• Nasional & Opini
    • Politik
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • HanKam
    • Daerah
    • Kesehatan
    • Edukasi
    • Opini
    • English Version
  • World
    • Economy
    • Politic
    • Law
    • Culture
    • Islam
    • Freedom for Palestine
    • Umra & Hajj
    • Tourism
  • Ekonomi
    • Bisnis & Wirausaha
    • Common
    • Islami
    • Property
    • CSR
  • Nusantara
    • Metro
    • Urban
    • Guru Kita
    • Prestasi
    • Profil Perubahan
    • Wisata
  • Healtech
    • Hidup Sehat
    • Riset
    • Teknologi
    • Gadget
  • Auto-Sport & Hobby
    • Aneka Olah Raga
    • Sepeda
    • Golf
    • Auto
    • Fauna & Flora Care
  • Change
    • Motivasi
    • Entrepreneurship
    • Pensiun Sehat
  • Syar’i
    • Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
    • Muslim Fashion
    • Harmoni Keluarga
    • Griya Harmoni
    • Psikologi
    • Masjid & Activity
  • People & Activity
    • Figure
    • Community
    • Society
    • Social
    • Event
    • Podcast Ladders to be Leaders
  • KAMU KUAT
    • Podcast KAMU KUAT
  • Youth
    • Smart Teens
    • Students
    • School Story
    • Campuss Story
    • Millennial
  • Kuliner
    • Resto
    • Kaki Lima
    • Resep
  • City Jour & Video
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Syar'i True Story

Kisah Nabi Yaqub Alaihissalam, Hijrah Menjauh dari Saudaranya dan Menikahi Kakak Beradik pada Masanya

by Avesiar
2 Agustus 2025 | 23:12 WIB
in True Story
Reading Time: 7 mins read
A A
Kisah Nabi Yaqub Alaihissalam, Hijrah Menjauh dari Saudaranya dan Menikahi Kakak Beradik pada Masanya

Avesiar – Jakarta

Nabi Ya’qub Alaihissalam adalah putera  dari Nabi Ishaq bin Ibrahim. Sedang ibunya adalah anak saudara dari Nabi Ibrahim, bernama Rifqah binti A’zar. Ia adalah saudara kembar dari putera Ishaq yang  kedua bernama Ishu.

Antara kedua saudara kembar ini tidak terdapat suasana rukun dan damai serta tidak ada menaruh kasih-sayang satu terhadap yang lain. Bahkan Ishu mendendam dengki dan iri hati terhadap Ya’qub saudara kembarnya yang  memang dimanjakan dan lebih disayangi serta dicintai oleh ibunya.

Hubungan  mereka yang renggang dan tidak akrab itu makin buruk dan tegang setelah  diketahui oleh Ishu bahwa Ya’qub lah yang diajukan oleh ibunya ketika ayahnya  minta kedatangan anak-anaknya untuk diberkahi dan didoakan, sedangkan dia tidak  diberitahu dan karenanya tidak mendapat kesempatan seperti Ya’qub memperoleh  berkah dan doa ayahnya, Nabi Ishaq.

Melihat sikap saudaranya yang  bersikap kaku dan dingin dan mendengar kata-kata sindirannya yang timbul dari rasa dengki dan irihati, bahkan ia selalu diancam. Maka datanglah Ya’qub kepada  ayahnya mengadukan sikap permusuhan itu.

Ia berkata mengeluh :

“Wahai ayahku!  Tolonglah berikan nasihat kepadaku, bagaimana harus aku menghadapi saudaraku  Ishu yang membenciku mendendam dengki kepadaku dan selalu menyindirku dengan  kata-kata yang menyakitkan hatiku, sehingga menjadikan hubungan persaudaraan kami  berdua renggang dan tegang, tidak ada saling cinta mencintai saling  sayang-menyayangi. Dia marah karena ayah memberkahi dan mendoakan aku agar aku  memperolehi keturunan sholeh, rezeki yang mudah dan kehidupan yang makmur serta  kemewahan. Dia menyombongkan diri dengan kedua orang isterinya dari suku Kan’aan dan mengancam bahwa anak-anaknya dari kedua isteri itu akan menjadi saingan berat bagi anak-anakku kelak di dalam pencarian dan penghidupan dan macam-macam ancaman lain yang membuat cemas dan menyesakkan hatiku. Tolonglah ayah berikan aku nasihat bagaimana aku dapat mengatasi masalah ini serta mengatasinya  dengan cara kekeluargaan.”

