• Nasional & Opini
    • Politik
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • HanKam
    • Daerah
    • Kesehatan
    • Edukasi
    • Opini
    • English Version
  • World
    • Economy
    • Politic
    • Law
    • Culture
    • Islam
    • Freedom for Palestine
    • Umra & Hajj
    • Tourism
  • Ekonomi
    • Bisnis & Wirausaha
    • Common
    • Islami
    • Property
    • CSR
  • Nusantara
    • Metro
    • Urban
    • Guru Kita
    • Prestasi
    • Profil Perubahan
    • Wisata
  • Healtech
    • Hidup Sehat
    • Riset
    • Teknologi
    • Gadget
  • Auto-Sport & Hobby
    • Aneka Olah Raga
    • Sepeda
    • Golf
    • Auto
    • Fauna & Flora Care
  • Change
    • Motivasi
    • Entrepreneurship
    • Pensiun Sehat
  • Syar’i
    • Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
    • Muslim Fashion
    • Harmoni Keluarga
    • Griya Harmoni
    • Psikologi
    • Masjid & Activity
  • People & Activity
    • Figure
    • Community
    • Society
    • Social
    • Event
    • Podcast Ladders to be Leaders
  • KAMU KUAT
    • Podcast KAMU KUAT
  • Youth
    • Smart Teens
    • Students
    • School Story
    • Campuss Story
    • Millennial
  • Kuliner
    • Resto
    • Kaki Lima
    • Resep
  • City Jour & Video
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home KAMU KUAT

Cek Kesehatan Mental Remaja yang Memengaruhi Kematangan Emosional dan Cara Berpikir

by Avesiar
16 Juni 2025 | 23:53 WIB
in KAMU KUAT
Reading Time: 8 mins read
A A
Cek Kesehatan Mental Remaja yang Memengaruhi Kematangan Emosional dan Cara Berpikir

Ilustrasi. Foto: via puskesmastemon2.kulonprogokab.go.id

KAMU KUAT – Jakarta

Kehidupan masa remaja yang penuh dengan pencarian jati diri haruslah mendapat perhatian baik dari lingkungan keluarga, lingkungan maupun pemerintah. Karena remaja adalah generasi penerus bangsa yang terdepan.

Jika generasi penerus terdepan ini tidak mendapatkan perhatian dengan baik, terutama dari sisi kesehatan mental, maka akan berpengaruh pada masa depan sebuah negara. Kesehatan mental berpengaruh pada cara berpikir seseorang.

Dilansir laman Kementerian Kesehatan RI, Kamis (28/11/2024), sebuah survei yang dilakukan oleh I-NAMHS (Indonesia National Adolescent Mental Health Survey) tahun 2022 menunjukkan sebanyak 15.5 juta atau sekitar 34.9 persen remaja mengalami masalah kesehatan mental. Kemudian, data dari WHO juga menunjukkan 1 di antara 7 anak berusia 10-19 tahun mengalami masalah kesehatan mental.

Kesadaran terhadap pentingnya kesehatan mental bagi remaja ini seharusnya tidak hanya menjadi tanggung jawab orang tua dan keluarga semata, tapi juga masyarakat dan pemerintah. Dibutuhkan peran aktif semua pihak dan berbagai institusi untuk mendukung kesejahteraan dan kesehatan mental remaja.

Peran Kesehatan Mental dalam Perkembangan Remaja

Kesehatan mental yang baik dapat membantu remaja tumbuh kembang secara optimal, secara emosional, fisik dan sosial. Beberapa alasan pentingnya kesehatan mental yang baik bagi remaja adalah sebagai berikut:

1. Membantu Membangun Hubungan yang Sehat

Bacaan Terkait :

Demi Kesehatan Mental dan Fisik, Wali Kota di Jepang Usulkan Penggunaan Ponsel Pintar 2 Jam per Hari

Pekerja Anak, Kamu Setuju atau?

