Avesiar – Jakarta
Perbuatan zalim menurut Islam adalah meletakkan sesuatu atau perkara bukan pada tempatnya. Kata ini juga biasa digunakan untuk melambangkan sifat kejam, bengis, tidak berperikemanusiaan. Dalam Al Qur’an, surah Ali Imran, ayat 192, Allah Subhanahu Wa Ta’ala telah memberikan peringatan berupa ancaman bagi orang zalim.
“Orang-orang yang berbuat zalim akan mendapat ancaman yang sangat dahsyat yang mestinya menjadi perhatian kita sebagai orang-orang mukmin, sehingga kita hidupnya senantiasa dalam ridha Allah Subhanahu Wa Ta’ala,” kata Imran Baehaqi, dilansir laman resmi Muhammadiyah, Jum’at (10/9/2021), dalam Khutbah Jumat yang disiarkan TvMu Channel.
Disampaikan oleh Anggota Lembaga Dakwah Khusus (LDK) PP Muhammadiyah tersebut bahwa beberapa poin akibat melakukan perbuatan zalim, yaitu:
Pertama, kezaliman akan mengakibatkan berlakunya azab yang besar bagi pelakunya. Hal ini sebagaimana ditegaskan dalam QS. Al-Furqan ayat 19 bahwa, “Barangsiapa yang berbuat zalim, niscaya akan merasakan azab yang sangat besar.”
Kedua, kezaliman akan mendapatkan laknat berupa dijauhkannya dari kenikmatan-kenikmatan dan rahmat Allah Subhanahu Wa Ta’ala baik di dunia maupun di akhirat. Hal ini ditegaskan dalam QS. Ghafir ayat 52 bahwa, “(yaitu) hari ketika permintaan maaf tidak berguna bagi orang-orang zalim dan mereka mendapat laknat dan tempat tinggal yang buruk.”
Ketiga, kezaliman akan mendapatkan ancaman doa dari orang yang dizaliminya dan doa orang yang terzalimi akan dikabulkan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala, sekalipun doa keburukan. Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam pernah bersabda:
”Dan berhati-hatilah terhadap doa orang yang terzalimi, karena tidak ada penghalang antara doanya dengan Allah.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Keempat, kezaliman akan mengalami kebangkrutan di hari kiamat kelak, bila tidak bertaubat kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan memohon maaf kepada orang yang dizalimi ketika di dunia. Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:
“Siapa yang pernah berbuat aniaya (zhalim) terhadap kehormatan saudaranya atau sesuatu apapun hendaklah dia meminta kehalalannya (maaf) pada hari ini (di dunia) sebelum datang hari yang ketika itu tidak bermanfaat dinar dan dirham.” (HR. Al-Bukhari).
Kelima, kezaliman akan mendatangkan bencana dan malapetaka. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman dalam QS. Al-Hajj ayat 45 bahwa, “Maka betapa banyak negeri yang telah Kami binasakan karena (penduduk)nya dalam keadaan zalim, sehingga runtuh bangunan-bangunannya dan (betapa banyak pula) sumur yang telah ditinggalkan dan istana yang tinggi (tidak ada penghuninya).”
Wallahua’lam. (adm)













Discussion about this post