• Nasional & Opini
    • Politik
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • HanKam
    • Daerah
    • Kesehatan
    • Edukasi
    • Opini
    • English Version
  • World
    • Economy
    • Politic
    • Law
    • Culture
    • Islam
    • Freedom for Palestine
    • Umra & Hajj
    • Tourism
  • Ekonomi
    • Bisnis & Wirausaha
    • Common
    • Islami
    • Property
    • CSR
  • Nusantara
    • Metro
    • Urban
    • Guru Kita
    • Prestasi
    • Profil Perubahan
    • Wisata
  • Healtech
    • Hidup Sehat
    • Riset
    • Teknologi
    • Gadget
  • Auto-Sport & Hobby
    • Aneka Olah Raga
    • Sepeda
    • Golf
    • Auto
    • Fauna & Flora Care
  • Change
    • Motivasi
    • Entrepreneurship
    • Pensiun Sehat
  • Syar’i
    • Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
    • Muslim Fashion
    • Harmoni Keluarga
    • Griya Harmoni
    • Psikologi
    • Masjid & Activity
  • People & Activity
    • Figure
    • Community
    • Society
    • Social
    • Event
    • Podcast Ladders to be Leaders
  • KAMU KUAT!
    • Kanal Kamu Kuat
    • Podcast KAMU KUAT
  • Youth
    • Smart Teens
    • Students
    • School Story
    • Campuss Story
    • Millennial
  • Kuliner
    • Resto
    • Kaki Lima
    • Resep
  • City Jour & Video
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Syar'i Psikologi

Alasan Pentingnya Kejujuran dalam Kehidupan Menurut Al Qur’an dan Hadist

by Avesiar
10 Juli 2026 | 23:31 WIB
in Psikologi
Reading Time: 4 mins read
A A
Alasan Pentingnya Kejujuran dalam Kehidupan Menurut Al Qur’an dan Hadist

Ilustrasi. Foto: Freepik

Avesiar – Jakarta

Islam mengajarkan tentang kejujuran, karena kejujuran akan membawa pada kebaikan setiap Muslim. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman tentang perkataan setiap hamba-Nya yang dalam pengawasan-Nya:

“Tidaklah seorang manusia mengucapkan satu perkataan, melainkan padanya ada malaikat-malaikat yang mengawasinya.” (QS. Qaf : 18)

Dilansir dari laman Nahdlatul Ulama tentang materi khutbah Jum’at berjudul, “Jangan Gadaikan Kejujuran demi Kepentingan Dunia”, dituliskan bahwa kejujuran adalah akhlak mulia yang menjadi ciri seorang mukmin. Jangan sampai kepentingan dunia membuat kita mengorbankan amanah dan kebenaran, karena kejujuran selalu mendatangkan keberkahan serta ridha Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Seorang Muslim diajak untuk menggunakan usia yang Allah anugerahkan dengan memperbanyak ketaatan, menjaga kejujuran, dan menjauhkan diri dari segala kemaksiatan.  

Saat ini kejujuran seolah menjadi nilai yang semakin langka. Tidak sedikit orang rela mengorbankan kejujuran demi mempertahankan jabatan, meraih keuntungan, atau memenuhi ambisi pribadi.

Kejahatan korupsi, penyalahgunaan wewenang, manipulasi data, hingga suap hampir setiap hari menghiasi pemberitaan di media massa dan media sosial.

Dalam laporan Transparency International tahun 2025. Indonesia memperoleh skor 34 dan berada di peringkat ke-109 dari 180 negara dalam Indeks Persepsi Korupsi.

Bacaan Terkait :

Apa yang Kamu Ketahui Tentang Integritas?

Berbohong untuk Menyenangkan Orang, Baik atau Nggak Ya?

Load More

Laporan tersebut menjadi pengingat bahwa praktik menggadaikan kejujuran demi kepentingan pribadi masih menjadi persoalan serius di negeri ini.  

Padahal, dalam Islam, segala bentuk pengkhianatan terhadap amanah, kebohongan, dan tindakan curang merupakan perbuatan yang diharamkan.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala dengan tegas berfirman:

“Janganlah kamu campuradukkan kebenaran dengan kebatilan dan (jangan pula) kamu sembunyikan kebenaran, sedangkan kamu mengetahui(-nya).” (QS. Al-Baqarah, [2]: 42).  

Ayat Al Qur’an tersebuta turun dalam konteks Ahli Kitab yang menyembunyikan kebenaran tentang kenabian Muhammad Shallallahu Alaihi Wassalam demi mempertahankan kedudukan dan kepentingan mereka.

