Avesiar – Jakarta
Selat Hormuz yang sangat penting secara strategis ditutup untuk semua lalu lintas kapal, memperingatkan bahwa kapal apa pun yang mencoba melintasi jalur air tersebut akan diserang, menurut media Iran, demikian dinyatakan Korps Garda Revolusi Islam Iran, dilansir TRT World, Selasa (3/3/2026).
Seorang komandan berpangkat tinggi IRGC mengatakan bahwa Selat Hormuz ditutup, dan Iran akan membakar kapal apa pun yang mencoba melewatinya, demikian Reuters mengutip media lokal yang mengatakan pada hari Senin, dikutip dari TRT World.
“Selat (Hormuz) ditutup. Jika ada yang mencoba melewatinya, para pahlawan Garda Revolusi dan angkatan laut reguler akan membakar kapal-kapal tersebut,” kata Ebrahim Jabari, penasihat senior untuk panglima tertinggi Garda, dalam pernyataan yang dimuat oleh media pemerintah.
Pengiriman komersial melalui titik sempit yang membawa sekitar seperlima ekspor minyak dunia dengan langkah yang dilakukan tersebut akan, secara efektif akan menghentikan pengiriman tersebut.
Sebagaimana diketahui, Selat Hormuz adalah mulut sempit Teluk yang dilalui sekitar seperlima minyak dunia.
Mirip sebagai nadinya jalur pengiriman, kapal-kapal tanker melintasi selat tersebut, yang berbatasan di utara dengan Iran, membawa minyak dan gas dari Arab Saudi, Kuwait, Irak, Qatar, Bahrain, UEA, dan Iran. Sebagian besar minyak tersebut dikirim ke Asia.
Yang jelas, gangguan apa pun terhadap lalu lintas melalui Selat Hormuz sangat mengganggu perdagangan minyak.
Ancaman terhadap rute tersebut telah menyebabkan lonjakan harga energi global di masa lalu, termasuk selama perang Israel-Iran pada bulan Juni.
Disebutkan, selat tersebut tidak secara resmi ditutup, tetapi lalu lintas kapal tanker telah menurun tajam karena sistem navigasi satelit terganggu, kata perusahaan data dan analitik Kpler di X.
Pusat Operasi Perdagangan Maritim Inggris melaporkan serangan terhadap beberapa kapal di daerah tersebut di kedua sisi selat dan memperingatkan peningkatan gangguan elektronik pada sistem yang menunjukkan lokasi kapal.
Disebutkan pula bahwa sebuah kapal drone pembawa bom menyerang kapal tanker minyak berbendera Kepulauan Marshall di Teluk Oman, yang mengarah ke selat dari timur, menewaskan seorang pelaut, kata Oman. (ard)











Discussion about this post