  • Healtech
    • Hidup Sehat
    • Riset
    • Teknologi
    • Gadget
  • Auto-Sport & Hobby
    • Aneka Olah Raga
    • Sepeda
    • Golf
    • Auto
    • Fauna & Flora Care
  • Change
    • Motivasi
    • Entrepreneurship
    • Pensiun Sehat
  • Syar’i
    • Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
    • Muslim Fashion
    • Harmoni Keluarga
    • Griya Harmoni
    • Psikologi
    • Masjid & Activity
  • People & Activity
    • Figure
    • Community
    • Society
    • Social
    • Event
    • Podcast Ladders to be Leaders
  • KAMU KUAT
    • Podcast KAMU KUAT
  • Youth
    • Smart Teens
    • Students
    • School Story
    • Campuss Story
    • Millennial
  • Kuliner
    • Resto
    • Kaki Lima
    • Resep
  • City Jour & Video
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home World

Kelaparan, Warga di Madagaskar Terpaksa Makan Belalang-Kaktus

by Avesiar
26 Agustus 2021 | 22:10 WIB
in World
Reading Time: 2 mins read
A A
Kelaparan, Warga di Madagaskar Terpaksa Makan Belalang-Kaktus

Ilustrasi kekeringan Afrika. (Foto: AFP PHOTO/Rodger BOSCH) via cnnindonesia

Avesiar – Madagaskar

Warga Madagaskar, termasuk anak-anak, terpaksa memakan serangga seperti belalang hingga daun kaktus akibat wabah kelaparan yang memburuk akibat perubahan iklim.


Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Urusan Pangan (WFP) memperkirakan sekitar 30 ribu warga negara pulau itu mengalami tingkat kerawanan pangan tertinggi.

Jumlah itu, kata WFP, akan terus bertambah dalam beberapa bulan mendatang.

Selatan Madagaskar mengalami kekeringan terburuk dalam empat dekade terakhir hingga memaksa ribuan penduduk di wilayah itu meninggalkan rumah mereka untuk mencari makanan.

Meski begitu, masih banyak warga di selatan Madagaskar yang berusaha bertahan dan mencari cara ekstrem untuk bertahan hidup di wilayah tandus tersebut mulai dari memakan serangga hingga daun kaktus.

Tamiry, salah satu warga di selatan Madagaskar, tinggal bersama ketiga anaknya yakni Trovelo (12), Mbahomamy (6), dan Manenjina (4) di Fandiova, salah satu desa paling terdampak kekeringan.

Untuk mengatasi kekurangan pangan dan kelaparan ekstrem keluarga Tamiry dan penduduk sekitar memakan belalang, daun kaktus, hingga tanaman lainnya yang disebut ‘faux mimosa’ yang biasa diberikan pada hewan ternak.

Bacaan Terkait :

No Content Available
Load More

“Di pagi hari, saya menyiapkan sepiring serangga ini belalang). Saya membersihkannya sebaik mungkin karena hampir tidak ada air,” kata Tamiry seperti dikutip The Independent pada Rabu (25/8).

Tamiry menuturkan sudah delapan bulan ia dan anak-anaknya memakan seranga dan tumbuhan seperti itu.

“Karena tidak ada lagi yang bisa di makan, tidak ada pula hujan yang turun agar kami bisa bercocok tanam,” paparnya menambahkan.

Senada dengan Tamiry, Bole, ibu dari tiga anak, mengaku tak memiliki makanan untuk anak-anaknya hari itu.

Sang suami bahkan baru meninggal dunia akibat kelaparan.

“Apa yang bisa saya katakan? Kehidupan kami hanya tentang mencari daun kaktus, lagi, dan lagi, untuk bertahan hidup,” ucap Bole.

PBB menuturkan WFP tengah membutuhkan dana darurat sebesar US$78.6 juta untuk dapat menyalurkan bantuan dan menyediakan bahan pangan bagi warga di selatan Madagaskar.

Dana itu cukup memasok bahan pangan warga di selatan Madagaskar setidaknya dari September 2021 sampai Maret 2022. (ard)

Tags: warga madagaskar makan belalang dan kaktus karena kelaparan
ShareTweetSendShare
Previous Post

Keutamaan dan Manfaat Wudhu Sebelum Tidur bagi Jasmani serta Rohani

Next Post

Mencegah dan Mengatasi Demotivasi Pada Anak

Mungkin Anda Juga Suka :

Hormuz Kembali Ditutup Buntut AS Tidak Buka Blokade, Dua Kapal Kena Tembakan Iran

Hormuz Kembali Ditutup Buntut AS Tidak Buka Blokade, Dua Kapal Kena Tembakan Iran

18 April 2026

...

