Avesiar – Bandar Seri Begawan
Fase Endemik Awal di Brunei Darussalam akan berakhir pada 31 Mei, dan pedoman untuk langkah-langkah pengendalian Covid-19 akan diperbarui mulai Juni 2022.
Sebagai bagian dari Kerangka Pemulihan Covid-19 Nasional Brunei, negara itu pindah ke Fase Endemik Awal pada Desember tahun lalu, ketika infeksi lokal secara bertahap turun setelah negara itu memberlakukan langkah-langkah jarak sosial yang paling ketat, termasuk bekerja dari rumah dan jam malam.
Menurut Komite Pengarah Covid-19 Brunei, beberapa pedoman Covid-19 yang ada akan diperbarui mulai 1 Juni, ketika tidak akan ada batasan kapasitas pertemuan massal di rumah.
Semua kegiatan olahraga termasuk kompetisi atau pertandingan diperbolehkan tanpa batasan jumlah penonton. Persiapan makanan untuk acara apa pun termasuk makanan prasmanan di tempat mana pun diperbolehkan.
Tidak akan ada batasan usia bagi semua jemaah di Masjid untuk melakukan kegiatan keagamaan, dan masker harus dipakai di gedung-gedung umum, serta di tempat-tempat ramai di luar ruangan.
Langkah-langkah ini dilakukan mengingat situasi Covid-19 yang stabil, tingkat vaksinasi yang tinggi, dan tingkat hunian tempat tidur yang rendah di pusat-pusat isolasi di negara itu, kata komite itu pada Selasa (24 Mei).
“Untuk tujuan ini, kami dapat kembali ke kehidupan sehari-hari kami dengan beradaptasi dengan normal baru,” terang Komite Pengarah Covid-19 Brunei, dikutip dari Straits Times, Jum’at (27/5/2022).
Mereka juga mengatakan bahwa pemerintah sedang memantau dan meninjau persyaratan untuk mengurangi pembatasan lain termasuk pemindaian kode dan pembukaan perbatasan.
“Hasil evaluasi ini, tergantung pada situasi saat ini, akan diumumkan ke publik di kemudian hari,” kata panitia.
Brunei melaporkan 246 kasus baru Covid-19 pada hari Selasa, menjadikan penghitungan nasional menjadi 147.021. Hingga Senin, 69,7 persen penduduk Brunei telah menerima tiga dosis vaksin.
Penduduk Brunei mendapatkan vaksin Covid-19 dari Pfizer-BioNTech, Moderna, AstraZeneca, dan Sinopharm China. Saat ini, 1.633 kasus aktif dirawat dan dipantau di Brunei, dengan 145.166 pemulihan. (ros)













Discussion about this post