• Nasional & Opini
    • Politik
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • HanKam
    • Daerah
    • Kesehatan
    • Edukasi
    • Opini
    • English Version
  • World
    • Economy
    • Politic
    • Law
    • Culture
    • Islam
    • Freedom for Palestine
    • Umra & Hajj
    • Tourism
  • Ekonomi
    • Bisnis & Wirausaha
    • Common
    • Islami
    • Property
    • CSR
  • Nusantara
    • Metro
    • Urban
    • Guru Kita
    • Prestasi
    • Profil Perubahan
    • Wisata
  • Healtech
    • Hidup Sehat
    • Riset
    • Teknologi
    • Gadget
  • Auto-Sport & Hobby
    • Aneka Olah Raga
    • Sepeda
    • Golf
    • Auto
    • Fauna & Flora Care
  • Change
    • Motivasi
    • Entrepreneurship
    • Pensiun Sehat
  • Syar’i
    • Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
    • Muslim Fashion
    • Harmoni Keluarga
    • Griya Harmoni
    • Psikologi
    • Masjid & Activity
  • People & Activity
    • Figure
    • Community
    • Society
    • Social
    • Event
    • Podcast Ladders to be Leaders
  • KAMU KUAT
    • Podcast KAMU KUAT
  • Youth
    • Smart Teens
    • Students
    • School Story
    • Campuss Story
    • Millennial
  • Kuliner
    • Resto
    • Kaki Lima
    • Resep
  • City Jour & Video
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Syar'i Psikologi

Penyebab dan Hadits-hadits Mengenai Kufur Nikmat

by Ave Rosa
28 Mei 2022 | 21:54 WIB
in Psikologi
Reading Time: 7 mins read
A A
Penyebab dan Hadits-hadits Mengenai Kufur Nikmat

Ilustrasi. Foto; documentary.org

Avesiar – Jakarta

Bersyukur adalah kunci ketenangan dan kebahagiaan hidup. Tidak bersyukur menjadikan seseorang sibuk menghabiskan energi dan pikirannya pada kehidupan dunia yang tidak ada ujungnya.

Sebagaimana seseorang mengejar harta yang diiringi dengan perasaan selalu “kekurangan” dan miskin, seperti sabda Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam:

“Telah menceritakan kepada kami (haddatsana) Yahya bin Yahya, Sa’id bin Mansur dan Qutaibah bin Sa’id, haddatsana Abu ‘Awanah dari Qatadah dari Anas, Rasulullah saw bersabda : Andai bani Adam memiliki dua lembah yang penuh dengan harta, maka dia akan mencari lembah yang ketiga. Dan tidak ada yang bisa memenuhi perut bani Adam kecuali tanah (yaitu kematian)” (HR. Al-Bukhari)

Hadis ini terekam dalam Shahih al-Bukhari bab Man intizhara hatta tudfana, no. 6436 dan Shahih Muslim bab Lau ‘an ibni adam wadiyani labtagha, no. 2462.

Hadis di atas gamblang menjelaskan kepada kita terkait karakter lahiriah manusia umumnya terhadap dunia, khususnya harta. Kecuali mereka manusia yang dapat mengelola diri dan memahami penyebab ketidakpuasan atas nikmat Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan menjadi manusia yang kufur-ingkar. Dikutip dari situs Suara Muhammadiyah, berikut delapan penyebab kufur nikmat berdasarkan hadis Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam:

1. Menjadikan dunia sebagai tujuan hidup, bukan akhirat

Manusia yang tujuan hidupnya dunia semata, Allah akan menjadikannya fakir selama-lamanya, tidak akan pernah merasa puas dan selalu merasa kurang.

Bacaan Terkait :

Apa Makna Kecukupan Sesuai Agama dan Kamu Menyikapinya?

