• Nasional & Opini
    • Politik
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • HanKam
    • Daerah
    • Kesehatan
    • Edukasi
    • Opini
    • English Version
  • World
    • Economy
    • Politic
    • Law
    • Culture
    • Islam
    • Freedom for Palestine
    • Umra & Hajj
    • Tourism
  • Ekonomi
    • Bisnis & Wirausaha
    • Common
    • Islami
    • Property
    • CSR
  • Nusantara
    • Metro
    • Urban
    • Guru Kita
    • Prestasi
    • Profil Perubahan
    • Wisata
  • Healtech
    • Hidup Sehat
    • Riset
    • Teknologi
    • Gadget
  • Auto-Sport & Hobby
    • Aneka Olah Raga
    • Sepeda
    • Golf
    • Auto
    • Fauna & Flora Care
  • Change
    • Motivasi
    • Entrepreneurship
    • Pensiun Sehat
  • Syar’i
    • Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
    • Muslim Fashion
    • Harmoni Keluarga
    • Griya Harmoni
    • Psikologi
    • Masjid & Activity
  • People & Activity
    • Figure
    • Community
    • Society
    • Social
    • Event
    • Podcast Ladders to be Leaders
  • KAMU KUAT!
    • Kanal Kamu Kuat
    • Podcast KAMU KUAT
  • Youth
    • Smart Teens
    • Students
    • School Story
    • Campuss Story
    • Millennial
  • Kuliner
    • Resto
    • Kaki Lima
    • Resep
  • City Jour & Video
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Healtech Hidup Sehat

Dzikir Sebagai Obat Hati dan Bagaimana Mereka Membuktikannya

by Ave Rosa
15 Juni 2025 | 23:53 WIB
in Hidup Sehat
Reading Time: 9 mins read
A A
Dzikir Sebagai Obat Hati dan Bagaimana Mereka Membuktikannya

Ilustrasi. Foto: ist & via Dream.co.id. Kolase: Avesiar.com

Avesiar – Jakarta

Berdzikir mengingat Allah Subhanahu Wa Ta’ala adalah cara yang jitu untuk merasakan ketentraman hati. Sebagai firman Allah dalam Al Qur’an,

“Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah, hati menjadi tenteram.” (QS. Ar-Ra’d: 28)

Dalam hiruk-pikuk kehidupan modern yang begitu cepat dan melelahkan, sering kali hati terasa gelisah, jiwa hampa, dan pikiran dipenuhi kecemasan. Di tengah kesibukan itu, Islam menawarkan sebuah amalan yang sederhana namun luar biasa: dzikir, yaitu mengingat Allah Subhanahu Wa Ta’ala dalam setiap waktu dan keadaan.

Dzikir bukan hanya serangkaian lafaz yang diucapkan, tapi ia adalah napas ruhani yang menenangkan, menguatkan, dan menuntun jiwa untuk terus terhubung dengan Sang Pencipta. Berikut adalah ulasan tentang dzikir dikutip dari berbagai sumber.

Apa Itu Dzikir?

Secara bahasa, dzikir berasal dari kata dzakara – yadzkuru – dzikran yang berarti mengingat, menyebut, atau menuturkan. Sementara dalam istilah Islam, dzikir adalah aktivitas mengingat dan menyebut nama Allah, baik dengan lisan, hati, maupun perbuatan, yang bertujuan untuk mendekatkan diri kepada-Nya.

Dalil-Dalil Tentang Dzikir

Bacaan Terkait :

Uzlah di Tengah Keramaian Wujud Menyendiri yang Menguatkan Hati, Pesan Mustasyar PBNU Gus Mus

Dzikir yang Dibagikan Gus Baha Ini Paling Ditakuti Setan dan Jin Jahat, Efeknya Tidak Akan Diganggu Sampai 7 Turunan

Bahagianya Berzikir di Kala Susah dan Senang Sebagaimana Dicontohkan Rasulullah SAW

Load More

Dzikir bukan hanya sebuah anjuran, melainkan perintah langsung dari Allah dalam banyak ayat Al-Qur’an. Di antaranya :

• QS. Al-Ahzab (33:41-42)

“Hai orang-orang yang beriman, berdzikirlah (ingatlah) kepada Allah dengan dzikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya di waktu pagi dan petang.”

• QS. Ar-Ra’d (13:28)

“Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.”

• QS. Al-Jumu’ah (62:10)

“…dan ingatlah Allah banyak-banyak agar kamu beruntung.”

Melalui ayat-ayat ini, jelas bahwa dzikir adalah sumber ketenangan, keberuntungan, dan kedekatan dengan Allah.

