Avesiar – Jakarta
Sserangan AS baru-baru ini di wilayahnya membuat Iran telah menargetkan situs militer AS di enam negara Arab yaitu Kuwait, Oman, Suriah, Yordania, Qatar, dan Bahrain.
Dikutip dari TRT World, Sabtu (18/7/2026), Garda Revolusi Iran (IRGC) mengatakan pada hari Jumat bahwa Angkatan Udara mereka menargetkan pangkalan militer AS di Kuwait sebagai bagian dari gelombang ke-12 operasi mereka, menurut kantor berita semi-resmi Mehr.
Target tersebut, kata IRGC, termasuk radar deteksi dan pelacakan pertahanan rudal, beberapa gudang senjata, dua peluncur Sistem Roket Artileri Mobilitas Tinggi (HIMARS) dan rudal yang disimpan untuk sistem tersebut. Mereka mengklaim serangan itu memicu kebakaran besar di pangkalan tersebut.
Garda Revolusi Iran mengatakan operasi tersebut dilakukan sebagai tanggapan terhadap serangan AS baru-baru ini yang diklaim menargetkan fasilitas sipil, infrastruktur telekomunikasi, pekerja kereta api, dan kendaraan, menyebabkan korban jiwa.
Sementara itu, enam negara yang menjadi pangkalan militer AS dan dihujani rudal-rudal Iran mengklaim versinya masing-masing antara lain:
Yordania
Yordania mengklaim telah mencegat dan menembak jatuh tiga rudal Iran yang memasuki wilayah udaranya, tanpa ada korban jiwa yang dilaporkan, menurut kantor berita Petra milik negara.
Sedangkan IRGC mengatakan telah melakukan serangan dua fase terhadap jet tempur AS dan pesawat pengisian bahan bakar udara yang ditempatkan di Yordania menggunakan beberapa rudal balistik dan sejumlah besar drone, menurut kantor berita resmi IRNA.
Qatar
Angkatan bersenjata Qatar juga mengatakan mereka telah mencegat beberapa serangan udara yang menargetkan negara tersebut, menurut kementerian pertahanan. Kementerian dalam negeri mengatakan seorang anak terluka akibat pecahan peluru yang jatuh dari operasi pencegatan.
IRGC mengatakan bahwa mereka menyerang Pangkalan Udara Al Udeid AS di Qatar, mengklaim telah menghancurkan sistem radar jarak jauh dan beberapa pesawat pengisian bahan bakar udara AS.
Kuwait
Tentara Kuwait mengatakan bahwa beberapa tentara Kuwait terluka setelah drone Iran menargetkan beberapa fasilitas dan pangkalan militer di negara itu. Mereka tidak mengungkapkan jumlah korban atau mengidentifikasi lokasi yang ditargetkan.
Militer mereka sebelumnya mengatakan sistem pertahanan udaranya mencegat rudal dan drone Iran yang menargetkan negara tersebut.
Oman
IRGC mengatakan angkatan lautnya menargetkan situs radar, termasuk radar pengontrol udara AS di Oman, menurut kantor berita ISNA.
Mengutip pernyataan IRGC, ISNA melaporkan bahwa radar pengontrol angkatan laut di Salameh Rocks dan radar pengontrol udara AS di wilayah Ghanem, Oman, menjadi sasaran pada Subuh. IRGC mengklaim kedua situs tersebut hancur.
Suriah
IRGC mengatakan Angkatan Udaranya menyerang pusat komando operasi khusus AS di wilayah Al-Tanf di Suriah, menurut Kantor Berita Fars.
Garda Revolusi Iran mengklaim serangan itu menghancurkan sistem radar dan beberapa helikopter operasi khusus. Mereka juga mengklaim bahwa beberapa tentara AS ditangkap selama operasi tersebut.
Tidak ada komentar langsung dari otoritas Suriah mengenai dugaan serangan tersebut. Namun, sebuah sumber militer Suriah membantah bahwa Iran membom pangkalan tersebut, lapor AFP.
“Kami membantah adanya pemboman Iran yang menargetkan wilayah Al-Tanf,” kata sumber tersebut, yang berbicara dengan syarat anonim.
Pasukan AS mengatakan mereka telah menarik diri dari pangkalan tersebut awal tahun ini.
Bahrain
Tentara Iran juga mengatakan telah melancarkan serangan drone yang menargetkan fasilitas yang digunakan oleh pesawat militer AS di Pangkalan Udara Al-Sakhir di Bahrain, mengklaim telah mengenai area tempat helikopter militer AS dan pesawat patroli dan pengintai maritim P-8 ditempatkan.
Angkatan pertahanan Bahrain mengatakan sistem pertahanan udaranya mencegat dan menghancurkan “beberapa serangan udara Iran yang berbahaya.” (ard)











Discussion about this post