Cara Kamu Berterima Kasih Kepada Allah SWT dan Orang Tuamu

Godaan Terhadap Rasa Syukur Atas Apa yang Kita dan Orang Lain Miliki

Makna Kecukupan Menurut Kamu

Self Love, Cintai Dirimu Apa Adanya 

Larangan Buruk Sangka atau Suudzon dalam Hadits

Buruk Sangka atau Suudzon, Larangannya dalam Hadits

Load More

“Telah menceritakan kepada kami (haddatsana) Hanad, haddatsana Waqi’ dari Rubai’ bin Shabih dari Yazid dari Anas, bersabda Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam: Siapa yang ambisi terbesarnya adalah dunia, maka Allah akan cerai-beraikan urusannya, Allah jadikan kefaqiran di depan matanya, dan ia tidak mendapatkan dunia kecuali sesuai apa yang telah ditetapkan baginya. Barangsiapa yang ambisi terbesarnya adalah akhirat, Allah akan memudahkan urusannya, Allah jadikan kekayaan di hatinya, dan dunia akan mendatanginya dimana ia tidak menyangkanya” (HR. At-Tirmidzi)

Hadis ini diriwayatkan dalam Sunan at-Tirmidzi, no. 2465; Ibnu Majah dalam Sunan-nya bab Zuhud, no. 4105, dan dinilai shahih oleh Nashiruddin Al-Albani. Seseorang yang terlalu cinta dunia, menurut Ibnul Qayyim dalam Ighatsatul Lahfan, akan mendapatkan tiga kegalauan yang terus menerus dirasakanya sepanjang hidup:

“Pecinta dunia tidak lepas dari tiga hal: kegalauan dan keletihan terus-menerus serta kekecewaan yang tiada akhir”

2. Hilangnya sifat qana’ah, meremehkan nikmat kecil

Menerima apa adanya atas segala karunia Allah Subhanahu Wa Ta’ala (qana’ah) adalah anugerah dikarenakan tidak semua orang memilikinya. Bagi orang yang memilikinya, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam menyebutnya beruntung (aflah) sebagaimana sabdanya:

“Telah menceritakan kepada kami (haddatsana) al-‘Abbas ad-Duri, haddatsana Abdullah bin Yazid al-Muqri, haddatsana Sa’id bin Abi Ayub dari Syurahbil bin Syarik dari Abi Abdurrahman al-Hubli dari Abdullah bin ‘Amr bin Ash, bahwa Rasulullah SAW bersabda : Sungguh beruntung orang yang sudah berislam, lalu Allah beri rezeki yang secukupnya, dan Allah jadikan hatinya qana’ah (merasa cukup) dengan apa yang dikaruniakan kepadanya” (HR. Ibnu Hibban)

Ibnu Hibban meriwayatkan dalam Shahih-nya, Bab al-Farqu wa zuhdu wa al-Qana’ah, no. 670, di mana dinilai shahih oleh kritikus hadis, Syu’aib al-Arnauth. Seorang tidak bisa menjadi pribadi yang qana’ah dan mudah bersyukur, jika tidak pernah menghargai nikmat yang Allah berikan, meski menurutnya sedikit atau kecil.

“Telah menceritakan kepada kami Yazid telah memberi kabar kepada kami Rubai’ bin Aslam dari Muhammad bin Ziyad dari Abu Hurairah berkata, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda: Orang yang tidak mensyukuri yang sedikit, ia tidak akan bersyukur pada nikmat yang banyak” (HR. Muslim)

3. Kurangnya pemahaman akan ilmu agama

Ilmu ibarat lentera kehidupan sebagai petunjuk menuju suatu tujuan. Mereka yang berilmu memahami betul kekayaan hakiki bukanlah harta benda, namun kaya hati.

“Telah menceritakan kepada kami (haddatsana) Ahmad bin Yunus, haddatsana Abu Bakar haddatsana Abu Hashin dari Abu Shalih dari Abu Hurairah dari Nabi Saw. bersabda: Bukanlah kekayaan itu dengan banyaknya harta, akan tapi kaya hati”

Hadis ini diriwayatkan oleh Al-Bukhari dalam Shahih-nya bab Man intizhara hatta tudfana, no. 6446 dan Muslim dalam Shahih-nya no. 1050.