Bentuk-Bentuk Dzikir

• Dzikir Lisan: Seperti mengucapkan Subhanallah, Alhamdulillah, Allahu Akbar, Laa ilaaha illallah, membaca Al-Qur’an, istighfar, dan sholawat.

• Dzikir Hati: Merenungkan kebesaran Allah, merasa diawasi oleh-Nya (muraqabah), serta bersyukur atas nikmat-Nya.

• Dzikir Perbuatan: Melaksanakan amal saleh, menjauhi larangan Allah, dan berlaku baik kepada sesama. Bahkan diam karena menjaga diri dari dosa pun termasuk dzikir.

Keutamaan Dzikir

• Menenangkan hati: Menjadi obat bagi jiwa yang resah.

• Menguatkan iman: Menjaga hubungan hati dengan Allah secara konsisten.

• Mendatangkan rahmat: Dzikir menjadi magnet kasih sayang Allah.

• Mendatangkan rezeki: Membuka pintu keberkahan dalam hidup.

• Menjauhkan dari kelalaian: Menghindarkan dari perbuatan sia-sia dan maksiat.

• Pahala tak terbatas: Dzikir yang dilakukan dengan ikhlas akan dicatat sebagai ibadah yang besar nilainya.

Tingkatan Dzikir

KH Zakky Mubarak menyebutkan bahwa dzikir memiliki beberapa tingkatan:

• Dzikir Lisan Saja: Tanpa penghayatan hati. Meski paling dasar, tetap memiliki keutamaan.

• Dzikir Lisan dan Hati: Mulai ada rasa khusyuk, meski kadang masih terdistraksi oleh dunia.

• Dzikir Penuh Kesadaran: Dzikir yang benar-benar menghadirkan Allah dalam hati, seakan tiada yang lain selain Dia. Ini adalah tingkatan yang tinggi dan menjadi tujuan para ahli dzikir.

Namun, tak perlu menunggu sempurna untuk memulai. Dzikir di tingkatan manapun tetap lebih baik daripada tidak berdzikir sama sekali.

Urutan Dzikir Setelah Sholat Fardhu

Setelah menunaikan sholat fardhu, dzikir menjadi pelengkap dan penutup yang penuh keberkahan. Berikut urutan yang biasa diamalkan :

• Istighfar: Astaghfirullahal ‘adzim (3x)

• Tasbih: Subhanallah (33x)

• Tahmid: Alhamdulillah (33x)

• Takbir: Allahu Akbar (33x)

• Tahlil: Laa ilaaha illallah

• Ayat Kursi

• Surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Naas

• Doa penutup: Memohon kebaikan dunia dan akhirat.

Tips Berdzikir yang Benar

Agar dzikir lebih bermakna dan tidak sekadar rutinitas, perhatikan beberapa hal berikut:

• Khusyuk dan Ikhlas: Niatkan semata-mata untuk Allah.

• Pilih tempat yang tenang dan bersih.

• Menghadap kiblat saat memungkinkan.

• Gunakan jari atau tasbih sebagai alat bantu konsentrasi.

• Jangan mengeraskan suara secara berlebihan agar terhindar dari riya’.

• Konsisten dalam segala keadaan: Baik duduk, berdiri, bahkan dalam perjalanan.

• Sertakan sholawat agar dzikir makin sempurna.

• Dzikir disertai usaha: Karena dzikir bukan pengganti kerja keras, melainkan penguat niat dan langkah.

Dzikir bukanlah amalan yang sulit. Ia tidak memerlukan biaya, tidak butuh tempat khusus, dan bisa dilakukan kapan saja. Namun dampaknya luar biasa, menentramkan jiwa, mendekatkan diri kepada Allah, serta membawa keberkahan dalam hidup. Jadikan dzikir sebagai nafas spiritual harian, agar hati tak pernah sepi dari cahaya ilahi.

Ingatlah sabda Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam,

“Perumpamaan orang yang berdzikir kepada Rabb-nya dan yang tidak berdzikir, seperti orang yang hidup dan orang yang mati.” (HR. Bukhari)

Mari kita hidupkan hati kita dengan dzikir, dan biarkan jiwa kita senantiasa terang bersama cahaya Allah.

Ratna Budhiani Mulia, Ibu Rumah Tangga

Ratna Budhiani Mulia, Ibu Rumah Tangga. Foto: istimewa

Bagi Ratna, dzikir adalah obat hati paling manjur. “Dzikir sebagai penenang hati dan jiwa, terutama ketika hati sedang dalam keadaan yang tidak stabil,” ungkapnya. Di tengah kesibukan, tekanan, dan bahkan saat berada jauh dari keluarga, dzikir menjadi tempatnya bersandar.