Kabar Baik Dibukanya Selat Hormuz, Saham Melonjak dan Harga Minyak Anjlok 10 Persen

Kabar Baik Dibukanya Selat Hormuz, Saham Melonjak dan Harga Minyak Anjlok 10 Persen

17 April 2026

...

Paus Leo Tidak Takut pada Trump, Menyebut Dunia Sedang Dihancurkan Segelintir Tiran Saat Berseteru dengan Gedung Putih

Paus Leo Tidak Takut pada Trump, Menyebut Dunia Sedang Dihancurkan Segelintir Tiran Saat Berseteru dengan Gedung Putih

16 April 2026

...

AS Repot Berkonflik dengan Iran, Zelenskyy Kecewa Dicuekin Karena Suplai Senjata ke Ukraina Terganggu

AS Repot Berkonflik dengan Iran, Zelenskyy Kecewa Dicuekin Karena Suplai Senjata ke Ukraina Terganggu

15 April 2026

...

Negosiasi Iran dan AS Disebut Akan “Segera” Diadakan Lagi di Islamabad, Iran Menolak Diatur Pengayaan Uranium dan Nuklirnya

Negosiasi Iran dan AS Disebut Akan “Segera” Diadakan Lagi di Islamabad, Iran Menolak Diatur Pengayaan Uranium dan Nuklirnya

14 April 2026

...

Load More
Next Post
Mencegah dan Mengatasi Demotivasi Pada Anak

Mencegah dan Mengatasi Demotivasi Pada Anak

Arab Saudi Izinkan Jamaah Umrah Indonesia yang Divaksin Sinovac dengan Syarat

Arab Saudi Izinkan Jamaah Umrah Indonesia yang Divaksin Sinovac dengan Syarat

Discussion about this post

TERKINI

Iran Memaksa AS Akui Sistem Pertahanannya yang Murah dan Efektif

19 April 2026

Hormuz Kembali Ditutup Buntut AS Tidak Buka Blokade, Dua Kapal Kena Tembakan Iran

18 April 2026

Imbas Naiknya Kekerasan Perempuan di Ruang Digital, Pemerintah Awasi dan Bisa Tutup Platform yang Abai

18 April 2026

Kabar Baik Dibukanya Selat Hormuz, Saham Melonjak dan Harga Minyak Anjlok 10 Persen

17 April 2026

Paus Leo Tidak Takut pada Trump, Menyebut Dunia Sedang Dihancurkan Segelintir Tiran Saat Berseteru dengan Gedung Putih

16 April 2026

Polemik Alat Vape Disalahgunakan, Menelusuri Hukum Rokok Elektrik

15 April 2026

Saksikan Segera, Podcast Khusus Profesional “Ladders to be Leaders” Mengulas Perjalanan Hidup dan Karir

15 April 2026

AS Repot Berkonflik dengan Iran, Zelenskyy Kecewa Dicuekin Karena Suplai Senjata ke Ukraina Terganggu

15 April 2026

TikTok Lapor Tutup 780 Ribu Akun Anak dan Roblox Belum Dianggap Patuh PP TUNAS, Beberapa Menyatakan Patuh

14 April 2026

Negosiasi Iran dan AS Disebut Akan “Segera” Diadakan Lagi di Islamabad, Iran Menolak Diatur Pengayaan Uranium dan Nuklirnya

14 April 2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© 2017 Avesiar.com - All Rights Reserved

  • Nasional & Opini
    • Politik
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • HanKam
    • Daerah
    • Kesehatan
    • Edukasi
    • Opini
    • English Version
  • World
    • Economy
    • Politic
    • Law
    • Culture
    • Islam
    • Freedom for Palestine
    • Umra & Hajj
    • Tourism
  • Ekonomi
    • Bisnis & Wirausaha
    • Common
    • Islami
    • Property
    • CSR
  • Nusantara
    • Metro
    • Urban
    • Guru Kita
    • Prestasi
    • Profil Perubahan
    • Wisata
  • Healtech
    • Hidup Sehat
    • Riset
    • Teknologi
    • Gadget
  • Auto-Sport & Hobby
    • Aneka Olah Raga
    • Sepeda
    • Golf
    • Auto
    • Fauna & Flora Care
  • Change
    • Motivasi
    • Entrepreneurship
    • Pensiun Sehat
  • Syar’i
    • Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
    • Muslim Fashion
    • Harmoni Keluarga
    • Griya Harmoni
    • Psikologi
    • Masjid & Activity
  • People & Activity
    • Figure
    • Community
    • Society
    • Social
    • Event
    • Podcast Ladders to be Leaders
  • KAMU KUAT
    • Podcast KAMU KUAT
  • Youth
    • Smart Teens
    • Students
    • School Story
    • Campuss Story
    • Millennial
  • Kuliner
    • Resto
    • Kaki Lima
    • Resep
  • City Jour & Video