Avesiar – Jakarta
Serangan Iran menghantam negara-negara Teluk Arab, termasuk puluhan drone di Arab Saudi pada Jum’at (13/3/2026) pagi, menyusul peringatan dari pemimpin tertinggi Iran Mojtaba Khamenei tentang keberadaan pangkalan Amerika.
Serangan pembalasan Iran itu membuat Presiden AS Donald Trump mengancam akan melakukan pembalasan besar-besaran.
“Lihat apa yang akan terjadi pada para bajingan gila ini hari ini. Angkatan Laut Iran telah lenyap, Angkatan Udara mereka tidak ada lagi, rudal, drone, dan semua hal lainnya sedang dihancurkan, dan para pemimpin mereka telah dihapus dari muka bumi,” tulis Trump dalam sebuah unggahan di media sosialnya, dilansir TRT World.
Trump menulis komentar tersebut juga sehari setelah Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei bersumpah untuk “tidak akan menahan diri untuk membalas darah” warga Iran yang terbunuh, dan memperingatkan negara-negara Teluk Arab untuk menutup pangkalan AS, dengan mengatakan bahwa gagasan perlindungan Amerika “tidak lebih dari sebuah kebohongan.”
Pada Jum’at pagi serangan udara intensif terjadi di sekitar ibu kota Iran, Teheran, serta daerah-daerah sekitarnya. Belum jelas apa yang menjadi sasaran.
Akibat Iran terus mencekik pengiriman melalui Selat Hormuz, jalur air strategis yang dilalui seperlima minyak dunia dalam perjalanannya dari Teluk ke laut lepas, harga minyak mentah Brent, standar internasional, tetap bertahan di atas 100 dolar per barel.
Harga Brent telah melonjak hingga sekitar 120 dolar per barel dan saat ini sekitar 40 persen lebih tinggi daripada saat Israel dan Amerika Serikat menyerang Iran pada 28 Februari untuk memulai perang.
Iran telah menyerang kapal-kapal yang mencoba melintasi selat tersebut, dan komentar Khamenei — komentar publik pertamanya sejak ditunjuk untuk menggantikan ayahnya, yang tewas pada hari pertama konflik — mengatakan Iran akan terus memblokir jalur air tersebut.
Kelanjutan amarah Iran juga terjadi dengan dilancarkannya serangan baru ke negara-negara Teluk Arab, yaitu menyerang minyak dan infrastruktur lainnya di sekitar wilayah Teluk. Arab Saudi mengatakan telah menembak jatuh hampir 50 drone yang dikirim dalam beberapa gelombang sepanjang dini hari, pada hari Jum’at.
Otoritas Iran mengatakan lebih dari 1.300 orang tewas di sana, dan Israel mengklaim 12 kematian. AS juga mengklaim kehilangan setidaknya tujuh tentara sementara delapan lainnya mengalami luka parah. (ard)












Discussion about this post