4. Hati yang sakit (qalbun maridh)

Hati yang sakit (qalbun maridh) adalah hasil dari kurangnya pemahaman terhadap ilmu agama dan sebatas pada ilmu dunia. Seseorang yang hatinya sakit sangat rentan terserang virus su’uzhan, iri, dengki, hingga hati pun menjadi fakir, lalu matilah hati tersebut. Rasul Shallallahu Alaihi Wasallam berpesan pada sahabat Abu Dzar perihal hati yang fakir ini :

“Telah memberi kabar kepada kami (akhbarana) Ibnu Qutaibah, haddatsana Harmalah bin Yahya, haddatsana Ibnu Wahab, haddatsani Mu’awiyah bin Shalih dari Abdurrahman bin Jubair bin Nufair dari Ayahnya dari Abu Dzar berkata, Rasulullah Saw. bersabda : Apakah kalian menyangka kefakiran itu adalah kekurangan harta ?”. jawab Abu Dzar: “ya wahai Rasulullah” bersabda: “Sesungguhnya kekayaan hakiki ialah kekayaan hati, dan kefakiran itu ialah kefakiran hati” (HR. Ibnu Hibban)

Ibnu Hibban meriwayatkan dalam Shahih-nya bab al-Faqru wa zuhdu wa Qana’ah, no. 685 dan dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih at-Targhib no. 827.

5. Kurang beribadah

Seseorang yang fokus dan memaksimalkan dirinya dekat dan beribadah pada Allah Subhanahu Wa Ta’ala berdampak pada dimudahkan dan dilapangkannya akan urusan dunia.

“Telah menceritakan kepada kami (haddatsana) Muhammad bin Abdullah haddatsana Imran bin Zaidah bin Nasyith dari Ayahnya dari Abu Khalid dari Abu Hurairah berkata, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam Bersabda: Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman: Wahai manusia! Habiskan waktumu untuk beribadah kepada-Ku, niscaya Aku penuhi dadamu dengan kecukupan dan akan Aku tutup kefakiranmu. Jika engkau tidak melakukannya, maka akan Aku penuhi kedua tanganmu dengan kesibukan dan Aku tidak akan tutup kefakiranmu” (HR. Ibnu Majah).

Hadis ini terekam dalam Sunan Ibni Majah, no. 4107; Shahih Ibn Hibban, no. 393; Musnad Ahmad, no. 8696; dan Sunan at-Tirmidzi, no. 3489.

6. Jarang berdoa

Selain memaksimalkan diri beribadah, berdoa adalah bagian penting dan inti dari ibadah. Semakin malas dan jarang berdoa, akan semakin sulit kita mengenal dan menjadi hamba Allah yang bersyukur. Padahal rantai kesuksesan adalah ikhtiar optimal dan doa maksimal. Menurut Ibnu Mas’ud, Rasul tidak pernah sekalipun meninggalkan rutinitas berdoa pada Allah Subhanahu Wa Ta’ala:

“Telah menceritakan kepada kami Waqi’ haddatsana Israil dari Abu Ishaq dari Abi Al-Ahwash dari Abdullah bahwa Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda : Ya Allah, aku memohon kepada-Mu petunjuk, ketaqwaan, keterjagaan, dan kekayaan.” (HR. Muslim)

Hadis ini terekam dalam Shahih Muslim, no. 2725; Sunan at-Tirmidzi, no. 3489.

7. Profesi haram

Konsep halal dalam Islam, tidak hanya terkait dengan makanan, tetapi luas cakupannya, termasuk pada pekerjaan (profesi), yang berdampak pada pribadi yang baik (shalih), dekat pada Allah, serta mudah bersyukur. Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam  keras mengingatkan akan pekerjaan yang tidak halal :

“Telah menceritakan kepada kami (haddatsana) Abdul Razak haddatsana Ma’mar dari Ibn Khusaim dari Abdurrahman bin Tsabit dari Jabir bin Abddullah bahwa Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda : Tidak masuk surga, daging yang tumbuh dari harta haram. Setiap daging yang tumbuh dari harta haram, maka api neraka lebih layak baginya” (HR. Ibnu Hibban)

Hadis ini terekam dalam Shahih Ibn Hibban, no. 1723; Musnad Ahmad, no. 1441, dan dinilai shahih oleh Al-Albani dalam Silsilah Ash-Shahihah.

