Avesiar – Jakarta
Komunitas Averroes 45 yang dipimpin Reza Syarief, AMd, ICC, CPM, MMLP, seorang The Mindshifter, menggagas Gerakan 10.000 Super Leader Indonesia. Hal itu disampaikannya melalui siaran persnya, Selasa (8/9/2026).
Menurut Reza, di tengah perubahan dunia kerja, teknologi, bisnis, dan ekonomi yang bergerak semakin cepat, Indonesia membutuhkan lebih dari sekadar tenaga kerja. Indonesia membutuhkan penggerak. Indonesia membutuhkan Super Leader.
“Pesan provokatif tersebut menjadi spirit utama Pencanangan Gerakan 10.000 Super Leader Indonesia, sebuah gerakan kaderisasi kepemimpinan dan kewirausahaan bersama ratusan Mentor Leader di bawah naungan Republik Mentor Indonesia (RMI),” terang Reza.
Ia menambahkan, bahwa Gerakan 10.000 Super Leader Indonesia tidak dirancang sebagai komunitas biasa, melainkan sebagai model kaderisasi berbasis Business Ecosystem yang mempertemukan manusia, mentor, pengetahuan, jaringan, peluang bisnis, dan pengembangan kepemimpinan dalam satu ekosistem pertumbuhan.
“Targetnya bukan sekadar menciptakan orang yang mampu menghasilkan uang untuk dirinya sendiri, tetapi membangun individu yang mampu membangun bisnis, membangun tim, mencetak pemimpin baru, dan meninggalkan legacy,” bebernya.
Karena itu, lanjutnya, Averrous 45 membawa sebuah paradigma baru, yaitu Bangun Diri – Bangun Bisnis – Bangun Tim – Bangun Legacy
Model kaderisasi ini, imbuh Reza, dibangun dengan tiga karakter utama yang menjadi pembeda: Fast Learner yaitu; Cepat belajar, terbuka terhadap ilmu baru, dan mampu mengubah pengalaman menjadi kompetensi.
Kemudian Quick Adaptation yaitu; Tidak melawan perubahan, tetapi belajar membaca perubahan, beradaptasi, lalu menjadikannya peluang, serta Progressive Care & Share, yaitu; tidak berhenti pada pencapaian personal; tumbuh dengan kepedulian, berbagi pengetahuan, membuka peluang, dan membantu orang lain ikut naik kelas.
“Superleader bukan manusia yang merasa paling hebat. Superleader adalah manusia yang membuat orang lain ikut menjadi hebat,” tutur Reza
Reza mengatakan bahwa di bawah naungan Republik Mentor Indonesia, gerakan ini melibatkan jejaring mentor dan praktisi lintas profesi untuk menghadirkan proses pembelajaran yang lebih dekat dengan realitas dunia bisnis.
“Konsepnya sederhana tetapi progresif: belajar dari mentor, masuk ke ekosistem, membangun kapasitas, menciptakan value, membangun tim, kemudian melahirkan leader berikutnya. Dengan demikian, pertumbuhan tidak berhenti pada individu. Satu leader melahirkan leader. Satu tim melahirkan tim. Satu keberhasilan membuka jalan bagi keberhasilan berikutnya,” paparnya.
Menurut Reza, Averroes 45 memandang Indonesia Emas 2045 bukan hanya sebagai agenda pembangunan infrastruktur atau pertumbuhan ekonomi, tetapi juga sebagai momentum untuk membangun manusia Indonesia yang produktif, adaptif, mandiri, dan mampu menciptakan nilai.
Dalam perspektif gerakan ini, kata Reza, merdeka finansial bukan janji kaya secara instan, melainkan sebuah perjalanan untuk meningkatkan kapasitas, menciptakan berbagai sumber nilai dan penghasilan, membangun aset produktif, serta memiliki kemampuan mengambil keputusan finansial secara lebih mandiri dan bertanggung jawab.
“Karena itu, Gerakan 10.000 Super Leader Indonesia membawa ambisi besar: 10.000 orang biasa, 10.000 perjalanan luar biasa, dan 10.000 Super Leader. Gerakan ini membuka ruang bagi mereka yang selama ini merasa bahwa hidupnya harus memiliki dampak lebih besar. Bukan hanya bagi profesional. Bukan hanya bagi entrepreneur. Bukan hanya bagi pemilik bisnis. Siapa pun yang mau belajar, bertumbuh, beradaptasi, membangun jejaring, dan bersedia menjadi penggerak dapat mengambil bagian dalam perjalanan ini,” terangnya.
Sebab bagi Averroes 45, jelasnya, “Everyone Can Be Leader.” Dan pertanyaan terbesarnya bukan lagi:
“Apa yang akan saya dapatkan?” Tetapi, Setelah saya bertumbuh, berapa banyak orang yang bisa saya tumbuhkan. (adm/srv)












Discussion about this post