Berkata si ayah, Nabi Ishaq yang memang sudah merasa kesal hati melihat hubungan kedua puteranya yang makin hari makin  meruncing:

Bacaan Terkait :

No Content Available
Load More

“Wahai anakku, karena usiaku yang sudah lanjut, aku tidak dapat menengahi kamu berdua. Ubanku sudah menutupi seluruh kepalaku, badanku sudah  membongkok, raut mukaku sudah kisut berkerut dan aku sudah berada di ambang pintu perpisahan dari kamu dan meninggalkan dunia yang fana ini. Aku kuatir bila aku  sudah menutup usia, gangguan saudaramu Ishu kepadamu akan makin meningkat dan ia  secara terbuka akan memusuhimu, berusaha mencari kecelakaanmu dan kebinasaanmu. Ia dalam usahanya memusuhimu akan mendapat sokongan dan pertolongan dan saudara-saudara iparnya yang berpengaruh dan berwibawa di negeri ini. Maka jalan  yang terbaik bagimu, menurut fikiranku, engkau harus pergi meninggalkan negeri  ini dan berhijrah engkau ke Fadan A’raam di daerah Irak, di mana bermukim pamanmu, saudara ibumu, Laban bin Batuil. Engkau dapat mengharap dinikahkan  kepada salah seorang puterinya dan dengan demikian menjadi kuatlah kedudukan sosialmu, disegani dan dihormati orang karena karena kedudukan mertuamu yang menonjol di mata masyarakat. Pergilah engkau ke sana dengan iringan doa dariku.  Semoga Allah memberkahi perjalananmu, memberi rezeki murah dan mudah, serta  kehidupan yang tenang dan tenteram.”

Nasihat dan anjuran si ayah mendapat tempat dalam hati si anak. Ya’qub melihat dalam anjuran ayahnya jalan keluar yang dikehendaki dari krisis hubungan persaudaraan antaranya dan Ishu. Apalagi  dengan mengikuti saran itu, ia akan dapat bertemu dengan pamannya dan anggota-anggota keluarganya dari pihak ibunya. Ia segera berkemas-kemas membungkus barang-barang yang diperlukan dalam perjalanan dan dengan hati yang terharu serta air mata yang tergenang di matanya ia meminta kepada ayahnya dan  ibunya ketika akan meninggalkan rumah.

Nabi Ya’qub Tiba di Irak

Dengan melalui jalan pasir dan sahara yang luas dengan panas mataharinya yang terik dan angin samumnya (panas) yang membakar kulit. Ya’qub meneruskan perjalanan seorang diri, menuju ke Fadan A’ram di mana pamannya, Laban, tinggal. Dalam perjalanan yang jauh itu, ia sesekali berhenti beristirahat bila merasa letih dan lesu. Dan dalam salah satu tempat  perhentiannya ia berhenti karena sudah sangat letihnya tertidur di bawah teduhan sebuah batu karang yang besar.

Dalam tidurnya yang nyenyak, ia mendapat mimpi bahwa ia dikurniakan rezeki luas, penghidupan yang aman damai, keluarga dan anak  cucu yang sholeh dan bakti serta kerajaan yang besar dan makmur. Terbangunlah  Ya’qub dari tidurnya, mengusapkan matanya menoleh ke kanan dan ke kiri dan  sadarlah ia bahwa apa yang dilihatnya hanyalah sebuah mimpi. Namun ia percaya bahwa mimpinya itu akan menjadi kenyataan di kemudian hari sesuai dengan doa ayahnya yang masih tetap mendengung di telinganya.

Dengan diperoleh mimpi itu, ia merasa segala letih yang ditimbulkan oleh perjalanannya menjadi hilang  seolah-olah ia mendapat tenaga baru dan bertambahlah semangatnya untuk  secepat mungkin tiba di tempat yang dituju dan menemui sanak-saudaranya dari  pihak ibunya.

