Avesiar – Jakarta
Negara-negara Teluk diperingatkan oleh Iran agar tidak mengizinkan wilayah mereka digunakan untuk menyerang negara tersebut, dengan mengatakan bahwa tindakan tersebut dapat memiliki konsekuensi serius bagi produksi minyak regional, dilansir TRT World, Rabu (22/4/2026).
“Jika wilayah mereka digunakan untuk melawan Iran, mereka harus mengucapkan selamat tinggal pada produksi minyak di Timur Tengah,” kata Komandan Angkatan Udara IRGC Seyed Majid Mousavi
Pernyataan tersebut muncul ketika Teheran meminta PBB untuk mengutuk penyitaan kapal kargo Iran, Touska, oleh Amerika Serikat, dan menyebut tindakan tersebut sebagai tindakan “pembajakan” dan “pelanggaran material” terhadap gencatan senjata.
Tidak hanya itu. Duta Besar Iran untuk PBB, Amir Saeid Iravani, mendesak Dewan Keamanan untuk menuntut pembebasan kapal tersebut, dengan menyatakan bahwa tindakan tersebut “sangat membahayakan keselamatan dan keamanan jalur pelayaran vital.”
Sementara itu, Presiden AS Donald Trump memperpanjang gencatan senjata dengan Iran pada hari Selasa untuk memberi waktu bagi Teheran untuk mempersiapkan “proposal terpadu,” setelah permintaan dari pejabat Pakistan.
Di lain sisi, Trump menulis di media sosial bahwa AS akan mempertahankan blokade angkatan laut. (ard)











Discussion about this post