• Nasional & Opini
    • Politik
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • HanKam
    • Daerah
    • Kesehatan
    • Edukasi
    • Opini
    • English Version
  • World
    • Economy
    • Politic
    • Law
    • Culture
    • Islam
    • Freedom for Palestine
    • Umra & Hajj
    • Tourism
  • Ekonomi
    • Bisnis & Wirausaha
    • Common
    • Islami
    • Property
    • CSR
  • Nusantara
    • Metro
    • Urban
    • Guru Kita
    • Prestasi
    • Profil Perubahan
    • Wisata
  • Healtech
    • Hidup Sehat
    • Riset
    • Teknologi
    • Gadget
  • Auto-Sport & Hobby
    • Aneka Olah Raga
    • Sepeda
    • Golf
    • Auto
    • Fauna & Flora Care
  • Change
    • Motivasi
    • Entrepreneurship
    • Pensiun Sehat
  • Syar’i
    • Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
    • Muslim Fashion
    • Harmoni Keluarga
    • Griya Harmoni
    • Psikologi
    • Masjid & Activity
  • People & Activity
    • Figure
    • Community
    • Society
    • Social
    • Event
    • Podcast Ladders to be Leaders
  • KAMU KUAT
    • Podcast KAMU KUAT
  • Youth
    • Smart Teens
    • Students
    • School Story
    • Campuss Story
    • Millennial
  • Kuliner
    • Resto
    • Kaki Lima
    • Resep
  • City Jour & Video
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Ekonomi Melek Finansial

Aplikasikan 11 Tips Keuangan di Masa yang Tidak Menentu

by Ave Rosa
3 Juli 2026 | 22:34 WIB
in Melek Finansial
Reading Time: 5 mins read
A A
Aplikasikan 11 Tips Keuangan di Masa yang Tidak Menentu

Ilustrasi. Foto: Pexels/Jakub Zerdzick

Avesiar – Jakarta

Pelemahan ekonomi serta daya beli atau resesi merupakan penurunan aktivitas ekonomi secara signifikan dalam jangka waktu yang panjang. Dampaknya tak hanya dirasakan pemerintah, melainkan hingga ke masyarakat.

Mencermati kondisi tersebut, sebenarnya dampak apa saja yang dapat dirasakan oleh masyarakat ketika resesi terjadi?

Beberapa dampak resesi yang berisiko dialami masyarakat di antaranya kenaikan harga kebutuhan pokok, pemutusan kerja, kenaikan harga pasokan energy, sampai dengan naiknya angka kemiskinan.

Untuk itu, masyarakat harus memiliki pengetahuan dan kemampuan untuk mengelola keuangan pribadi agar tetap stabil meski ada faktor risiko yang terjadi.

Dikutip dari berbagai sumber, simak 11 (sebelas) tips dalam mengatur keuangan yang perlu dipersiapkan dalam menghadapi resesi ekonomi

1. Evaluasi Kondisi Keuangan Saat Ini

Periksa arus kas, utang, dan pengeluaran. Identifikasi mana yang bisa dikurangi atau dihilangkan untuk mempertahankan stabilitas keuangan.

Bacaan Terkait :

Ekonomi Tidak Pasti, Amazon Akan PHK 18 Ribu Karyawan

Resesi Nyata atau Palsu? Ini Kata Kepala Ekonom Wall Street

Load More

2. Tetap Optimis dan Fleksibel

Situasi ekonomi bisa berubah dengan cepat. Tetaplah berpikir positif dan bersiap untuk beradaptasi dengan kondisi yang terus berkembang.

3. Jaga Kesehatan dan Optimalkan Asuransi

Ketika kondisi keuangan sedang tidak menentu, jatuh sakit tanpa proteksi bisa menjadi bencana finansial. Biaya medis yang tinggi berpotensi menguras tabungan dalam sekejap.

Sebagian pegawai umumnya sudah memiliki BPJS Kesehatan. Namun, apabila dirasa perlindungannya belum cukup, terutama untuk penyakit tertentu, tidak ada salahnya Anda mempertimbangkan tambahan asuransi kesehatan. Dana yang bisa dialokasikan untuk asuransi kesehatan ini sekitar 5-10 persen dari penghasilan bulanan.

Selain itu, investasi kesehatan juga penting dilakukan melalui olahraga rutin, konsumsi makanan bergizi, dan pola hidup sehat. Jika kondisi keuangan Anda masih terbatas, pengeluaran konsumtif seperti rokok dapat mulai dikurangi agar anggaran lebih produktif.

4. Siapkan Alokasi Dana Darurat yang Lebih Besar

Karena dimaksudkan sebagai dana cadangan, persiapan dana darurat idealnya minimal sebesar tiga kali pengeluaran rutin bulanan atau dana tersebut bisa dimanfaatkan untuk mengantisipasi kalau seseorang mengalami hal buruk atau dilanda musibah.