Namun secara umum, ia mengandung makna yang sama dengan tema khutbah kita saat ini, yaitu larangan mencampuradukkan kebenaran dengan kebohongan hanya karena adanya kepentingan.  

Hal ini sebagaimana disampaikan oleh Ibnu Abbas dan dikutip oleh Imam Ibnu Katsir dalam kitab Tafsir Al-Qur’anil Azim, jilid I, halaman 245, yaitu:

“Dari Ibnu Abbas: ‘Janganlah kamu campuradukkan kebenaran dengan kebatilan, maksudnya janganlah kamu mencampuradukkan kebenaran dengan kebatilan, dan kejujuran dengan kebohongan.”  

Peringatan ini sangat relevan dengan kehidupan kita saat ini. Tidak sedikit orang yang mengetahui kebenaran, tetapi memilih diam karena takut kehilangan jabatan, relasi, atau keuntungan. 

Banyak terjadi peristiwa yang dengan sengaja memutarbalikkan fakta, memberikan kesaksian palsu, memanipulasi data, bahkan menghalalkan kebohongan demi meraih kepentingan pribadi atau kelompok.

Semua itu merupakan bentuk pengkhianatan terhadap amanah yang akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Contoh-contoh yang dapat kita temukan tentang hal ini dalam kehidupan sehari-hari, misalnya: Seorang pejabat atau pengelola keuangan yang mencampuradukkan hak negara dengan keperluan pribadi, menyusun laporan yang tak sesuai kenyataan, atau menyembunyikan kesalahan agar tak tersingkir dari posisi.  

Seorang pedagang atau pengusaha yang menurunkan kualitas barangnya tanpa memberitahu pembeli, mengurangi takaran dan timbangan, atau memuji barang dengan berlebihan tetapi menyembunyikan cacatnya.  

Seorang pelajar yang menyontek saat ujian atau meminta nilai lebih dengan alasan tertentu padahal tidak berusaha dengan sungguh-sungguh.

Seorang tenaga pelayan seperti dokter atau tenaga teknis yang menjual jasa yang tidak perlu hanya demi menambah penghasilan atau menyembunyikan kekurangan hasil kerja agar tidak digugat.  

Belum lagi pengguna media sosial yang menyebarkan berita yang belum jelas kebenarannya, memanipulasi fakta, atau membuat konten hoaks demi mendapatkan banyak penonton dan  keuntungan  iklan.  

Tidak hanya itu, ada banyak lagi contoh-contoh lain yang sama dengan semua contoh yang telah disebutkan ini. Semua itu merupakan praktik nyata dari menggadaikan kejujuran demi kepentingan agar bisa mendapatkan banyak keuntungan materi.  

Padahal, praktik semacam ini sangat dilarang dalam Islam, sebagaimana ditegaskan dalam salah satu riwayat, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam bersabda:

 “Hendaklah kalian berlaku jujur, karena ia menuntun pada kebaikan, dan keduanya berada di dalam surga. Dan jauhilah berbohong, karena ia menuntun pada perbuatan buruk, dan keduanya berada di dalam neraka.” (HR. Ahmad).

Karena itu, jangan pernah menggadaikan  kejujuran demi kepentingan sesaat. Jabatan bisa berakhir, harta bisa habis, dan pujian manusia akan sirna. Namun, dosa akibat kebohongan dan pengkhianatan amanah akan tetap tercatat hingga dipertanggungjawabkan di hadapan Allah Subhanahu Wa Ta’ala pada hari kiamat.

Jadikan kejujuran sebagai prinsip hidup yang tidak dapat ditawar oleh kepentingan apa pun. Jangan pernah gadaikan kejujuran demi jabatan, kekayaan, keuntungan atau alasan lainnya, sebab sesuatu yang diperoleh dengan cara berbohong sangat tidak dibenarkan dalam Islam. (adm)

Tags: JujurJujur Menurut IslamKejujuran
ShareTweetSendShare
Previous Post

Kematian Capai 5120 Jiwa di Jerman Akibat Gelombang Panas Selama Juni, di Antaranya 2.950 Lansia

Next Post

Penumpang 61 Tahun Nyaris Tersedot Keluar Jendela Pesawat yang Pecah, Beruntung Istrinya Memegang Kakinya

Mungkin Anda Juga Suka :

Kenali “Dry Begging”, Bentuk Manipulasi Emosional yang Terjadi di Kehidupan Sehari-hari

Kenali “Dry Begging”, Bentuk Manipulasi Emosional yang Terjadi di Kehidupan Sehari-hari

4 Oktober 2026

...

