Avesiar – Jakarta
Adab-adab dan sunnah minum yang baik untuk kesehatan diatur di dalam Islam demi kebaikan manusia. Dikutip dari berbagai sumber, berikut ada dan sunnah tersebut
• Membaca basmalah sebelum minum dan mengucapkan hamdalah setelahnya.
Ini adalah bagian penting dari Aturan Minum Air Putih Menurut Islam yang menunjukkan rasa syukur kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala atas nikmat yang diberikan.
• Tidak minum langsung dari mulut teko.
Dari Abu Hurairah ia berkata,”Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam melarang minum lansung dari mulut teko ataupun qirbah (wadah minum dari kulit).” (Muttafaqqun ‘alihi)
• Tidak minum dengan menggunakan bejana dari emas ataupun perak.
Dari Umu Salamah Radhiyallahu ‘anha , ia berkata, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda,”Orang yang minum menggunakan wadah emas atau perak, sesungguhnya ia ibarat menelan api neraka ke dalam perutnya.” (Muttafaqqun ‘alihi)
• Minum Air Tidak Terlalu Dingin dan Tidak Terlalu Panas
Sabda Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam, sebagaimana dikutip dalam Zaadul Ma’aad, mengingatkan kita dengan menyebut, “Air yang terlalu panas atau terlalu dingin kedua-duanya adalah merusak.”
Suhu air yang masuk ke dalam tubuh akan dihangatkan atau didinginkan sesuai dengan suhu sistem pencernaan, sehingga suhu air tidak akan mempengaruhi penyerapan lemak. Akan tetapi, apabila sedang berolahraga hindarilah mengkonsumsi air terlampau dingin atau terlampau panas. Hal ini karena suhu tubuh sedang tinggi, sehingga air yang sebaiknya diminum adalah air yang sesuai dengan suhu ruangan atau 15-210 C.
• Minum dengan tangan kanan.
Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam melarang minum dengan tangan kiri karena itu adalah kebiasaan setan. Oleh karena itu, mempraktikkan aturan minum air putih menurut Islam ini adalah bentuk ketaatan kepada sunnah Nabi.
Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda.
“Apabila salah seorang diantara kalian makan, maka hendaklah dia makan dengan tangan kanannya dan apabila salah seorang diantara kalian minum maka hendaklah dia minum dengan tangan kanannya, karena syaitan makan dengan tangan kirinya dan minum dengan tangan kirinya.” [HR. Muslim no. 5233]
“Janganlah sekali-kali salah seseorang diantara kalian makan dengan tangan kirinya dan jangan pula minum dengannya. Karena syaitan makan dengan minum dengan tangan kirinya.” [HR. Muslim no. 5236]
* Tidak meniup air atau bernapas ke dalam gelas.
Ini diajarkan Rasulullah SAW karena menjaga kesopanan dan menghindari hal-hal yang tidak baik bagi kesehatan. Adab ini menjadi bagian penting dari aturan minum air putih menurut Islam yang sering dilupakan.
Dari Ibnu Abbas, bahwa “Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam melarang bernafas dalam bejana ataupun meniupnya.” (HR At Tirmidzi (1888), Abu Daud (3728), Ibnu Majah (3428 & 3429))
* Minum sambil duduk
Dalam hadis riwayat Muslim, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam lebih sering minum dalam keadaan duduk, meskipun dalam beberapa kondisi dibolehkan berdiri. Ini menunjukkan fleksibilitas aturan minum air putih menurut Islam, namun tetap mengutamakan adab terbaik. Posisi duduk saat minum dapat mengurangi tekanan pada sistem pencernaan dan organ vital, serta mencegah terjadinya gangguan kesehatan seperti refluks asam
Dari Abu Hurairah ia berkata Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda,
“Janganlah sekali-kali salah seorang dari kalian minum dengan berdiri, jika lupa hendaklah ia memuntahkannya.” (HR Muslim)
* Minum dengan 3 Kali Tegukan dan Tidak Tergesa-gesa.
Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam mencontohkan minum dalam tiga kali tegukan. Ini adalah bagian dari sunnah yang sangat dianjurkan. Minum dengan cara perlahan terbukti membantu sistem pencernaan bekerja lebih baik.
* Menutup bejana air pada malam hari, tidak membiarkannya terbuka
Dari Jabir bin Abdillah, ia berkata, aku mendengar Rasululah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda,” Tutuplah bejana-bejana dan wadah air. Karena dalam satu tahun ada satu malam, ketika itu turun wabah, tidaklah ia melewati bejana-bejana yang tak tertutup, ataupun wadah air yang tidak diikat melainkan akan turun padanya bibit penyakit.” (HR Muslim)
Wallahua’lam. (put)










Discussion about this post