Makanan dan Minuman yang Berdampak pada Kesehatan Mental

Perhatikan 5 Tanda Stres Anda Berupa Kondisi ‘Fight or Flight’ yang Konstan

Studi: Pandemi Berdampak Berat Pada Kesehatan Mental Dewasa Muda

Satu dari Tiga Dewasa di Saudi Alami Gangguan Mental, Diangkat di Film “Jameel Jeddan”

Load More

Kesehatan mental yang baik membuat remaja mampu membangun hubungan yang kuat dengan keluarga, teman dan orang-orang di sekitarnya, serta menjadi bagian dari komunitas.

2. Membantu Beradaptasi

Mereka akan mampu beradaptasi dengan perubahan dan berbagai tantangan hidup. Mereka bisa bangkit kembali dari rasa kecewa dan kesal.

3. Memiliki Rasa Percaya Diri Tinggi

Mereka lebih menikmati hidup, merasa bahagia dengan dirinya sendiri, serta memiliki sikap positif dan rasa pencapaian.

4. Mendukung Kesehatan Fisik

Mereka akan menjadi lebih aktif dan sehat serta cukup beristirahat, sehingga mampu berkonsentrasi saat belajar, yang akan mendukung keberhasilannya dalam menyelesaikan pendidikan.

 Tanda-tanda Masalah Kesehatan Mental pada Remaja

Gejala gangguan kesehatan mental seringkali diabaikan, karena dianggap sebagai perubahan yang normal terjadi di masa pubertas. Padahal, jika tidak ditangani dengan baik sejak dini, gejala-gejala umum ini bisa bertambah parah dan menjadi gejala gangguan kejiwaan yang berat, yang bahkan bisa berujung pada perilaku menyakiti diri dan seterusnya.

Berikut adalah tanda-tanda masalah kesehatan mental pada remaja, yang harus diwaspadai oleh orang tua dan orang lain di sekitarnya:

1. Kesulitan Mengendalikan Emosi

Remaja yang kesehatan mentalnya terganggu mengalami kesulitan mengelola emosinya. Ia menjadi lebih sensitif, bisa marah meledak-ledak atau merasa sedih berlebihan tanpa alasan yang jelas.

2. Mengalami Perubahan Perilaku

Jika anak remaja tiba-tiba mudah tersinggung, mengamuk, memberontak atau berperilaku seperti anak kecil, bisa saja ini merupakan tanda-tanda masalah kesehatan mental. Ia mungkin juga kehilangan minat terhadap hal-hal yang biasa ia lakukan, seperti pergi ke sekolah atau bermain bersama teman.

3. Menarik Diri dari Lingkungan Sosial

Tanda gangguan kesehatan mental lainnya adalah anak akan merasa cemas berlebihan saat berada di antara orang lain, dan takut terhadap penolakan, sehingga cenderung menarik diri dan menghindar dari keramaian.

4. Kehilangan Rasa Percaya Diri

Masalah kesehatan mental juga dapat membuat anak remaja merasa tidak berharga dan menyalahkan dirinya sendiri. Untuk mengembalikan rasa percaya dirinya, anak kadang melampiaskannya dengan melakukan hal-hal buruk, seperti merokok, mengkonsumsi minuman beralkohol atau obat-obatan terlarang.

5. Prestasi Menurun

Hilangnya minat terhadap sekolah dan aktivitas lainnya dapat mengganggu kemampuannya belajar. Kondisi ini juga akan melemahkan kemampuan kognitifnya, seperti berpikir, mengingat, dan memecahkan masalah, sehingga prestasinya di sekolah akan menurun.

6. Gangguan Makan dan Tidur

Anak remaja yang terganggu kesehatan mentalnya dapat mengalami perubahan pola tidur, seperti susah tidur atau sebaliknya tidur berlebihan. Kebiasaan makan pun bisa berubah, seperti kehilangan nafsu makan, atau justru makan berlebihan (stress eating), sehingga membuatnya berpotensi mengalami obesitas.

7. Gangguan Fisik

Beberapa keluhan fisik yang bisa ditimbulkan oleh masalah kesehatan mental, antara lain sakit kepala, nyeri otot, sakit perut, sakit punggung, tidak bersemangat dan bertenaga.

