Avesiar – Jakarta
Uranium yang diperkaya Iran bukanlah bagian dari negosiasi saat ini dengan AS, menurut wakil sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran.
“Masalah ini tidak ada dalam agenda negosiasi,” kata Ali Bagheri pada hari Rabu dalam pernyataan yang dimuat oleh kantor berita semi-resmi Iran, Fars, dikutip dari TRT World,. Kamis (28/5/2028).
Komentar tersebut disampaikan di sela-sela konferensi keamanan internasional di ibu kota Rusia, Moskow, menurut laporan media tersebut.
Di lain sisi, Presiden AS Donald Trump pada hari Senin mengatakan dengan percaya diri bahwa persediaan uranium yang diperkaya Iran akan segera dipindahkan ke AS untuk dihancurkan atau dihancurkan di tempat, atau di lokasi lain yang dapat diterima.
Pernyataan-pernyataan tersebut muncul ketika Washington dan Teheran melanjutkan proses diplomatik yang dimediasi Pakistan untuk mengakhiri perang yang dimulai dengan serangan AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari dan diikuti oleh pembalasan Iran.
Kementerian Intelijen Iran mengatakan pada hari Rabu bahwa tujuan Amerika Serikat dan Israel tetap untuk menggulingkan Republik Islam dan memecah belah negara tersebut, di tengah proses diplomatik yang sedang berlangsung,
“Musuh sekarang mengejar tujuan menggulingkan dan memecah belah negara melalui cara lain, yang secara terbuka mereka nyatakan pada awal perang baru-baru ini tetapi gagal dicapai melalui serangan militer,” kata kementerian tersebut dalam sebuah pernyataan yang dimuat oleh media Iran. (ard)











Discussion about this post