Ia pun membagikan sebuah momen mendalam “Ketika orangtua yang jauh di kampung halaman sedang sakit atau tertimpa musibah, dan kami sebagai anak-anak belum bisa segera hadir di sampingnya.” Dalam situasi seperti itu, dzikir menjadi tali penghubung antara hati yang gundah dan harapan kepada Allah.

Dzikir bukan hanya rutinitas lisan, tapi pembentuk karakter. “Dengan dzikir dan menyebut asma Allah, emosi yang berlebihan bisa mereda, hati yang tinggi bisa direndahkan. Dzikir mengikis takabur dan dunia yang terlalu mendominasi hati,” tutur Ratna dengan penuh keyakinan. Bagi seorang muslimah, hal ini sangat penting agar tetap fokus pada apa yang benar-benar berarti, keluarga, kebaikan, dan pengabdian.

Saat dunia modern terus mendorong kita untuk bergerak cepat, Ratna justru memilih menenangkan langkah. “Saya berusaha memprioritaskan pikiran pada sujud (shalat), menjadikannya hal utama sebelum menjalani kegiatan sehari-hari,” katanya. Dengan cara ini, dzikir bukan hanya jadi kegiatan tambahan, tetapi menjadi pondasi keseharian.

Dua kalimat dzikir yang paling sering Ratna lantunkan adalah “Astaghfirullah” dan “Alhamdulillah.” Keduanya sederhana, namun sangat bermakna. “Astaghfirullah mengingatkan saya pada banyaknya kesalahan, dan Alhamdulillah membantu saya selalu bersyukur atas nikmat sekecil apapun,” ujarnya. Dzikir-dzikir ini mampu menenangkan hati dan menguatkan langkahnya dalam menjalani hidup.

Di zaman di mana banyak orang dilanda kecemasan, dzikir adalah tameng. Ratna menyadari betul pentingnya dzikir dalam menjaga stabilitas emosi. “Sangat berperan dalam segi spiritual, terutama saat ini ketika makin banyak hamba Allah yang tidak stabil secara emosional,” jelasnya. Dzikir menjadi penyeimbang, membasuh hati yang lelah dan merawat jiwa agar tetap teduh.

Fatmah, Ibu Rumah Tangga

Fatmah, Ibu Rumah Tangga. Foto: istimewa

Dalam hiruk pikuk kehidupan yang kian menuntut banyak hal dari seorang wanita, dzikir hadir sebagai pelipur jiwa yang menenangkan. Bagi Fatmah, seorang muslimah yang menjadikan dzikir sebagai bagian tak terpisahkan dalam hidupnya, dzikir bukan sekadar bacaan lisan, melainkan nafas kehidupan. Ia menjadi penyejuk hati, pemberi harapan, dan jalan untuk mendekat kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

“Dzikir bagi saya adalah hal yang sangat wajib dalam kehidupan saya, sebagai penenang hati dan untuk menjadi lebih dekat kepada Sang Maha Kuasa,” ungkap Fatmah dengan mantap. Di balik kesederhanaan kalimat itu, tersimpan kekuatan spiritual yang telah membentuk kesehariannya.

Bagi Fatmah, dzikir adalah cahaya dalam kegelapan, pelita yang menuntun langkah saat hidup terasa sulit dan berat. Ia tidak hanya melafalkannya, tapi menjadikannya sebagai teman akrab dalam setiap keadaan.

Fatmah berbagi momen yang tak akan pernah ia lupakan saat ia tengah berada dalam masa sulit mencari rezeki. “Saya tanamkan dzikir dalam keseharian saya. MasyaAllah, tidak disangka keajaiban datang dan Allah mempermudah semua jalannya,” kenangnya. Dalam keterbatasan dan kelelahan, ia menemukan kekuatan dari lantunan dzikir yang diyakininya akan membuka pintu langit.

Dzikir bukanlah mantra kosong. “Dzikir yang benar-benar diyakini dan diniatkan dalam hati,” kata Fatmah, adalah dzikir yang mampu menembus langit dan menggugah hati. Melalui dzikir, seorang muslimah akan dibentuk menjadi pribadi yang lembut, berserah, namun juga kuat dalam menghadapi hidup.