Mekanisme Koping Remaja dalam Menghadapi Stres

Setiap orang memiliki strategi atau mekanisme koping (coping mechanism) saat mengalami stress, keadaan tertekan atau emosi yang negatif. Mekanisme koping ini membantu remaja mengatasi ketidaknyamanan dari berbagai perasaan negatif yang dialaminya, agar keseimbangan emosional tetap terjaga dan remaja dapat belajar beradaptasi dengan setiap perubahan yang dihadapinya.

Mekanisme koping ini ada yang bersifat negatif, seperti makan berlebihan (stress eating), merokok, mengkonsumsi minuman beralkohol dan obat-obatan terlarang atau belanja secara impulsif (impulsive buying).

Bagaimana mekanisme koping yang efektif agar remaja dapat mengelola stres dan emosi negatifnya dengan sehat? Berikut cara-caranya:

1. Mengenali Penyebab Masalah

Dengan mengetahui penyebab stres atau emosi yang dirasakannya, remaja dapat membuat keputusan dan tindakan yang tepat, seperti mencari bantuan atau konseling, mengakhiri hubungan dengan orang yang menjadi sumber perasaan negatif, atau menetapkan batasan bagi diri sendiri.

2. Berolahraga

Olahraga seperti bersepeda, jogging, berenang, atau yoga dapat membantu membuat perasaan lebih rileks dan nyaman.

3. Melakukan Hobi 

Menekuni hobi seperti melukis, menari atau bermain musik juga dapat membantu remaja mengekspresikan diri dan perasaannya.

4. Journaling

Membuat jurnal tentang pikiran dan perasaan yang dialami, serta mencatat hal-hal yang perlu dilakukan dapat membantu remaja lebih fokus terhadap tindakan yang harus dilakukannya.

5. Self Care

Merawat diri, beristirahat cukup dan melakukan relaksasi seperti yoga dan menditasi dapat membantu remaja membangun pikiran positif dan kepercayaan diri, serta memaafkan orang atau hal-hal yang menyakitinya.

6. Melakukan Aktivitas yang Disukai

Bermain dengan hewan peliharaan, traveling ke tempat-tempat baru, masak makanan yang disukai, atau berkebun dapat mengalihkan pikiran dari hal-hal negatif, serta membantu remaja lebih mencintai diri dan hal-hal di sekitarnya.

Bahaya Self Diagnosis

Selain mekanisme koping, Anda atau anak remaja Anda juga harus mencari bantuan dari tenaga kesehatan profesional.

Namun, seringkali rasa malu dan takut terhadap stigma buruk yang akan diterima dari keluarga dan orang-orang lain, membuat remaja memilih untuk mencari informasi sendiri dan melakukan self diagnosis. Apalagi remaja memiliki akses yang luas terhadap internet dan media sosial, sehingga memungkinkan mereka untuk mendapatkan banyak informasi dari banyak sumber.

Waspada bahaya self diagnosis, karena bisa membuat diagnosa atau analisa yang dilakukan keliru dan tidak tepat. Self diagnosis merupakan tindakan menentukan kondisi kesehatan mental diri sendiri berdasarkan pengalaman pribadi dan informasi yang dicari sendiri, tanpa bantuan tenaga kesehatan profesional.

Jika diagnosis yang dilakukan salah, penanganan dan pengobatan gangguan kesehatan mentalnya pun bisa keliru. Hal ini malah akan membuat kondisi kesehatan mental Anda menjadi semakin parah, meningkatkan kecemasan, atau bahkan menimbulkan gangguan kesehatan mental lainnya.

Sebaliknya, jika Anda meminta bantuan tenaga kesehatan profesional, Anda akan mendapatkan diagnosis yang tepat, serta pengelolaan kesehatan mental terbaik bagi kondisi yang sedang Anda alami.

Pentingnya Teman Bicara

Selain tenaga kesehatan profesional, Anda pun bisa menceritakan permasalahan yang Anda alami kepada orang-orang yang Anda percaya, seperti orang tua, saudara atau sahabat.