Tiba pada akhirnya Ya’qub di depan pintu gerbang kota Fadan A’ram setelah berhari-hari siang dan malam menempuh perjalanan yang membosankan  tiada yang dilihat selain dari langit di atas dan pasir di bawah. Alangkah lega hatinya ketika ia mulai melihat binatang-binatang peliharaan berkeliaran di atas  ladang-ladang rumput, burung-burung berterbangan di udara yang cerah dan para  penduduk kota hilir mudik mencari nafkah dan keperluan hidup masing-masing.

Sesampainya di salah satu persimpangan jalan ia berhenti sebentar bertanya salah seorang penduduk di mana letaknya rumah saudara ibunya, Laban, berada. Laban seorang kaya-raya yang kenamaan pemilik dari suatu perusahaan peternakan yang terbesar di kota itu tidak sukar bagi seseorang untuk menemukan alamatnya. Penduduk yang ditanyanya itu segera menunjuk ke arah seorang gadis cantik yang sedang menggembala kambing seraya berkata kepada Ya’qub: “Kebetulan sekali, itulah dia puterinya Laban yang akan dapat membawamu ke rumah ayahnya, ia bernama Rahil.

Dengan ahti yang berdebar, pergilah  Ya’qub menghampiri gadis yang ayu dan cantik itu, lalu dengan suara yang  terputus-putus seakan-akan ada sesuatu yang mengikat lidahnya, ia mengenalkan  diri, bahwa ia adalah saudara sepupunya sendiri. Ibunya yang bernama Rifqah  adalah saudara kandung dari ayah si gadis itu. Selanjutnya ia menerangkan kepada  gadis itu bahwa ia datang ke Fadam A’raam dari Kan’aan dengan tujuan hendak  menemui Laban, ayahnya, untuk menyampaikan pesanan Ishaq, ayah Ya’qub kepada  gadis itu.

Maka dengan senang hati sikap yang ramah muka yang manis disilakan, ya’qub mengikutinya berjalan menuju rumah Laban, pamannya.

berpeluk-pelukanlah dengan mesranya si paman dengan keponakannya, menandakan kegembiraan masing-masing dengan pertemuan yang tidak disangka-sangka itu dan mengalirlah pada pipi masing-masing air mata yang  dicucurkan oleh rasa terharu dan sukacita. Maka disiapkanlah oleh Laban bin  Batu’il tempat dan kamar untuk keponakannya Ya’qub yang tidak berbeda  dengan tempat-tempat anak kandungnya sendiri, di mana ia dapat tinggal sesuka  hatinya seperti di rumahnya sendiri.

Setelah selang beberapa waktu tinggal di rumah Laban, pamannya sebagai anggota keluarga disampaikan oleh Ya’qub kepada pamannya pesanan Ishaq ayahnya, agar mereka berdua  berbesan dengan menikahkan kepada salah seorang dari puteri-puterinya.  Pesanan tersebut diterima oleh Laban dan setuju akan menikahkan Laban dengan  salah seorang puterinya, dengan syarat sebagai maskawin, ia harus memberikan  tenaga kerjanya di dalam perusahaan peternakan calon mertuanya selama tujuh  tahun. Ya’qub menyetujuinya syarat-syarat yang dikemukakan oleh pamannya  dan bekerjalah ia sebagai seorang pengurus usaha peternakan terbesar di  kota Fadan A’raam itu.

Setelah masa tujuh tahun dilampaui oleh Ya’qub  sebagai pekerja dalam usaha peternakan Laban, ia menagih janji pamannya yang akan mengambilnya sebagai anak menantunya. Laban menawarkan  kepada ya’qub agar menyunting puterinya yang bernama Laiya sebagai isteri, namun  keponakannya menghendaki Rahil adik dari Laiya, karana lebih cantik dan lebih ayu dari Laiya yang ditawarkannya itu.