Di tengah arus modernisasi dan kesibukan yang tak henti-henti, Fatmah punya cara sederhana namun dalam: “Berzikir dalam segala hal. Jika memang sudah terbiasa, maka dengan sendirinya akan terbiasa,” jelasnya. Ia menekankan bahwa dzikir harus dibiasakan, bahkan saat sedang melakukan aktivitas duniawi. Karena dzikir sejatinya bukan hanya dilakukan di sajadah, tapi juga dalam hati yang terus terhubung kepada Allah.

Dua bacaan dzikir yang paling sering Fatmah amalkan adalah:

* “Astaghfirullah” (memohon ampun)

* “Laa ilaaha illa Anta, subhanaka inni kuntu minaz-zhalimin” — dzikir Nabi Yunus yang penuh keinsafan dan penyerahan diri.

Baginya, dzikir-dzikir ini sangat berpengaruh dalam kehidupan spiritual. Ia menjadi pengingat bahwa sebagai manusia, kita penuh kekurangan dan butuh ampunan serta pertolongan Allah setiap waktu.

Fatmah meyakini bahwa dzikir memiliki “pengaruh yang sangat besar” dalam menjaga ketenangan jiwa dan kesehatan mental seorang muslimah. Di saat tekanan hidup datang silih berganti baik dari sisi ekonomi, sosial, maupun emosional dzikir menjadi tempat berlindung yang tak pernah mengecewakan.

Mila, Ibu Rumah Tangga

Mila, Ibu Rumah Tangga. Foto: istimewa

 Mila, seorang muslimah yang menjadikan dzikir sebagai penyangga hatinya ketika badai kehidupan datang menyapa. Dalam kesederhanaannya, Mila mengajarkan bahwa kekuatan seorang wanita tidak selalu terlihat dari hal besar yang ia lakukan, tapi dari seberapa kuat ia bersandar kepada Allah saat segala hal terasa tak baik-baik saja.

“InshaAllah, berzikir tiap saat, termasuk dzikir pagi, petang, dan sebelum tidur,” ujar Mila. Bagi dirinya, dzikir adalah amalan yang mengiringi langkah-langkah kecil setiap hari tak perlu menunggu waktu khusus, karena setiap detik adalah momen untuk mengingat-Nya. Meski tak memiliki dzikir khusus, Mila merasakan manfaat besar dari membiasakan diri menyebut nama Allah. “Pasti sangat membantu untuk ketenangan hidup,” tambahnya.

Mila tak menyangkal bahwa hidup tidak selalu mudah. Ada masa-masa gelap, tekanan yang membebani, dan kenyataan yang jauh dari harapan. Namun di saat itulah, dzikir menjadi teman terbaiknya.

 “Maknanya sangat penting untuk kehidupan saya. Di saat keadaan sedang tidak baik-baik saja, dengan dzikir kita berharap dan pasrah kepada Yang Maha Segalanya,” ungkapnya dengan tulus.

Dzikir bukan sekadar lafaz, tapi sikap hati. Ia adalah bentuk pasrah, pengakuan bahwa kita tak mampu berdiri sendiri, dan tempat menggantungkan segala harap hanya pada Allah SWT.

Dari sekian banyak dzikir, istighfar menjadi yang paling sering Mila amalkan. “Karena sebelum menyalahkan keadaan, mohon ampun dulu. Barangkali ada kesalahan dari diri kita…” ucapnya bijak. Dalam pandangan Mila, sebelum kita menuntut perubahan dari luar, kita perlu membersihkan diri di dalam. Dzikir istighfar menjadi cermin untuk melihat ke dalam hati adakah ego, kelalaian, atau kealpaan yang membuat hidup terasa berat. (rst)

Tags: DzikirKetemtraKetentraman JiwaObat Hati
ShareTweetSendShare
Previous Post

Berbekam untuk Wanita, Seperti Apa?

Next Post

Jurnalis Turki Al-Jasser Dieksekusi Mati Arab Saudi Akibat Cuitan Kritisnya Memicu Gelombang Kritik

Mungkin Anda Juga Suka :

Kurangnya Kemampuan ADHD untuk Mempertahankan Realitas Emosional Suatu Hubungan dan Cara Memperkuat Ketahanan Emosional

Kurangnya Kemampuan ADHD untuk Mempertahankan Realitas Emosional Suatu Hubungan dan Cara Memperkuat Ketahanan Emosional

4 Agustus 2026

...

Posisi Duduk Memengaruhi Kesehatan, Menurut Ahli Fisioterapi

Posisi Duduk Memengaruhi Kesehatan, Menurut Ahli Fisioterapi

17 Juli 2026

...

Adab-adab dan Sunnah Minum yang Baik Bagi Kesehatan Menurut Islam

Adab-adab dan Sunnah Minum yang Baik Bagi Kesehatan Menurut Islam

16 Juni 2026

...