Memiliki teman bicara yang baik diyakini dapat meringankan separuh beban yang Anda pikul, karena mereka bisa mendengarkan keluh kesah Anda, menemani dan mendukung di saat sulit, serta memberi perspektif baru pada permasalahan dan pikiran Anda.

Memiliki teman bicara yang baik juga dapat menjauhkan remaja dari risiko depresi dan semakin terpuruk ke dalam pikiran-pikiran negatif, yang dapat berujung pada tindakan menyakiti diri dan bunuh diri.

Perundungan atau Bullying di Kalangan Remaja

Remaja adalah kelompok orang yang rentan mengalami bullying atau perundungan. Perundungan merupakan tindakan mengusik, mengganggu dan menyakiti orang lain yang dilakukan dari waktu ke waktu.

Bentuknya bisa berupa:

• Fisik, seperti memukul, mendorong, menendang, melecehkan, memeras, sampai merusak barang-barang.

• Verbal berupa caci maki, hinaan, atau ejekan.

• Dalam hubungan, misalnya dengan menjauhkan pasangan dari keluarga dan teman-teman, mengancam dan menyebarkan kebohongan tentang pasangan, atau melakukan hal-hal yang tidak disukai.           

Perundungan berdampak buruk pada kesehatan mental dan membuat korban merasa gelisah, cemas, takut setiap saat, mudah marah dan depresi.

Jika Anda mengalami perundungan, beranikan diri untuk menceritakannya kepada orang-orang yang dipercaya, seperti orang tua, sahabat, guru atau saudara. Anda juga bisa meminta bantuan tenaga ahli, seperti psikolog, atau konseling ke kanal-kanal yang tepat.

Meningkatkan Kesadaran Pentingnya Kesehatan Mental

Orang tua memainkan peranan penting dalam mendukung kesehatan mental anak remaja. Orang tua seharusnya menjadi orang pertama yang sadar, jika anak sedang mengalami gangguan kesehatan mental.

Orang tua harus terlibat dalam kehidupan anak, serta terus menunjukkan cinta, kasih sayang dan perhatian pada mereka. Dorong komunikasi yang terbuka, agar anak berani menceritakan permasalahannya kepada orang tua dan menemukan jalan keluarnya bersama-sama. Beri pujian dan apresiasi atas pencapaian anak agar ia lebih percaya diri.

Selain orang tua dan keluarga, sekolah dan masyarakat juga berperan dalam meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya kesehatan mental bagi remaja. Saat ini, ada banyak program dan inisiatif, yang dilakukan oleh sekolah, kampus, pemerintah, maupun institusi global seperti UNICEF yang bisa diikuti oleh remaja dan orang tua untuk mendukung kesejahteraan mental para remaja.

Janganlah segan membicarakan masalah kesehatan mental, serta mencari bantuan jika melihat atau mengalami gangguan kesehatan mental. Keterbukaan merupakan kunci untuk mengatasi masalah kesehatan mental remaja secara lebih cepat. (adm)

Tags: Bermental KuatGenerasi PenerusKematangan BerpikirKesehatan MentalMental Remaja
ShareTweetSendShare
Previous Post

Jurnalis Turki Al-Jasser Dieksekusi Mati Arab Saudi Akibat Cuitan Kritisnya Memicu Gelombang Kritik

Next Post

Menanggapi Tindakan Israel, Iran Tegaskan Kembali Haknya untuk Membela Diri Sampai Agresi Zionis Berhenti

Mungkin Anda Juga Suka :

Cara Jadi Mahasiswa Tokcer dan Bahkan Bintang Kelas di Kampus

Cara Jadi Mahasiswa Tokcer dan Bahkan Bintang Kelas di Kampus

14 Januari 2026

...

Jenis-jenis Usaha Sederhana yang Cocok untuk Remaja dengan Modal Kecil

Jenis-jenis Usaha Sederhana yang Cocok untuk Remaja dengan Modal Kecil

14 Oktober 2025

...

Kapan Kamu Pernah Mengalami Homesick?

Kapan Kamu Pernah Mengalami Homesick?

13 Oktober 2025

...