Keinginan mana diutarakannya secara terus  terang oleh Ya’qub kepada pamannya, yang juga dari pihak pamannya  memahami dan mengerti isi hati anak saudaranya itu. Akan tetapi adat istiadat  yang berlaku pada waktu itu tidak mengizinkan seorang adik melangkahi kakaknya kawin lebih dahulu.

Karenanya sebagai jalan tengah agar tidak mengecewakan Ya’qub dan tidak pula melanggar peraturan yang berlaku, Laban menyarankan agar anak saudaranya Ya’qub menerima Laiya sebagai isteri pertama dan Rahil sebagai isteri kedua yang akan disunting kelak setelah ia menjalani masa kerja tujuh  tahun di dalam usaha peternakannya.

Ya’qub yang sangat hormat  kepada pamannya dan merasa berhutang budi kepadanya yang telah  menerimanya di rumah sebagai keluarga, melayaninya dengan baik dan  tidak dibeda-bedakan seolah-olah anak kandungnya sendiri, tidak dapat berbuat  apa-apa selain menerima cadangan pamannya itu.

Pernikahan dilaksanakan dan kontrak untuk masa tujuh tahun kedua ditandatangani. Begitu masa tujuh  tahun kedua berakhir, dinikahkanlah Ya’qub dengan Rahil gadis yang sangat dicintainya dan selalu dikenang sejak pertemuan pertamanya tatkala ia masuk kota  Fadan A’raam. Dengan demikian Nabi Ya’qub beristerikan dua wanita bersaudara, kakak dan adik, hal mana menurut syariat dan peraturan yang berlaku pada waktu tidak terlarang. Akan tetapi setelah masuk zaman kerasulan Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam hal semacam itu diharamkan secara syariat.

Laban memberi hadiah kepada kedua puterinya yaitu kedua  isteri ya’qub, seorang hamba sahaya untuk menjadi pembantu rumah tangga mereka.  Dan dari kedua isterinya serta kedua hamba sahayanya itu Ya’qub dikurniai dua  belas anak, di antaraya Yusuf dan Bunyamin dari Rahil sedang yang lain dari  Laiya.

Kisah Nabi  Ya’qub di Dalam Al Qur’an

Kisah Nabi Ya’qub tidak terdapat dalam Al-Quran secara  tersendiri, namun disebut-sebut nama Ya’qub dalam hubungannya dengan Ibrahim, Yusuf dan Nabi-nabi yang lain. Bahkan kisah ini adalah bersumberkan dari kitab-kitab  tafsir dan buku-buku sejarah. Wallahua’lam. (adm/Dikutip dari Kisah 25 Nabi & Rasul)

Tags: Anak Nabi IshaqHijrahnya Nabi YaqubKisah Nabi YaqubNabi Yaqub AlaihissalamNabi Yaqub AS
ShareTweetSendShare
Previous Post

Finlandia Larang Ponsel di Ruang Kelas Sekolah Mengikuti Beberapa Negara Eropa Lainnya

Next Post

Masyarakat Diundang Hadir di Upacara HUT RI ke-80 di Istana, 6400 Peserta Bisa Daftar Online per 4 Agustus

Mungkin Anda Juga Suka :

Sufi Wanita yang Akan Menggenggam Tauhid Demi Menagih Janji Allah

Sufi Wanita yang Akan Menggenggam Tauhid Demi Menagih Janji Allah

13 April 2026

...

Mustajabnya Doa Sahabat Rasulullah SAW Sa’ad bin Abi Waqqash yang Difitnah oleh Usamah bin Qatadah

Mustajabnya Doa Sahabat Rasulullah SAW Sa’ad bin Abi Waqqash yang Difitnah oleh Usamah bin Qatadah

28 Maret 2026

...

Ancaman Bagi yang Berbuat Dzolim Menurut Al Qur’an dan Hadis, Agar Segera Meminta Kehalalan atau Maafnya

Ancaman Bagi yang Berbuat Dzolim Menurut Al Qur’an dan Hadis, Agar Segera Meminta Kehalalan atau Maafnya

23 Maret 2026

...

Sahabat Abu Dzar al-Ghifari, Pria Zuhud Berasal dari Kabilah yang Suka Merampok

Sahabat Abu Dzar al-Ghifari, Pria Zuhud Berasal dari Kabilah yang Suka Merampok

2 Januari 2026

...

