Avesiar – Jakarta
Jumlah kelompok terbang atau kloter yang telah diberangkatkan melalui Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah, hingga Sabtu, 20 Juni 2026, sebanyak 267 kloter yang terdiri dari atas 103.687 jemaah dan 1.066 petugas. Dengan demikian total yang dipulangkan melalui Jeddah mencapai 104.753 orang.
Sedangkan jumlah yang diberangkatkan melalui Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz, Madinah, sebanyak 70 kloter yang membawa 26.898 jemaah dan 281 petugas, dengan jumlah keseluruhan 27.179 orang.
Secara kumulatif, sebanyak 329 kloter telah tiba di Indonesia, terdiri atas 127.709 jemaah dan 1.316 petugas. Sehingga total jemaah dan petugas yang telah kembali ke Tanah Air mencapai 129.025 orang.
Pergerakan jemaah dari Makkah menuju Madinah juga terus berlangsung. Hingga hari ini, sebanyak 226 kloter yang terdiri atas 86.592 jemaah dan 904 petugas telah diberangkatkan, dengan total 87.496 orang. Adapun jemaah haji khusus yang telah kembali ke Indonesia berjumlah 15.802 orang, terdiri atas 15.066 jemaah dan 736 petugas.
Juru Bicara Kemenhaj Maria Assegaff menyampaikan apresiasi kepada seluruh jemaah, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji, petugas kloter, tenaga kesehatan, petugas sektor, serta seluruh unsur pendukung yang terus bekerja memastikan proses pemulangan berjalan aman, tertib, dan lancar.
Penghargaan juga disampaikan kepada Pemerintah Kerajaan Arab Saudi dan seluruh otoritas terkait atas dukungan serta kerja sama selama penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M.
“Dari Tanah Suci, jemaah tidak hanya membawa pulang kerinduan kepada keluarga, tetapi juga semangat kemabruran. Semoga kepulangan ini menjadi awal untuk menebarkan kebaikan dan membangun peradaban yang lebih baik,” tandas Maria.
Kementerian Haji dan Umrah mengajak jemaah haji menjadikan kepulangan dari Tanah Suci sebagai awal untuk menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi keluarga, lingkungan, dan masyarakat.
Maria mengatakan, nilai-nilai yang tumbuh selama menjalankan ibadah haji, seperti kesabaran, kedisiplinan, kepedulian, persaudaraan, dan keikhlasan, perlu terus dijaga setelah jemaah kembali ke Tanah Air.
“Perjalanan haji tidak berhenti ketika jemaah tiba di rumah. Justru dari sanalah pengabdian baru dimulai. Nilai kemabruran harus tercermin dalam sikap, kepedulian, serta kontribusi nyata kepada keluarga dan masyarakat,” ujar Maria di Makkah, Sabtu (20/6/2026). (put)










Discussion about this post