Avesiar – Jakarta
Perundingan yang gagal karena tidak tercapainya kesepakatan antara Iran dan AS di Islamabad, Pakistan, baru-baru ini, disebut akan berlangsung kembali untuk menyelesaikan konflik.
Dikutip dari TRT World, Selasa (14/4/2026), meskipun para pejabat Iran dan AS mengakhiri pembicaraan tingkat tertinggi mereka dalam beberapa dekade tersebut tanpa terobosan, namun 11 sumber yang mengetahui negosiasi tersebut mengatakan dialog tetap berlangsung.
Putaran pembicaraan “tingkat tinggi” AS-Iran berikutnya akan diadakan di Islamabad “segera”, kata sebuah sumber pemerintah Pakistan kepada Anadolu Agency.
Disebutkan bahwa di antara sejumlah isu yang dipertaruhkan adalah Selat Hormuz, titik transit utama untuk pasokan energi global yang secara efektif telah diblokir oleh Iran, tetapi AS telah berjanji untuk membukanya kembali, serta program nuklir Iran dan sanksi internasional terhadap Teheran.
Pada pertemuan sebelumnya itu. telepon tidak diizinkan di ruang utama, memaksa para delegasi, termasuk Wakil Presiden AS JD Vance dan Ketua Parlemen Iran Mohammad Baqer Qalibaf, untuk keluar selama istirahat untuk menyampaikan pesan kembali ke negara asal mereka, kata dua sumber.
Sebuah sumber AS mengatakan bahwa Iran tidak sepenuhnya memahami bahwa tujuan utama AS adalah untuk mencapai kesepakatan yang memastikan Iran tidak akan pernah memperoleh senjata nuklir. Di antara kekhawatiran Iran adalah ketidakpercayaan terhadap niat AS.
Presiden AS Donald Trump, pada hari Senin, juga mengklaim Iran telah “menelepon pagi ini” dan bahwa “mereka ingin mencapai kesepakatan.”
“Saya ingin memberi tahu Anda bahwa upaya penuh masih dilakukan untuk menyelesaikan masalah ini,” kata Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif pada hari Senin.
Seorang pejabat Gedung Putih mengatakan AS menginginkan Iran untuk mengakhiri semua pengayaan uranium, membongkar semua fasilitas pengayaan nuklir utama, menyerahkan uranium yang sangat diperkaya, menerima perdamaian yang lebih luas, menyepakati kerangka keamanan yang mencakup sekutu regional, mengakhiri pendanaan untuk proksi regional, dan membuka sepenuhnya Selat Hormuz tanpa memungut biaya.
Tuntutan Iran termasuk jaminan gencatan senjata permanen, jaminan tidak akan ada serangan di masa depan terhadap Iran dan sekutunya di kawasan itu, pencabutan sanksi primer dan sekunder, pencairan semua aset, pengakuan haknya untuk melakukan pengayaan, dan kontrol berkelanjutan atas Selat Hormuz, menurut sumber-sumber Iran.
Empat dari 11 sumber mengatakan bahwa pada beberapa kesempatan dialog tampak hampir menghasilkan setidaknya pemahaman kerangka kerja, tetapi kemudian gagal karena program nuklir Iran, Selat Hormuz, dan jumlah aset beku yang ingin diakses Teheran.
Sebagian besar pertukaran substantif di Islamabad terjadi antara Vance, Qalibaf, dan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi, kata sumber-sumber Iran. (ard)













Discussion about this post