Mengapa tersebut kalimat “daging yang tumbuh” dari harta haram? Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin dalam Liqa’ al-bab al-maftuh, berkomentar bahwa daging memberi arti yang sangat luas karena inti dari suatu pekerjaan adalah menghasilkan harta, lalu harta dibelanjakan untuk dimakan dan akhirnya menjadi daging.

8. Malas Bekerja

Pekerjaan yang baik adalah yang halal dan diusahakan dengan maksimal. Jika tidak, maka hasilnya pun tidak optimal. Salah satu implementasi kesyukuran atas nikmat pekerjaan yang diberikan-Nya adalah dengan memaksimalkan seluruh potensi diri untuk bekerja, bukan malah bermalas-malasan. Umar bin Khatab ra. berucap:

 “Wahai para pembaca Qur’an (yaitu ahli ibadah), angkatlah kepala kalian (baca: bekerjalah!), sehingga teranglah jalan. Lalu berlombalah dalam kebaikan. Dan janganlah menjadi beban bagi kaum muslimin.”

Ucapan Umar bin Khattab ra. ini termaktub dalam kitab Musnad Ibn Abi Ja’di, no. 1921; Al-Baihaqi dalam Sunan-nya no. 544 dan dalam Syu’abul Iman no. 1257.

Rajin bekerja adalah cara jitu menolak kefakiran dan implementasi dari spirit mukmin (orang beriman) yang kuat sebagaimana sabda Rasul:

 “Telah menceritakan kepada kami (haddatsana) Abu Bakr bin Abi Syaibah dan Ibnu Numair haddatsana Abdullah bin Idris dari Rabi’ah bin Utsman dari Muhammad bin Yahya bin Habban dari al-A’raj dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda : Mukmin yang kuat, lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah. Namun setiap mukmin itu baik. Semangatlah pada perkara yang bermanfaat bagimu, dan mintalah pertolongan kepada Allah (dalam perkara tersebut), dan jangan malas. Jika engkau tertimpa musibah, maka jangan ucapkan: andaikan saya melakukan ini dan itu. Namun ucapkan: “qadarullah wa ma sya’a fa’ala (ini takdir Allah, apa yang Allah inginkan itu pasti terjadi)”. Karena ucapan “andaikan…” itu akan membuka pintu setan” (HR. Muslim)

Hadis ini terekam dalam Shahih Muslim, no. 6945; Sunan Ibni Majah bab Fi al-Qadr, no. 4168; dan Musnad Abu Ya’la, no. 6346. Wallahu a’lam bis-shawab. (dwi)

Tags: BersyukurHaditsKufur NikmatPenyebabPenyebab Kufur NikmatSyukur Nikmat
ShareTweetSendShare
Previous Post

Akhiri Fase Endemik Awal di 31 Mei, Brunei Adaptasi dengan New Normal

Next Post

Berusia 96 Tahun dan Gaya Unik Pakaian Ratu Elizabeth II dari Inggris

Mungkin Anda Juga Suka :

Balasan dari Allah Bagi yang Membantu dan Meringankan Kesulitan Orang Lain

Balasan dari Allah Bagi yang Membantu dan Meringankan Kesulitan Orang Lain

8 Mei 2026

...

Kewajiban Bersikap Adil Menurut Islam Merujuk pada Al Qur’an dan Hadits

Kewajiban Bersikap Adil Menurut Islam Merujuk pada Al Qur’an dan Hadits

5 Mei 2026

...

Tingkatan Rezeki Dalam Islam, Harta Ternyata Ada di Bagian Ini

Tingkatan Rezeki Dalam Islam, Harta Ternyata Ada di Bagian Ini

20 April 2026

...

