Avesiar – Jakarta
Janji Allah Subhanahu Wa Ta’ala pasti benar. Ketika Allah berfirman dalam Al Qur’an bahwa Dia akan meninggikan derajat hamba-hamba-Nya yang berilmu dan beriman, tentu hal ini sudah terlihat dalam sejarah manusia.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala senantiasa meninggikan derajat para nabi-nabi, para wali, para ulama, dan orang-orang yang mengajarkan ilmu agama serta mengajak kepada kebenaran dan kebaikan akhirat dan dunia.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala meninggikan derajat orang yang Dia Kehendak sebagaimana firman-Nya dalam Al Qur’an, Surah Al An’am, ayat 83:
“Dan itulah keterangan Kami yang Kami berikan kepada Ibrahim untuk menghadapi kaumnya. Kami tinggikan derajat siapa yang Kami kehendaki. Sesungguhnya Tuhanmu Maha Bijaksana, Maha Mengetahui.”
Dikutip dari laman Al Ma’some, Selasa (7/4/2026), dalam tafsir lengkap Kementrian Agama RI menjelaskan bahwa Allah menegaskan bahwa bukti-bukti kebenaran yang ditujukan Allah kepada Nabi Ibrahim Alaihissalam dengan maksud agar kaumnya dapat menggunakan pikirannya untuk dapat menilai kebenaran bukti-bukti itu dan menerimanya dengan sepenuh hati, sehingga mereka meninggalkan kemusyrikan, berpindah kepada agama tauhid yang memang sesuai dengan fitrah.
Untuk menarik minat kaumnya agar kembali kepada agama tauhid dan sebagai hiburan terhadap perjuangan Nabi Ibrahim Alaihissalam, Allah menjanjikan bahwa Allah akan mengangkat derajat hamba-hamba yang dikehendaki-Nya beberapa derajat, dalam bidang ilmu pengetahuan dan hikmah atau kearifan dan derajat yang diperoleh Nabi Ibrahim adalah kemampuan memberikan hujjah, kemampuan memimpin dan bertindak bijaksana. Kesemuanya adalah derajat kesempurnaan.
Selain itu, ia juga diberi derajat kenabian dan kerasulan yang merupakan derajat tertinggi yang dapat dicapai manusia. Hal ini sesuai dengan firman Allah:
“Rasul-rasul itu Kami lebihkan sebagian mereka dari sebagian yang lain. Di antara mereka ada yang (langsung) Allah berfirman dengannya dan sebagian lagi ada yang ditinggikan-Nya beberapa derajat.” (al-Baqarah/2: 253)
Pada akhir ayat ini Allah menegaskan bahwa Dia Mahabijaksana dalam mengangkat atau menjatuhkan derajat seseorang. Dia juga Maha Mengetahui keadaan orang yang berhak menerima derajat itu.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala meninggikan derajat orang beriman;
“Dan janganlah kamu (merasa) lemah, dan jangan (pula) bersedih hati, sebab kamu paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang yang beriman.” (QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 139)
“Mereka itulah orang-orang yang benar-benar beriman. Mereka akan memperoleh derajat (tinggi) di sisi Tuhannya dan ampunan serta rezeki (nikmat) yang mulia.” (QS. Al-Anfal 8: Ayat 4)
Allah Subhanahu Wa Ta’ala meninggikan detajat orang beriman dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwanya
“Tidaklah sama antara orang beriman yang duduk (yang tidak turut berperang) tanpa mempunyai uzur (halangan) dengan orang yang berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwanya. Allah melebihkan derajat orang-orang yang berjihad dengan harta dan jiwanya atas orang-orang yang duduk (tidak ikut berperang tanpa halangan). Kepada masing-masing, Allah menjanjikan (pahala) yang baik (surga) dan Allah melebihkan orang-orang yang berjihad atas orang yang duduk dengan pahala yang besar.” (QS. An-Nisa’ 4: Ayat 95)
Allah Subhanahu Wa Ta’ala meninggikan derajat para nabi.
“Dan Ismail, Ilyasa’, Yunus, dan Luth. Masing-masing Kami lebihkan (derajatnya) di atas umat lain (pada masanya),” (QS. Al-An’am 6: Ayat 86)
Allah Subhanahu Wa Ta’ala meninggikan derajat orang beriman, berhijrah dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwa.
“Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah, dengan harta dan jiwa mereka, adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah. Mereka itulah orang-orang yang memperoleh kemenangan.” (QS. At-Taubah 9: Ayat 20)
Allah Subhanahu Wa Ta’ala meninggikan derajat orang beriman dan mengerjakan kebajikan
“Tetapi barang siapa datang kepada-Nya dalam keadaan beriman, dan telah mengerjakan kebajikan, maka mereka itulah orang yang memperoleh derajat yang tinggi (mulia),” (QS. Ta-Ha 20: Ayat 75)
Allah Subhanahu Wa Ta’ala meninggikan derajat orang beriman dan berilmu.
“Wahai orang-orang yang beriman! Apabila dikatakan kepadamu, Berilah kelapangan di dalam majelis-majelis, maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan, Berdirilah kamu, maka berdirilah, niscaya Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui terhadap apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Mujadilah 58: Ayat 11)
Doa supaya keimanan terus meningkat dan tidak dicondongkan kepada kesesatan;
Robbana atina min ladunka rohmah,wahayyi’lana min amrina rosyadaa
“Ya Tuhan Kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah petunjuk yang lurus bagi kami dalam urusan kami.” (QS. Al-Kahf 18: Ayat 10)
(put)













Discussion about this post