Avesiar – Jakarta
Hasil pemeriksaan fisik Presiden Donald Trump, dibahas oleh Analis medis CNN, Dr. Jonathan Reiner pada hari Jumat, dan satu detail khususnya menarik perhatiannya.
“Saya akan mencatat lagi bahwa tampaknya mereka sekali lagi menguji presiden dengan tes MOCA,” kata Reiner kepada pembawa acara Abby Phillip, merujuk pada Montreal Cognitive Assessment, tes yang digunakan untuk mendeteksi tanda-tanda penurunan kognitif dan demensia, dlansir The Huffington Post, Sabtu (30/5/2026).
Ada beberapa versi tes MOCA untuk orang yang perlu mengikutinya lebih dari sekali. Tetapi Reiner menyatakan skeptisisme tentang kegunaan pengambilan tes berulang oleh Trump.
“Itu sebenarnya tidak terlalu berguna jika Anda mengikutinya berulang kali, karena pertanyaannya tidak banyak berubah,” kata Reiner.
Trump telah membual tentang mengikuti, dan berhasil lulus, tes tersebut tiga kali di masa lalu, sehingga ini adalah kali keempatnya. Ia menyebut ujian tersebut sebagai “tes bakat” dan menantang lawan politiknya untuk mengikutinya juga.
Pada hari Jum’at, Gedung Putih merilis memo yang merangkum hasil pemeriksaan medis Trump. Memo tersebut menyatakan bahwa “fungsi kognitif” Trump dinilai dengan MOCA dan ditemukan “dalam batas normal” dengan skor sempurna.
Reiner mengatakan kepada Phillip, “Setelah Anda mengikutinya empat kali, mungkin tidak terlalu sulit untuk melewatinya dengan mudah. Seharusnya tidak sulit untuk melewatinya, karena ini adalah tes skrining demensia, bukan tes IQ.” (ard)











Discussion about this post