Avesiar – Madinah
Pemerintah terpaksa menutup jalan dan sekolah membatalkan kehadiran tatap muka di tengah peringatan perjalanan yang dikeluarkan oleh otoritas meteorologi negara Teluk akibat banjir dan hujan lebat melanda bagian utara Kerajaan Arab Saudi.
Dikutip dari The New Arab, Rabu (1/5/2024), video viral oleh outlet seperti Sky News dan lainnya yang beredar di media sosial menunjukkan banjir bandang pada hari Senin di provinsi Al-Ula dan Al-Madinah, rumah bagi Masjid Al-Nabawi, situs tersuci kedua umat Islam dan tempat pemakaman Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam.
Bencana alam itu terjadi beberapa hari setelah banjir bandang melanda negara tetangga, UEA dan Oman di tenggara, kejadian langka sepanjang tahun ini yang sebagian disebabkan oleh perubahan iklim.
Arab Saudi dilanda banjir pesisir pada November 2022 akibat hujan lebat yang melanda kota Jeddah hingga menewaskan dua orang. Banjir di Jeddah merupakan masalah berulang yang disebabkan oleh kurangnya drainase hujan.
Daerah Semenanjung Arab yang biasanya gersang membuat banyak kota di negara-negara Teluk dibangun tanpa sistem drainase badai yang memadai. Hal tersebut karena perencana kota pada abad ke-20 tidak mengantisipasi perubahan dramatis yang terjadi.
Pihak berwenang, menurut laporan media Arab Saudi, saat ini sedang menilai situasi di daerah yang terkena dampak. Direktorat Pertahanan Sipil mengimbau warga untuk berhati-hati dan menghindari lembah dan saluran air.
Pusat Meteorologi Nasional Saudi (NCM) mengeluarkan peringatan merah untuk wilayah Al-Madinah pada Senin pagi, memperkirakan akan terjadi hujan lebat dan badai petir. Peringatan tersebut khusus mencakup Al-Ula mulai siang hari hingga jam 11 malam.
Hujan lebat selama periode ini, menurut perkiraan NCM, disertai angin kencang, berkurangnya jarak pandang, hujan es, dan potensi banjir bandang. (ard)











Discussion about this post