Avesiar – Jakarta
Arafah akan dipenuhi sekitar 1,8 juta jemaah haji sebagai puncak dari ibadah dari rukun Islam ke-5. Sebagaimana dilansir TRT World, Selasa (26/5/2026). Para jemaah menuju Arafah di Arab Saudi bagian barat
Pemantauan kepada para jemaah haji dilakukan secara ketat oleh pasukan keamanan yang ditempatkan di sepanjang rute dan jalan setapak untuk mengelola kerumunan sesuai dengan rencana yang telah disetujui, menurut Kantor Berita Saudi (SPA).
Lalu lintas lancar saat jemaah melakukan perjalanan dari Mina ke Arafah, seperti dilaporkan SPA.
Di Arafah, mereka akan melaksanakan salat Zuhur dan Ashar dalam bentuk gabungan dan singkat di Masjid Namirah.
Saat matahari terbenam, mereka akan melanjutkan perjalanan ke Muzdalifah, di mana mereka akan melaksanakan salat Maghrib dan Isya, kemudian bermalam hingga fajar keesokan harinya.
Ritual haji secara resmi dimulai pada hari Senin dengan kedatangan para jamaah di Mina, Arab Saudi bagian barat, di tengah layanan dan langkah-langkah keamanan yang ekstensif yang bertujuan untuk memfasilitasi ibadah haji.
Musim haji selama enam hari meliputi berdiri di Arafah pada hari Selasa, menginap di Muzdalifah, ritual pelemparan batu simbolis, dan tawaf perpisahan di Ka’bah di Masjidil Haram di Mekah.
Di sisi lain, otoritas Saudi telah memperluas langkah-langkah organisasi dan keamanan untuk musim haji 2026, termasuk penggunaan teknologi pengawasan dan sistem pemantauan kerumunan untuk mengelola pergerakan jamaah dan mencegah masuknya orang yang tidak berwenang ke tempat-tempat suci. (ard)











Discussion about this post