Proses Penuaan Mempengaruhi Kerja Pencernaan, Cara Mengimbanginya Agar Tetap Optimal

Proses Penuaan Mempengaruhi Kerja Pencernaan, Cara Mengimbanginya Agar Tetap Optimal

8 Juni 2026

...

Menua dengan Baik, Ada 7 Tanda Menurut Para Ahli Geriatri

Menua dengan Baik, Ada 7 Tanda Menurut Para Ahli Geriatri

7 Juni 2026

...

Load More
Next Post
Jurnalis Turki Al-Jasser Dieksekusi Mati Arab Saudi Akibat Cuitan Kritisnya Memicu Gelombang Kritik

Jurnalis Turki Al-Jasser Dieksekusi Mati Arab Saudi Akibat Cuitan Kritisnya Memicu Gelombang Kritik

Cek Kesehatan Mental Remaja yang Memengaruhi Kematangan Emosional dan Cara Berpikir

Cek Kesehatan Mental Remaja yang Memengaruhi Kematangan Emosional dan Cara Berpikir

Discussion about this post

TERKINI

Teheran Akan Balas Negara yang Ikut Sanksi AS, Ancam Tidak Ada Setetes Minyak yang Keluar dari Teluk Persia dan Hormuz

25 Agustus 2026

Tanggapi Karhutla, Presiden Prabowo Dorong Terobosan “Ubi Bombing” dan Pengerahan Tim Alpha

24 Agustus 2026

Soal Pengaduan Penundaan Keberangkatan dan Pengembalian Dana Jemaah, Kemenhaj Fasilitasi Proses Mediasi

23 Agustus 2026

Sakit Jiwa, Pernyataan Menteri Israel Ben-Gvir Seharusnya Mereka Membunuh 30 – 40 Warga Gaza Setiap Malam

22 Agustus 2026

JNE dan Penerbit Gramedia Widiasarana Indonesia (GRASINDO) Luncurkan Komik Pengantar Kebahagiaan, Mengangkat Kisah Para Kurir yang Menghubungkan Kebahagiaan

21 Agustus 2026

Atas Instruksi Presiden, Hingga Hari Kelima 253 Ton Bantuan Logistik Telah Dikirim ke NTT

20 Agustus 2026

Meta Digugat dengan Tuduhan Menutupi Penelitian Internal Soal Instagram Bersifat Adiktif dan Berpotensi Bayar 200 Miliar Dolar

19 Agustus 2026

Serunya Lomba Mewarnai dan Makan Rendang Saat Rayakan HUT RI ke-81 di Gadang Barubah

18 Agustus 2026

Delapan Mahasiswa Ajukan Uji Konstitusionalitas Akreditasi Perguruan Tinggi ke MK, Soal A Menjadi B

18 Agustus 2026

Sayembara Iran, 30.000 Hingga 60.000 Dolar Uang Jasa Menangkap atau Membunuh Tentara AS yang Serang Iran

17 Agustus 2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© 2017 Avesiar.com - All Rights Reserved

  • Nasional & Opini
    • Politik
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • HanKam
    • Daerah
    • Kesehatan
    • Edukasi
    • Opini
    • English Version
  • World
    • Economy
    • Politic
    • Law
    • Culture
    • Islam
    • Freedom for Palestine
    • Umra & Hajj
    • Tourism
  • Ekonomi
    • Bisnis & Wirausaha
    • Common
    • Islami
    • Property
    • CSR
  • Nusantara
    • Metro
    • Urban
    • Guru Kita
    • Prestasi
    • Profil Perubahan
    • Wisata
  • Healtech
    • Hidup Sehat
    • Riset
    • Teknologi
    • Gadget
  • Auto-Sport & Hobby
    • Aneka Olah Raga
    • Sepeda
    • Golf
    • Auto
    • Fauna & Flora Care
  • Change
    • Motivasi
    • Entrepreneurship
    • Pensiun Sehat
  • Syar’i
    • Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
    • Muslim Fashion
    • Harmoni Keluarga
    • Griya Harmoni
    • Psikologi
    • Masjid & Activity
  • People & Activity
    • Figure
    • Community
    • Society
    • Social
    • Event
    • Podcast Ladders to be Leaders
  • KAMU KUAT!
    • Kanal Kamu Kuat
    • Podcast KAMU KUAT
  • Youth
    • Smart Teens
    • Students
    • School Story
    • Campuss Story
    • Millennial
  • Kuliner
    • Resto
    • Kaki Lima
    • Resep
  • City Jour & Video