Masakan yang Kamu dan Keluargamu Suka Ketika di Rumah dan Bepergian

Masakan yang Kamu dan Keluargamu Suka Ketika di Rumah dan Bepergian

10 Oktober 2025

...

Apa Makna Kecukupan Sesuai Agama dan Kamu Menyikapinya?

Apa Makna Kecukupan Sesuai Agama dan Kamu Menyikapinya?

9 Oktober 2025

...

Load More
Next Post
Menanggapi Tindakan Israel, Iran Tegaskan Kembali Haknya untuk Membela Diri Sampai Agresi Zionis Berhenti

Menanggapi Tindakan Israel, Iran Tegaskan Kembali Haknya untuk Membela Diri Sampai Agresi Zionis Berhenti

Diam-diam Warga Israel yang Tergabung di Group Facebook Melarikan Diri dengan Kapal Pesiar ke Eropa

Diam-diam Warga Israel yang Tergabung di Group Facebook Melarikan Diri dengan Kapal Pesiar ke Eropa

Discussion about this post

TERKINI

Judi Online Makan Korban 200 Ribu Anak Indonesia, Termasuk 80 ribu Anak di Bawah 10 Tahun

16 Mei 2026

Man with Leaps, Guz Reza Syarief yang Kini Tidak Hanya Memotivasi Seni Memimpin, Tapi Juga Berdakwah

16 Mei 2026

Bahayanya Melanggar Hukum Haji, 19 Warga Indonesia Ditangkap Otoritas Saudi

15 Mei 2026

Kokohnya Arief ‘Wing’ Wiryawan Mantan Humas yang Banting Setir Jadi Dirut Properti, Hearty Leader

15 Mei 2026

Jangan Ketawa, Ini Singkatan-singkatan Pembelajaran Kelas Daring

14 Mei 2026

Persistensi Pung Purwanto Pemred Sindonews Memimpin Platform Media Online di Tengah Badai Hoaks

14 Mei 2026

Trump Mengakui Tidak Peduli dengan Ekonomi Rakyatnya, Yang Penting Iran Tidak Punya Nuklir

13 Mei 2026

‘Ngelotoknya’ Sukaca Purwokardjono di Telko, Chief Customer Experience XL Smartfren, Kepuasan No. 1

13 Mei 2026

Alvin Wildan Sahli, Mahasiswa Meteorologi IPB Berprestasi Mewakili Indonesia di Beijing & Jepang

12 Mei 2026

Ketulusan Sidik Kadarsyah ‘Anak Kampung’ Awali Karir Jadi Cleaning Servis, Mgr Humas, Hingga Marcomm

12 Mei 2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© 2017 Avesiar.com - All Rights Reserved

  • Nasional & Opini
    • Politik
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • HanKam
    • Daerah
    • Kesehatan
    • Edukasi
    • Opini
    • English Version
  • World
    • Economy
    • Politic
    • Law
    • Culture
    • Islam
    • Freedom for Palestine
    • Umra & Hajj
    • Tourism
  • Ekonomi
    • Bisnis & Wirausaha
    • Common
    • Islami
    • Property
    • CSR
  • Nusantara
    • Metro
    • Urban
    • Guru Kita
    • Prestasi
    • Profil Perubahan
    • Wisata
  • Healtech
    • Hidup Sehat
    • Riset
    • Teknologi
    • Gadget
  • Auto-Sport & Hobby
    • Aneka Olah Raga
    • Sepeda
    • Golf
    • Auto
    • Fauna & Flora Care
  • Change
    • Motivasi
    • Entrepreneurship
    • Pensiun Sehat
  • Syar’i
    • Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
    • Muslim Fashion
    • Harmoni Keluarga
    • Griya Harmoni
    • Psikologi
    • Masjid & Activity
  • People & Activity
    • Figure
    • Community
    • Society
    • Social
    • Event
    • Podcast Ladders to be Leaders
  • KAMU KUAT
    • Podcast KAMU KUAT
  • Youth
    • Smart Teens
    • Students
    • School Story
    • Campuss Story
    • Millennial
  • Kuliner
    • Resto
    • Kaki Lima
    • Resep
  • City Jour & Video