Anda dapat mengalokasikan minimal 10% penghasilan bulanan, dan menentukan tempat penyimpanan dana darurat yang aman dan terpercaya melalui bank, reksa dana pasar uang, atau deposito.

Langkah ini dilakukan sebagai financial buffer atau sejumlah dana yang disisihkan dan disimpan untuk menghadapi situasi tak terduga yang dapat menyebabkan masyarakat kesulitan keuangan.

5. Cari Alternatif untuk Mendapatkan Penghasilan Tambahan

Banyak sekali cara untuk mendapatkan penghasilan tambahan. Anda dapat mengembangkan hobi dan keterampilan yang menguntungkan untuk dijadikan sumber penghasilan pasif.

Apalagi era digital menciptakan peluang baru dan menawarkan kemudahan untuk mendapatkan penghasilan tambahan karena bisa dilakukan secara online tanpa harus keluar rumah.

Bermodalkan jaringan internet, masyarakat dapat membangun usaha dalam bentuk produk maupun jasa dengan mudah. Salah satu contohnya adalah pekerjaan dropshipper yang bertugas menjadi penghubung antara penjual dan pembeli barang. pekerjaan ini dapat dimulai tanpa modal dan menentukan sendiri produk apa yang ingin di jual, cukup mengandalkan kemampuan menjual saja.

6. Hindari Hutang Jangka Panjang

Suku bunga bank akan mengalami kenaikan yang cukup signifikan pada saat resesi terjadi. Untuk saat ini, tidak disarankan untuk mengambil pinjaman berjangka panjang. Kurangi perilaku konsumtif dan mulai mengatur strategi rencana keuangan ke depan.

Sebagai alternatif, masyarakat dapat beralih ke perbankan syariah yang mampu mengelola dana publik dengan siklus bisnis yang sehat melalui akad yang jelas di awal.

7. Tetap Lakukan Pengeluaran Namun Sewajarnya

Konsumsi Anda sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi. Namun tetap perlu diperhatikan prioritas untuk kebutuhan primer, sekunder dan tersier. Pastikan membeli hal-hal yang memang dibutuhkan, bukan hanya keinginan semata.

Dengan mengatur pengeluaran dan pendapatan dengan baik, dapat membantu terpeliharanya keuangan yang sehat di tengah ketidakpastian situasi ekonomi.

Akan lebih baik jika Anda mempersiapkan pengelolaan keuangan yang baik dari sekarang sebelum timbulnya krisis ekonomi. Seperti kata pepatah “sedia payung sebelum hujan”, alangkah baiknya kalau  kita dapat mengantisipasi masalah, sebelum masalah itu terjadi. 

8. Cermat Dalam Memilih Investasi yang Aman

Investasi dikenal sebagai cara ampuh meningkatkan penghasilan, namun di sisi lain juga sangat berisiko mengalami kerugian. Anda harus memahami dengan betul produk investasi yang ingin dikembangkan. Butuh pengetahuan lebih untuk memilih produk investasi yang menguntungkan di tengah ancaman resesi.

Perencana keuangan dari Mitra Rencana Edukasi (MRE) Andi Nugroho menjelaskan bahwa ketika resesi datang, maka instrumen investasi yang paling pantas dipilih untuk ‘menggandakan’ uang adalah instrumen yang tidak mudah terpengaruh sentimen perlambatan ekonomi, contohnya emas.

Secara umum harga emas akan stabil atau cenderung naik. Oleh karena itu, Anda dapat beralih ke investasi yang tepat mulai dari sekarang ketika ekonomi masih cenderung stabil.

9. Negosiasikan Kewajiban Finansial

Jika memiliki utang atau cicilan, coba negosiasikan dengan pihak terkait untuk mendapatkan keringanan atau perpanjangan waktu pembayaran. Banyak institusi keuangan yang menawarkan program bantuan di masa krisis.

10. Tingkatkan Literasi Keuangan

Pelajari strategi manajemen keuangan yang lebih efektif. Banyak sumber online yang bisa membantu memahami cara mengelola uang dengan lebih baik.

11. Cek Kembali Biaya Langganan Bulanan Anda

Tanpa disadari, biaya langganan digital sering kali menjadi pengeluaran rutin yang cukup besar. Mulai dari platform hiburan, layanan streaming, hingga penyimpanan cloud untuk pekerjaan. Akumulasi biaya langganan kecil yang tidak terkontrol dapat membebani pengeluaran bulanan dan mengurangi kemampuan menabung.

Karena itu, penting untuk mengecek kembali layanan apa saja yang benar-benar digunakan dan mana yang sebenarnya sudah tidak diperlukan.

Untuk kebutuhan kerja, biaya langganan masih bisa diprioritaskan. Namun, kapasitas atau paket layanan tetap perlu disesuaikan agar lebih efisien. Sementara itu, pengeluaran hiburan sebaiknya dibatasi agar tidak melebihi 5 persen dari penghasilan bulanan.

