Avesiar – Jakarta
Penembakan yang menewaskan lima orang di sebuah pusat Islam di San Diego, California, pada hari Senin dikatakan oleh Direktur Pusat Islam San Diego Taha Hassane sebagai “sangat ektremis.”
“Kami belum pernah mengalami tragedi seperti ini sebelumnya,” katanya di, tempat kejadian itu terjadi, kepada wartawan, dikutip dari TRT World, Rabu (20/5/2026).
Tiga korban dan dua tersangka penembak tewas dalam insiden penembakan di pusat tersebut, kata pihak berwenang pada hari Senin.
Menyatakan dukungan untuk komunitas tersebut, Hassane mengatakan bahwa semua tempat ibadah di kota itu, termasuk masjid, harus selalu dilindungi.
“Sangat ektremis menargetkan tempat ibadah. Pusat Islam kami adalah tempat ibadah. Orang-orang datang ke pusat Islam untuk berdoa, merayakan, belajar, bukan hanya Muslim, tetapi kami memiliki orang-orang dari semua lapisan masyarakat,” katanya.
Hassane mengatakan bahwa pagi sebelum kejadian, sekelompok non-Muslim datang ke pusat tersebut “hanya untuk belajar tentang agama dan budaya kami.”
“Jadi (serangan) ini adalah sesuatu yang tidak pernah kami duga,” tambah imam tersebut.
Hassane menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada orang-orang “yang menghubungi kami dari seluruh negeri, dan bahkan dari luar negeri untuk menyampaikan belasungkawa,” dan kepada mereka yang menawarkan bantuan. (ard)











Discussion about this post