Avesiar – Jakarta
Kapal-kapal tanker minyak dari negara-negara selain AS-Israel dan pendukungnya kini diizinkan Iran untuk melewati Selat Hormuz.
Pernyataan itu disampaikan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi, Senin (16/3/2026), bahwa beberapa kapal tanker minyak yang melintas melalui Selat Hormuz akan diizinkan untuk lewat, dilansir TRT World.
Ia juga mengatakan bahwa Selat Hormuz hanya akan ditutup untuk “musuh dan mereka yang mendukung agresi mereka.”
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmail Baghaei juga mengatakan pada hari Senin bahwa “kapal-kapal milik negara-negara yang tidak terlibat dalam perang telah diizinkan untuk melintas melalui Selat Hormuz dengan koordinasi dan izin dari militer Iran,” menurut media lokal.
Kebijakan itu muncul ketika perang AS-Israel terhadap Iran secara efektif menghentikan sebagian besar lalu lintas pengiriman melalui selat tersebut, menyebabkan kapal tanker dan kapal lainnya terdampar dan menimbulkan kekhawatiran atas pasokan energi global.
Disebutkan bahwa sekitar 20 persen perdagangan minyak dan gas alam cair (LNG) global yang diangkut melalui laut biasanya melewati jalur air yang sempit ini, sehingga setiap gangguan menjadi perhatian utama bagi pasar energi.
Iran telah berulang kali menargetkan Israel, pangkalan AS, dan infrastruktur energi negara-negara Teluk Arab dengan drone dan rudal, sejak diserang oleh Amerika Serikat dan Israel lebih dari dua minggu lalu.
Pada saat yang sama, lalu lintas maritim melalui selat tersebut melambat drastis, memicu kekhawatiran akan krisis energi global yang lebih luas.
Namun, sejumlah kecil kapal telah diizinkan untuk lewat dalam beberapa hari terakhir, menunjukkan bahwa Iran mungkin secara selektif mengizinkan transit, termasuk untuk India dan Pakistan. (ard)












Discussion about this post