Avesiar – