Avesiar – Jakarta
Pangkalan pelatihan angkatan laut Israel utama di Haifa diserbu kawanan tikus. Dampaknya terlihat dari tanda-tanda kerusakan dan disfungsi di dalam infrastruktur militer Israel saat negara itu terus melanjutkan perangnya di Gaza, Lebanon, dan wilayah yang lebih luas, dikutip dari The New Arab, Kamis (21/5/2026)..
Tikus telah berkeliaran di dapur, ruang pendingin, dan area penyimpanan makanan selama berbulan-bulan di pangkalan pelatihan angkatan laut Israel di Haifa, yang menampung sekitar 1.200 tentara, kata seorang staf di sana, menurut laporan dari media Israel Ynet.
Otoritas militer dilaporkan gagal mengatasi infestasi tersebut secara memadai meskipun ada keluhan berulang dari pekerja dan staf pangkalan.
Kondisi di dalam fasilitas tersebut digambarkan oleh seorang pelerka dapur sebagai tempat yang “busuk dan terbuka.” Ia mengklaim tikus masuk melalui lubang di dinding, saluran pendingin udara, dan sistem pipa yang rusak.
Bahkan, seekor tikus ditemukan berada di dalam panci masak saat menyiapkan makanan di pangkalan, menggambarkan pemandangan itu sebagai “salah satu hal paling mengejutkan” yang pernah pekerja itu saksikan.
Para pekerja juga menuduh bahwa tikus telah menggerogoti wadah makanan dan menyebar di area penyimpanan dan pendingin di dalam fasilitas militer tersebut. Staf tampaknya mulai mendokumentasikan serangan tikus setiap hari, memotret tikus selama shift pagi.
Laporan ini muncul ketika Israel melanjutkan kampanye militer yang menghancurkan di Gaza dan wilayah tersebut, perang yang telah menguras puluhan miliar dolar dari ekonomi Israel sekaligus memberikan tekanan yang semakin besar pada logistik dan infrastruktur militer.
Haifa sendiri tetap dalam keadaan siaga tinggi selama konfrontasi Israel dengan Hizbullah dan Iran, dengan kota pesisir utara itu berulang kali menghadapi ancaman rudal dan insiden keamanan selama eskalasi regional.
Serangan tikus ini juga terjadi ketika Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mendorong konfrontasi baru dengan Iran meskipun tekanan politik dan ekonomi di dalam Israel meningkat setelah berbulan-bulan perang.
Media Israel melaporkan pada Rabu malam tentang ketegangan antara Netanyahu dan Presiden AS Donald Trump mengenai Iran, dengan Trump dilaporkan mendukung kelanjutan negosiasi sementara Netanyahu mendorong eskalasi lebih lanjut. (ard)












Discussion about this post