Avesiar – Jakarta
Kesibukan dan tekanan hidup di zaman modern ini telah membuat banyak muslimah mudah lelah, stres, atau mengalami gangguan kesehatan yang sering diabaikan. Dalam situasi seperti ini, kembali kepada solusi alami yang Islami bisa menjadi pilihan bijak. Salah satunya adalah bekam, atau dalam istilah Arab dikenal sebagai hijamah.
Bekam adalah salah satu metode pengobatan yang sangat dianjurkan dalam Islam. Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:
“Sesungguhnya sebaik-baik pengobatan yang kalian gunakan adalah hijamah (bekam).” (HR. Bukhari, no. 5357)
Apa Itu Bekam?
Bekam adalah proses mengeluarkan darah kotor (darah statis atau darah vena) dari tubuh melalui sayatan ringan di permukaan kulit yang sebelumnya telah diisap dengan alat khusus seperti cangkir atau tabung vakum. Terapi ini bertujuan untuk melancarkan peredaran darah, mengeluarkan racun dari tubuh, dan meningkatkan fungsi organ.
Bekam bukan hanya terapi kesehatan biasa, tetapi juga bagian dari pengobatan yang termasuk dalam sunnah Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam. Dalam hadits lain disebutkan:
“Kesembuhan itu ada pada tiga hal : sayatan alat bekam, minum madu, dan sundutan api (kay), dan aku melarang umatku menggunakan kay.” (HR. Bukhari)
Manfaat Bekam untuk Muslimah
1. Meningkatkan Kesehatan Reproduksi
Bekam membantu menyeimbangkan hormon wanita, melancarkan siklus haid, serta meringankan nyeri menstruasi. Bagi yang mengalami PCOS (Polycystic Ovary Syndrome) atau masalah kesuburan, terapi ini dapat menjadi pelengkap ikhtiar untuk penyembuhan.
2. Mengelola Stres dan Emosi
Terapi bekam memiliki efek relaksasi yang menenangkan sistem saraf. Ini sangat membantu mengelola stres, kecemasan, hingga gangguan suasana hati yang sering dialami muslimah karena tekanan hidup dan aktivitas multitugas.
3. Mendukung Pemulihan Pascamelahirkan
Bekam mampu mempercepat proses pemulihan setelah melahirkan, memperlancar sirkulasi darah, serta membantu membersihkan sisa-sisa darah nifas dalam tubuh secara alami.
4. Menjaga Kesehatan Kulit
Dengan memperlancar peredaran darah dan membersihkan racun dalam tubuh, bekam membantu mencegah jerawat, meningkatkan produksi kolagen, dan memperlambat tanda-tanda penuaan dini.
5. Meredakan Gejala Menopause
Muslimah yang memasuki masa menopause bisa mengalami gejala seperti hot flashes, mudah lelah, dan perubahan mood. Bekam dapat meringankan gejala ini dengan menstimulasi keseimbangan sistem endokrin.
6. Mengurangi Nyeri dan Pegal
Bekam membantu meredakan berbagai jenis nyeri seperti migrain, nyeri punggung, leher kaku, dan nyeri sendi. Ini sangat bermanfaat terutama bagi muslimah yang banyak duduk atau berdiri dalam waktu lama.
7. Meningkatkan Imunitas Tubuh
Bekam mendorong produksi sel darah putih dan memperlancar sirkulasi limfatik, sehingga tubuh lebih tangguh menghadapi infeksi atau penyakit.
Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Bekam
– Terapis Sesama Wanita
Muslimah disarankan melakukan bekam dengan terapis perempuan untuk menjaga batasan aurat dan kenyamanan.
– Kondisi Kesehatan
Bekam tidak disarankan bagi penderita anemia berat, tekanan darah sangat rendah, wanita hamil muda, atau yang sedang menstruasi. Penderita diabetes atau pengguna obat pengencer darah sebaiknya berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.
– Hari Terbaik untuk Bekam
Menurut hadits, waktu yang disunnahkan untuk bekam adalah hari Senin, Selasa, dan Kamis, terutama pada pertengahan bulan Hijriah (tanggal 17, 19, dan 21).
– Jangan Bekam Saat Perut Penuh
Sebaiknya bekam dilakukan dalam keadaan perut kosong atau tidak terlalu kenyang, minimal dua jam setelah makan.
Dalam buku Thibbun Nabawi (Pengobatan Nabi), disebutkan bahwa bekam menyegarkan badan dan mengeluarkan darah kotor dari kulit. Ini sesuai dengan pandangan medis modern bahwa bekam memiliki efek antiinflamasi, mempercepat penyembuhan luka, serta meningkatkan sirkulasi darah dan metabolisme tubuh.
Penelitian medis juga menunjukkan bahwa terapi bekam dapat menurunkan tekanan darah, mengurangi nyeri kronis, hingga memperbaiki kadar kolesterol dalam darah.
Bekam bukan sekadar metode pengobatan, tapi juga bentuk ketaatan pada sunnah Nabi SAW. Sebagai muslimah, menjaga kesehatan adalah bagian dari amanah dan bentuk syukur atas nikmat tubuh yang diberikan Allah.
Di era yang serba cepat ini, bekam bisa menjadi jembatan untuk menyeimbangkan jasmani dan ruhani. Dengan izin Allah, bekam mampu menghadirkan kesembuhan, ketenangan, dan keberkahan dalam hidup muslimah.
“Sesungguhnya pada bekam terdapat kesembuhan.” (HR. Ahmad, Bukhari, dan Muslim)
Sunnah Sehat yang Menenangkan Jiwa dan Raga Muslimah
Di tengah kesibukan dan hiruk-pikuk kehidupan modern, banyak muslimah mulai kembali melirik metode pengobatan alami yang selaras dengan nilai-nilai Islam. Salah satu yang paling populer adalah bekam atau hijamah. Terapi ini bukan hanya dikenal karena manfaat kesehatannya, tetapi juga karena ia merupakan pengobatan yang disunnahkan oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam.
Hadis ini menunjukkan bahwa bekam bukan sekadar tradisi, melainkan bagian dari warisan thibbun nabawi (pengobatan Nabi) yang sudah terbukti manfaatnya selama berabad-abad.
Secara prinsip, manfaat bekam berlaku untuk siapa saja—baik pria maupun wanita. Namun, bagi muslimah, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum memutuskan untuk menjalani terapi ini:
• Cari informasi yang cukup. Pahami manfaat bekam, kondisi tubuh sendiri, serta waktu terbaik untuk melakukannya.
• Pilih terapis wanita. Ini penting untuk menjaga aurat dan kenyamanan selama proses terapi.
• Konsultasi jika punya kondisi medis tertentu. Terutama jika sedang hamil, menyusui, atau memiliki riwayat penyakit tertentu seperti anemia atau penggunaan obat pengencer darah.
Seperti apa bekam menurut mereka?
Mayang, Ibu Rumah Tangga

