Avesiar – Jakarta
Sistem biaya maritim di Selat Hormuz rencananya akan diperkenalkan dalam 2 bulan. Hal itu diumumkan Iran, usai dihasilkannya periode negosiasi 60 hari yang dipicu oleh penandatanganan nota kesepahaman, dikutip dari The Guardian, Kamis (18/6/2026).
Teheran, yang mengklaim kemenangan bersejarah atas AS, mengatakan akan berada di bawah kendalinya dan rencana Eropa untuk misi angkatan laut untuk mengawal kapal melalui selat tersebut tidak akan diterima.
Peringatan itu muncul ketika surat kabar Israel Yedioth Ahronoth melaporkan bahwa Benjamin Netanyahu, perdana menteri Israel, mengatakan Israel “akan mempertahankan zona keamanan di Lebanon selatan selama kebutuhan keamanan kami membutuhkannya”, merujuk pada lebih dari 600 km persegi wilayah Lebanon yang diduduki oleh pasukan Israel di sepanjang perbatasan.
Di sisi lain, Netanyahu menyatakan bahwa Israel akan terus “berpegang pada tujuan utama” untuk tidak mengizinkan Teheran memperoleh senjata nuklir.
Iran bersikeras bahwa kesepakatan yang merujuk pada integritas teritorial Lebanon membutuhkan penarikan penuh Israel, menjadikan Donald Trump bertanggung jawab atas penarikan Israel.
Serangan drone dan penembakan artileri Israel berlanjut pada Kamis pagi. Hizbullah mengklaim bertanggung jawab atas serangkaian serangan terhadap pasukan Israel di daerah Kfar Tebnit-Ali al-Taher dalam beberapa hari terakhir. (ard)










Discussion about this post