Avesiar – Jakarta
Banyaknya teman adalah hal yang biasa dalam kehidupan sosial manusia yang haus akan pengakuan dan mengikuti arus perilaku di masyarakat. Namun, dalam hal spiritual mendekatkan diri kepada Allah dan penguatan hati, ternyata menyendiri atau uzlah adalah pilihan para orang-orang bijak.
Dilansir laman Nahdlatul Ulama, Senin (23/2/2026), Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Ahmad Mustofa Bisri atau akrab disapa Gus Mus, menjelaskan makna uzlah sebagai jalan menyendiri yang justru menguatkan hati dan mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
Menurutnya, kesepian tidak perlu ditakuti karena dapat menjadi ruang perenungan yang memperkokoh spiritualitas seseorang.
Ia kembali mengingatkan bahwa kalbu atau hati itu paling bermanfaat jika diisi uzlah dalam medan tafakur. Jika uzlah atau menyendiri hanya untuk tidur, itu tidak ada manfaatnya bagi hati. “Yang dimaksud uzlah adalah menyendiri untuk berpikir dan merenung,” katanya
“Kalau merasa kesepian, carilah Allah. Memang begitu tempatnya. Kalau kamu punya banyak teman lalu tidak ingat kepada Allah, ke sini ada yang mentraktir, ke sana ada yang menyenangkanmu, akhirnya kamu jadi lalai. Tapi kalau tidak kenal siapa-siapa, tidak dikenal orang sama sekali, merasa sepi, maka temanmu hanya Allah,” ujar Gus Mus.
Gus Mus lewat pengajian tersebut menekankan pentingnya menanamkan diri dalam “tanah ketersembunyian” agar pertumbuhan spiritual berlangsung dengan baik. Ia mengingatkan, tidak ada yang lebih bermanfaat bagi hati (qalb) selain uzlah atau menyendiri yang diisi dengan tafakur (perenungan).
“Apa yang paling bermanfaat bagi hati? Tidak ada yang lebih bermanfaat bagi hati selain uzlah, menyendiri yang diisi dengan tafakur,” tuturnya.
Tidak hanya itu, Gus Mus juga menjelaskan konsep diri menurut Imam Al-Ghazali. Manusia diibaratkan sebagai sebuah kerajaan. Qalb (hati) adalah raja, pikiran bertindak sebagai perdana menteri, sedangkan anggota tubuh seperti tangan, mata, telinga, dan kaki merupakan para punggawa yang menjalankan perintah.
“Mata melihat lalu memberi laporan kepada perdana menteri (pikiran): ini begini, itu begitu, sebaiknya bagaimana? Lalu pikiran mengambil keputusan dan menyampaikannya kepada raja (qalb). Raja menyetujui, seolah-olah menandatangani. Maka lahirlah sebuah perilaku,” bebernya.
Menjaga dan menyehatkan qalb sebagai raja dalam diri menjadi hal yang utama. Gus Mus mengutip untaian hikmah Ibnu Athaillah, bahwa uzlah yang diisi dengan tafakur merupakan cara paling efektif untuk merawat hati.
“Artinya, menyendiri yang diisi dengan perenungan. Di situ kamu bisa merenung dengan tenang: aku ini diciptakan Allah untuk apa?” ujar Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin, Leteh, Rembang, Jawa Tengah itu.
Dalam tradisi tasawuf, jelas Gus Mus, uzlah tidak selalu berarti mengasingkan diri secara fisik. Ada tingkatan yang lebih tinggi, yang dalam istilah Jawa dikenal sebagai tapangrame atau poso ngrame, yakni kemampuan untuk tetap menyendiri secara batin di tengah keramaian.
“Kalau tapa yang tidak ramai biasanya di gunung, di dalam gua, di hutan. untuk membersihkan hati. Namun yang lebih tinggi adalah tapa ngrame: menyendiri di tengah keramaian. Misalnya di pasar. Di pasar itu sulit, terganggu penjual, terganggu pembeli. Tapi orang yang bisa tapa ngrame justru di situ ia tetap damai, tidak terpengaruh apa pun,” ungkapnya.
Pesan dari kiai yang juga budayawan ini adalah agar setiap orang belajar menyembunyikan diri dari popularitas dan pujian. Dengan menanamkan diri di ardil khumul atau tanah ketersembunyian, pertumbuhan batin akan menjadi lebih terarah dan sempurna.
Menurut para ahli tasawuf, lanjut Gus Mus, hati (qalb) itu seperti cermin. Jika seseorang banyak dosa, hatinya kotor oleh iri, dengki, sombong, dan berbagai penyakit batin lainnya, maka cermin itu menjadi buram. “Padahal cermin yang seharusnya bisa memantulkan sesuatu tidak akan bisa memantulkan apa-apa jika tertutup kotoran. Jika dibersihkan sampai benar-benar bersih, barulah ia mampu memantulkan apa yang ada di hadapannya,” ungkapnya. (adm)










Discussion about this post