Ciri-ciri Tukang Hasud dan Adu Domba yang Harus Diwaspadai dengan Bijak

Ciri-ciri Tukang Hasud dan Adu Domba yang Harus Diwaspadai dengan Bijak

22 September 2026

...

Jiwa dan Hati yang Luka Namun Tidak Berdarah, Dengki atau Hasad Menurut Terminologi dan Syariat

Jiwa dan Hati yang Luka Namun Tidak Berdarah, Dengki atau Hasad Menurut Terminologi dan Syariat

21 September 2026

...

Memberikan Arahan yang Jujur Berorientasi Kebaikan adalah Hak Seorang Muslim atas Saudaranya

Memberikan Arahan yang Jujur Berorientasi Kebaikan adalah Hak Seorang Muslim atas Saudaranya

19 September 2026

...

Mendapatkan Ridho Allah Akibat Memudahkan Urusan Orang Lain

Mendapatkan Ridho Allah Akibat Memudahkan Urusan Orang Lain

4 September 2026

...

Load More
Next Post
Penumpang 61 Tahun Nyaris Tersedot Keluar Jendela Pesawat yang Pecah, Beruntung Istrinya Memegang Kakinya

Penumpang 61 Tahun Nyaris Tersedot Keluar Jendela Pesawat yang Pecah, Beruntung Istrinya Memegang Kakinya

Pemilu Akan Digelar Bangladesh Pekan Ini Paska Penggulingan dan Pengasingan PM Hasina Agustus 2024

Presiden Palestina Umumkan Pemilu 28 November

Discussion about this post

TERKINI

Buka Kedutaan Besar di Al-Quds yang Diduduki, Iran Kecam Keras Kolombia

16 Oktober 2026

Pelantikan Jenderal Tandyo Budi Revita Sebagai KSAD dan Jenderal Maruli Simanjuntak Sebagai Wakil Panglima TNI

16 Oktober 2026

Pernyataan Sikap MUI, Pembatalan Konser Andrea Bocelli Simpatisan Israel di Indonesia Harus Dilakukan

16 Oktober 2026

Presiden Prabowo Tegaskan Swasembada Beras Perkuat Fondasi Ketahanan Pangan Nasional

15 Oktober 2026

Remitansi Mesir Mencapai Rekor 33,9 Miliar Dolar Saat Perang Timur Tengah Berlangsung

14 Oktober 2026

Tekan Biaya Internet, Kemkomdigi Kaji Perluasan Jaringan Internet Tetap atau Fixed Broadband

14 Oktober 2026

Pesan yang Disampaikan Habib Umar bin Hafidz Saat Silaturahmi ke Kantor PBNU

13 Oktober 2026

Timur Tengah Memanas, Kemenhaj Pastikan jemaah Aman dan Instruksikan Travel Umrah Pantau Kondisi Jemaahnya

13 Oktober 2026

Pasokan Minyak Global Semakin Parah, Kecuali Selat Hormuz Dibuka Kembali Sepenuhnya

12 Oktober 2026

Camilan yang Membuat Gigi Anda dan Anak-anak Berlubang serta Cara Menyiasati dalam Menikmatinya

11 Oktober 2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© 2017 Avesiar.com - All Rights Reserved

  • Nasional & Opini
    • Politik
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • HanKam
    • Daerah
    • Kesehatan
    • Edukasi
    • Opini
    • English Version
  • World
    • Economy
    • Politic
    • Law
    • Culture
    • Islam
    • Freedom for Palestine
    • Umra & Hajj
    • Tourism
  • Ekonomi
    • Bisnis & Wirausaha
    • Common
    • Islami
    • Property
    • CSR
  • Nusantara
    • Metro
    • Urban
    • Guru Kita
    • Prestasi
    • Profil Perubahan
    • Wisata
  • Healtech
    • Hidup Sehat
    • Riset
    • Teknologi
    • Gadget
  • Auto-Sport & Hobby
    • Aneka Olah Raga
    • Sepeda
    • Golf
    • Auto
    • Fauna & Flora Care
  • Change
    • Motivasi
    • Entrepreneurship
    • Pensiun Sehat
  • Syar’i
    • Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
    • Muslim Fashion
    • Harmoni Keluarga
    • Griya Harmoni
    • Psikologi
    • Masjid & Activity
  • People & Activity
    • Figure
    • Community
    • Society
    • Social
    • Event
    • Podcast Ladders to be Leaders
  • KAMU KUAT!
    • Kanal Kamu Kuat
    • Podcast KAMU KUAT
  • Youth
    • Smart Teens
    • Students
    • School Story
    • Campuss Story
    • Millennial
  • Kuliner
    • Resto
    • Kaki Lima
    • Resep
  • City Jour & Video