Luar Biasanya Manfaat Setiap Gerakan Shalat untuk Fisik dan Psikis Menurut Penelitian Medis

Luar Biasanya Manfaat Setiap Gerakan Shalat untuk Fisik dan Psikis Menurut Penelitian Medis

11 April 2026

...

Ayat-ayat Al Qur’an di Mana Allah Meninggikan Derajat Hamba-Nya yang Beriman dan Berilmu

Ayat-ayat Al Qur’an di Mana Allah Meninggikan Derajat Hamba-Nya yang Beriman dan Berilmu

7 April 2026

...

Load More
Next Post
Berusia 96 Tahun dan Gaya Unik Pakaian Ratu Elizabeth II dari Inggris

Berusia 96 Tahun dan Gaya Unik Pakaian Ratu Elizabeth II dari Inggris

Mengatur “Mode Gelap” Facebook di Desktop, iPhone, dan Android Anda

Mengatur “Mode Gelap” Facebook di Desktop, iPhone, dan Android Anda

Discussion about this post

TERKINI

Senator AS Menyebut Amerika Seharusnya Tidak Mendanai Militer AS dan Akan Menentangnya di UU NDAA

9 Juni 2026

Antisipasi Kekerasan di Pesantren, 11 Juni MUI Gelar Halaqah Pesantren Aman dan Ramah Anak

9 Juni 2026

Proses Penuaan Mempengaruhi Kerja Pencernaan, Cara Mengimbanginya Agar Tetap Optimal

8 Juni 2026

Total Jemaah Haji Tiba di Tanah Air per 8 Juni 47.012 Orang, Kloter Terakhir Dijadwalkan Tiba 1 Juli

8 Juni 2026

Menua dengan Baik, Ada 7 Tanda Menurut Para Ahli Geriatri

7 Juni 2026

Piala Dunia Dimulai Seminggu Lagi, Timnas Iran Masih Menunggu Visa Masuk ke AS

6 Juni 2026

“Ajegnya” Santo Kadarusman Jadi Humas, Mulai Memimpin Humas Polytron, Sampai VP di Consumer Goods

6 Juni 2026

Perang Sudah 4 Tahun Lebih, Zelenskyy Kirim Surat ke Putin Minta Ketemu dan Negosiasi

5 Juni 2026

Selain Utamanya Sebagai Tempat Shalat, Inilah Cara Memakmurkan Masjid

5 Juni 2026

Serunya Hadiansyah Lubis, Antara Memimpin Sebagai VP Public Relations Trans TV & Juragan Sop Kambing

5 Juni 2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© 2017 Avesiar.com - All Rights Reserved

  • Nasional & Opini
    • Politik
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • HanKam
    • Daerah
    • Kesehatan
    • Edukasi
    • Opini
    • English Version
  • World
    • Economy
    • Politic
    • Law
    • Culture
    • Islam
    • Freedom for Palestine
    • Umra & Hajj
    • Tourism
  • Ekonomi
    • Bisnis & Wirausaha
    • Common
    • Islami
    • Property
    • CSR
  • Nusantara
    • Metro
    • Urban
    • Guru Kita
    • Prestasi
    • Profil Perubahan
    • Wisata
  • Healtech
    • Hidup Sehat
    • Riset
    • Teknologi
    • Gadget
  • Auto-Sport & Hobby
    • Aneka Olah Raga
    • Sepeda
    • Golf
    • Auto
    • Fauna & Flora Care
  • Change
    • Motivasi
    • Entrepreneurship
    • Pensiun Sehat
  • Syar’i
    • Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
    • Muslim Fashion
    • Harmoni Keluarga
    • Griya Harmoni
    • Psikologi
    • Masjid & Activity
  • People & Activity
    • Figure
    • Community
    • Society
    • Social
    • Event
    • Podcast Ladders to be Leaders
  • KAMU KUAT
    • Podcast KAMU KUAT
  • Youth
    • Smart Teens
    • Students
    • School Story
    • Campuss Story
    • Millennial
  • Kuliner
    • Resto
    • Kaki Lima
    • Resep
  • City Jour & Video