Gaya hidup modern sering kali membuat muslimah mengalami stres, kelelahan, hingga gangguan hormonal. Bekam hadir sebagai solusi alami yang tidak hanya menyehatkan tubuh, tapi juga selaras dengan nilai-nilai Islami.
“Bekam punya potensi besar untuk mendukung kesehatan wanita karena memberikan banyak manfaat seperti meningkatkan kesehatan reproduksi, mengelola stres, mengatasi pegal-pegal, dan masih banyak lagi.”
Di saat banyak orang bergantung pada obat-obatan kimia, bekam menawarkan pendekatan yang lembut, alami, dan spiritual. Ia mengajak kita untuk kembali pada cara hidup yang seimbang: sehat jasmani dan damai secara ruhani.
Bekam bukan hanya soal terapi fisik, tapi juga bentuk ketaatan dan kecintaan pada sunnah Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam. Ia adalah jalan sehat yang penuh hikmah—menenangkan tubuh, menjernihkan pikiran, dan menguatkan iman.
Jika kamu seorang muslimah yang ingin menjaga kesehatan secara alami dan Islami, bekam bisa menjadi salah satu ikhtiar terbaikmu. Cobalah dengan bismillah, niatkan untuk menjaga amanah tubuh, dan rasakan manfaatnya dari luar hingga dalam.
Elis, Ibu Rumah Tangga

Salah satu muslimah yang telah merasakan manfaat bekam adalah Elis Bukan tanpa alasan ia memilih terapi ini sebagai bagian dari rutinitas kesehatannya: “Selain karena bekam adalah cara pengobatan yang disunahkan Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam, bekam juga cara saya meminimalisir konsumsi obat-obatan kimia saat badan saya kurang fit.”
Dalam gaya hidup modern yang serba instan, langkah Mayang ini terasa begitu relevan kembali pada metode alami dan sunnah yang menyehatkan tubuh sekaligus menenangkan hati.
Rasa segar dan ringan setelah bekam bukan sekadar cerita. Elis pun mengalaminya sendiri. “Setelah bekam, yang pasti badan terasa lebih enteng, lebih segar lagi,” ujarnya.
Bekam bekerja dengan prinsip melancarkan peredaran darah dan membuang darah kotor dari dalam tubuh. Hasilnya, tubuh terasa lebih ringan, otot tidak mudah pegal, dan daya tahan tubuh meningkat secara alami.
Walau Elis mengaku tidak menghafal dalil secara detail, ia meyakini bekam sebagai sunnah Nabi yang membawa banyak keberkahan“Saya kurang tahu untuk dalilnya. Yang saya tahu bekam adalah cara pengobatan yang disunnahkan Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam.”
Bagi muslimah, menjaga adab dan aurat tentu menjadi pertimbangan penting sebelum memutuskan berbekam. Mayang mengingatkan “Yang pasti, terapisnya harus wanita juga.”
Ini penting demi kenyamanan dan menjaga batas-batas syar’i selama proses terapi berlangsung. Selain itu, penting juga untuk memilih tempat terapi yang terpercaya dan dilakukan oleh orang yang ahli. Jika memiliki kondisi kesehatan khusus, konsultasi dengan dokter terlebih dahulu sangat dianjurkan.
Bekam menjadi alternatif yang sangat sesuai bagi muslimah yang ingin hidup sehat namun tetap menjaga prinsip Islami. Elis pun merasakan langsung manfaat tersebut:
“Yang pasti, bekam sangat membantu menjaga kesehatan tubuh dan mengobati dengan cara meminimalisir konsumsi obat-obatan kimia.”
Bekam bukan hanya solusi fisik, tapi juga spiritual. Ia mendukung gaya hidup muslimah yang ingin kembali ke pola hidup thayyib sehat, bersih, dan penuh nilai keimanan. (rst)













Discussion about this post