Avesiar – Jakarta
Kabar baik pernyataan Iran bahwa Selat Hormuz akan “sepenuhnya terbuka” selama sisa masa gencatan senjata dengan Amerika Serikat, telah membuat harga minyak anjlok lebih dari 10 persen dan pasar saham melonjak pada hari Jumat (17/4/2026), dilansir TRT World.
“Jalur untuk semua kapal komersial melalui Selat Hormuz dinyatakan sepenuhnya terbuka untuk sisa periode gencatan senjata,” kata Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi di XTB.
Terganggunya jalur air strategis, yang biasanya dilalui seperlima minyak mentah dunia tersebut, akibat serangan AS-Israel ke Iran dimulai. Dampak yang menyebabkan harga minyak mencapai puncaknya hampir 120 dolar per barel dan mengancam akan mengganggu perekonomian global.
Baik kontrak internasional acuan, Brent, maupun kontrak setaranya di AS, WTI, turun di bawah 90 dolar per barel. “Berita ini berdampak langsung pada pasar,” kata direktur riset di XTB, Kathleen Brooks.
Indeks saham utama Wall Street melonjak pada pembukaan perdagangan, dengan S&P 500 dan Nasdaq Composite sama-sama mencatatkan rekor tertinggi yang diraih pada malam sebelumnya.
Brooks mengatakan bahwa itu adalah perkembangan terbesar sejauh ini selama gencatan senjata, dan memberikan harapan bahwa perang akan segera berakhir, dan rantai pasokan akan kembali normal.
Tidak jelas apakah Araghchi berbicara tentang gencatan senjata 10 hari yang disepakati oleh Lebanon dan Israel yang mulai berlaku tengah malam atau gencatan senjata dua minggu sebelumnya antara Iran dan Amerika Serikat yang dimulai pada 8 April.
Meskipun Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa blokade AS terhadap pelabuhan Iran tetap berlaku, namun deklarasi Araghchi meningkatkan harapan untuk pembicaraan perdamaian lebih lanjut dan pembaruan gencatan senjata.
Di sisi lain, Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer memimpin pertemuan sekutu pada hari Jumat untuk mempertimbangkan pengiriman pasukan multinasional guna memastikan kelancaran perdagangan di Selat Hormuz setelah konflik berakhir. (ard)












Discussion about this post