Avesiar – Jakarta
Serangan rudal dan drone Iran telah menewaskan dan melukai pasukan Amerika di dua pangkalan udara yang digunakan oleh pasukan AS, sebagaimana diklaim Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) atas target tersebut, dkutip dari TRT World, Rabu (22/7/2026).
Menurut kantor berita IRNA milik pemerintah, IRGC mengatakan pada hari Rabu bahwa fase pertama operasi tersebut menargetkan Pangkalan Udara Pangeran Hassan dan Pangkalan Udara Raja Faisal di Yordania.
Serangan hanggar persiapan pesawat F-15 tersebut diklaim IRGC telah menghancurkan delapan drone MQ-9 baru di hanggar persiapan drone sebelum dioperasikan, dan menimbulkan kerusakan signifikan pada dua drone tambahan.
Mereka juga mengklaim bahwa serangan selanjutnya merusak parah dua helikopter berat AS di hanggar penyimpanan helikopter. IRGC tidak memberikan angka pasti, dan AS belum berkomentar mengenai tuduhan Iran tersebut hingga saat ini.
Pasukan pemerintah Iran mengatakan operasi tersebut didedikasikan untuk para korban serangan besar-besaran AS terhadap sebuah sekolah dasar di kota Minab, Iran selatan, tempat upacara pemakaman diadakan pada hari Rabu untuk puluhan anak yang tewas dalam serangan tersebut.
Serangan terhadap sekolah tersebut menjadi berita utama di seluruh dunia dan menuai kecaman keras.
Sementara itu, menurut kantor berita semi-resmi Mehr, upacara pemakaman diadakan untuk jenazah 32 gadis yang termasuk di antara 168 anak yang tewas dalam serangan terhadap sekolah pada 28 Februari, ketika AS dan Israel melancarkan perang.
Mehr mengatakan jenazah diidentifikasi melalui tes DNA sebelum dikembalikan kepada keluarga mereka.
Sebelumnya pada hari Rabu, militer Yordania mengatakan telah mencegat empat dari enam rudal Iran yang diluncurkan ke arah kerajaan, sementara dua lainnya jatuh di daerah terpencil dan tak berpenghuni tanpa menyebabkan korban jiwa atau kerusakan.
AS telah melakukan serangkaian serangan di seluruh Iran sejak pekan lalu, sementara Teheran telah menanggapi dengan serangan yang menargetkan fasilitas dan pangkalan yang menurut mereka digunakan oleh militer AS di beberapa negara di kawasan tersebut. (ard)












Discussion about this post