Kisah Pria yang Akhirnya Dikeluarkan dari Neraka dan Terakhir Masuk Surga

Kisah Pria yang Akhirnya Dikeluarkan dari Neraka dan Terakhir Masuk Surga

30 Desember 2025

...

Load More
Next Post
Masyarakat Diundang Hadir di Upacara HUT RI ke-80 di Istana, 6400 Peserta Bisa Daftar Online per 4 Agustus

Masyarakat Diundang Hadir di Upacara HUT RI ke-80 di Istana, 6400 Peserta Bisa Daftar Online per 4 Agustus

Giliran India Kena Tarif 25 Persen, Termasuk Denda Karena Beli Peralatan Militer dan Energi dari Rusia

Perusahaan Minyak India Tidak Menghentikan Impor dari Rusia di Tengah Ancaman Tarif Trump

Discussion about this post

TERKINI

Judi Online Makan Korban 200 Ribu Anak Indonesia, Termasuk 80 ribu Anak di Bawah 10 Tahun

16 Mei 2026

Man with Leaps, Guz Reza Syarief yang Kini Tidak Hanya Memotivasi Seni Memimpin, Tapi Juga Berdakwah

16 Mei 2026

Bahayanya Melanggar Hukum Haji, 19 Warga Indonesia Ditangkap Otoritas Saudi

15 Mei 2026

Kokohnya Arief ‘Wing’ Wiryawan Mantan Humas yang Banting Setir Jadi Dirut Properti, Hearty Leader

15 Mei 2026

Jangan Ketawa, Ini Singkatan-singkatan Pembelajaran Kelas Daring

14 Mei 2026

Persistensi Pung Purwanto Pemred Sindonews Memimpin Platform Media Online di Tengah Badai Hoaks

14 Mei 2026

Trump Mengakui Tidak Peduli dengan Ekonomi Rakyatnya, Yang Penting Iran Tidak Punya Nuklir

13 Mei 2026

‘Ngelotoknya’ Sukaca Purwokardjono di Telko, Chief Customer Experience XL Smartfren, Kepuasan No. 1

13 Mei 2026

Alvin Wildan Sahli, Mahasiswa Meteorologi IPB Berprestasi Mewakili Indonesia di Beijing & Jepang

12 Mei 2026

Ketulusan Sidik Kadarsyah ‘Anak Kampung’ Awali Karir Jadi Cleaning Servis, Mgr Humas, Hingga Marcomm

12 Mei 2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© 2017 Avesiar.com - All Rights Reserved

  • Nasional & Opini
    • Politik
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • HanKam
    • Daerah
    • Kesehatan
    • Edukasi
    • Opini
    • English Version
  • World
    • Economy
    • Politic
    • Law
    • Culture
    • Islam
    • Freedom for Palestine
    • Umra & Hajj
    • Tourism
  • Ekonomi
    • Bisnis & Wirausaha
    • Common
    • Islami
    • Property
    • CSR
  • Nusantara
    • Metro
    • Urban
    • Guru Kita
    • Prestasi
    • Profil Perubahan
    • Wisata
  • Healtech
    • Hidup Sehat
    • Riset
    • Teknologi
    • Gadget
  • Auto-Sport & Hobby
    • Aneka Olah Raga
    • Sepeda
    • Golf
    • Auto
    • Fauna & Flora Care
  • Change
    • Motivasi
    • Entrepreneurship
    • Pensiun Sehat
  • Syar’i
    • Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
    • Muslim Fashion
    • Harmoni Keluarga
    • Griya Harmoni
    • Psikologi
    • Masjid & Activity
  • People & Activity
    • Figure
    • Community
    • Society
    • Social
    • Event
    • Podcast Ladders to be Leaders
  • KAMU KUAT
    • Podcast KAMU KUAT
  • Youth
    • Smart Teens
    • Students
    • School Story
    • Campuss Story
    • Millennial
  • Kuliner
    • Resto
    • Kaki Lima
    • Resep
  • City Jour & Video