Avesiar – Jakarta
Peringatan hari lahir (Harlah) Fatayat NU ke-76 yang jatuh pada 24 April 2026 dimeriahkan dengan seruan gerakan ziarah hingga aksi sosial serentak. Dilansir laman Nahdlatul Ulama, Sabtu (25/4/2026), seruan tersebut tertuang dalam Surat Edaran resmi Pimpinan Pusat Fatayat NU yang ditujukan kepada seluruh pimpinan wilayah, cabang, dan cabang istimewa di dalam dan luar negeri.
Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum PP Fatayat NU Dewi Winarti, menegaskan bahwa peringatan harlah tahun ini diharapkan tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menghadirkan gerakan nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat, khususnya perempuan.
“Peringatan Harlah ke-76 ini harus menjadi momentum untuk menghadirkan kerja-kerja nyata yang dirasakan masyarakat. Bukan sekadar seremoni, tetapi gerakan bersama yang berdampak,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (23/4/2026), dilansir laman Nahdlatul Ulama.
Melalui surat edaran tersebut, Dewi menjelaskan bahwa Fatayat NU menginstruksikan seluruh jajaran untuk menggunakan logo dan tema resmi Harlah Ke-76 secara seragam dalam setiap kegiatan dan publikasi. Langkah ini dinilai penting untuk memperkuat identitas dan konsolidasi gerakan organisasi.
Menurut dia, keseragaman penggunaan logo dan tema juga menjadi bagian dari upaya membangun narasi bersama yang kuat di seluruh tingkatan organisasi. “Kesamaan identitas ini penting agar pesan yang kita bawa bisa tersampaikan secara utuh dan selaras di semua tingkatan,” ucapnya.
Fatayat NU juga mengajak seluruh kader untuk melaksanakan berbagai kegiatan harlah yang bermakna. Di antaranya ziarah ke muassis Nahdlatul Ulama, tokoh Fatayat NU, maupun tokoh setempat sebagai bentuk penghormatan terhadap para pendahulu.
Kegiatan ziarah tersebut, menurut Dewi, tidak hanya menjadi tradisi, tetapi juga sarana refleksi untuk melanjutkan perjuangan para ulama dan tokoh perempuan NU. “Ziarah adalah bentuk penghormatan sekaligus pengingat bahwa perjuangan kita hari ini tidak lepas dari jasa para pendahulu,” tuturnya.
Selain itu, ia menyampaikan bahwa pengibaran bendera Fatayat NU juga dianjurkan dilakukan secara serentak di seluruh daerah selama sepekan, mulai H-3, hari H, hingga H+3 harlah. Hal ini sebagai simbol kebanggaan dan penguatan identitas organisasi di ruang publik.
Rangkaian kegiatan harlah, tambahnya, juga harus diisi dengan program-program yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Kegiatan tersebut dapat mencakup bidang keagamaan, sosial, pendidikan, ekonomi, hingga kesehatan.
“Fatayat NU harus hadir dengan program yang menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya perempuan,” tegasnya.
Fatayat NU juga mendorong penguatan publikasi dan kampanye digital. Seluruh kader diajak aktif memanfaatkan media sosial untuk menyebarkan konten positif terkait kegiatan harlah.
Dewi menekankan pentingnya peran media sosial sebagai ruang strategis dalam membangun citra organisasi dan menyebarkan nilai-nilai kebaikan. “Kader harus aktif meramaikan media sosial dengan narasi positif yang menguatkan visi dan semangat harlah,” katanya.
Melalui gerakan serentak ini, ia berharap, semangat Harlah ke-76 Fatayat NU dapat dirasakan secara luas, tidak hanya di lingkungan internal organisasi, tetapi juga oleh masyarakat secara umum. (adm)











Discussion about this post