(put/dari berbagai sumber)

Tags: Pelemahan Daya BeliPelemahan EkonomiResesi EkonomiTips Keuangan
ShareTweetSendShare
Previous Post

Perilaku LGBT Tidak Normal dan Ilegal, Ketum MUI Merespons Menteri HAM Pigai

Next Post

Warga Nahdliyin Diminta Gelar Munajat dan Riyadhoh Jelang Muktamar Ke-35 NU

Mungkin Anda Juga Suka :

Menghemat Uang untuk Segala Kebutuhan di Rumah, Terutama untuk Kesehatan dan Anggaran yang Ngepas

Menghemat Uang untuk Segala Kebutuhan di Rumah, Terutama untuk Kesehatan dan Anggaran yang Ngepas

7 Agustus 2025

...

Tuntunan Menggunakan Harta dengan Bijak dalam Islam, karena Pemboros Adalah Saudaranya Setan

Tuntunan Menggunakan Harta dengan Bijak dalam Islam, karena Pemboros Adalah Saudaranya Setan

4 April 2025

...

Asuransi Jiwa Syariah

Asuransi Jiwa Syariah

24 Januari 2025

...

Asuransi Jiwa, Asuransi Jiwa Syariah, dan Takaful

Asuransi Jiwa, Asuransi Jiwa Syariah, dan Takaful

17 Januari 2025

...

Load More
Next Post
Warga Nahdliyin Diminta Gelar Munajat dan Riyadhoh Jelang Muktamar Ke-35 NU

Warga Nahdliyin Diminta Gelar Munajat dan Riyadhoh Jelang Muktamar Ke-35 NU

Doa Kamilin, Doa yang Dibaca Setelah Shalat Tarawih dan Sebelum Witir

Daftar Kebiasaan Kecil yang Membantu Jalani Hidup Lebih Bahagia dan Sehat, Nomor 8 Cukup Menantang

Discussion about this post

TERKINI

Daftar Kebiasaan Kecil yang Membantu Jalani Hidup Lebih Bahagia dan Sehat, Nomor 8 Cukup Menantang

4 Juli 2026

Warga Nahdliyin Diminta Gelar Munajat dan Riyadhoh Jelang Muktamar Ke-35 NU

4 Juli 2026

Aplikasikan 11 Tips Keuangan di Masa yang Tidak Menentu

3 Juli 2026

Perilaku LGBT Tidak Normal dan Ilegal, Ketum MUI Merespons Menteri HAM Pigai

2 Juli 2026

Kembali Rampas Tanah Palestina, Pemukim Israel Ilegal Bangun Pos Pemukiman Ilegal di Khan al-Ahmar

2 Juli 2026

Tiga Tanda Kucing Sedang Mengalami Tekanan Emosional yang Parah, Menurut Para Ahli

1 Juli 2026

Para Jemaah Haji Asal Aceh yang Terlilit Utang Akibat Banjir Menerima Bantuan Saat Kepulangan

1 Juli 2026

Porak-porandanya Venezuela, Lebih dari 58.000 Bangunan Rusak dan Hancur Menurut Penilaian Awal NASA

30 Juni 2026

Pemerintah Didesak Agar Menindak Tegas Fenomena serta Gerakan LGBT Mencontoh Rusia

30 Juni 2026

Korban Tewas di Prancis Tambah 1000 Orang Akibat Gelombang Panas Ekstrem

29 Juni 2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© 2017 Avesiar.com - All Rights Reserved

  • Nasional & Opini
    • Politik
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • HanKam
    • Daerah
    • Kesehatan
    • Edukasi
    • Opini
    • English Version
  • World
    • Economy
    • Politic
    • Law
    • Culture
    • Islam
    • Freedom for Palestine
    • Umra & Hajj
    • Tourism
  • Ekonomi
    • Bisnis & Wirausaha
    • Common
    • Islami
    • Property
    • CSR
  • Nusantara
    • Metro
    • Urban
    • Guru Kita
    • Prestasi
    • Profil Perubahan
    • Wisata
  • Healtech
    • Hidup Sehat
    • Riset
    • Teknologi
    • Gadget
  • Auto-Sport & Hobby
    • Aneka Olah Raga
    • Sepeda
    • Golf
    • Auto
    • Fauna & Flora Care
  • Change
    • Motivasi
    • Entrepreneurship
    • Pensiun Sehat
  • Syar’i
    • Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
    • Muslim Fashion
    • Harmoni Keluarga
    • Griya Harmoni
    • Psikologi
    • Masjid & Activity
  • People & Activity
    • Figure
    • Community
    • Society
    • Social
    • Event
    • Podcast Ladders to be Leaders
  • KAMU KUAT
    • Podcast KAMU KUAT
  • Youth
    • Smart Teens
    • Students
    • School Story
    • Campuss Story
    • Millennial
  • Kuliner
    • Resto
    • Kaki Lima
    • Resep
  • City Jour & Video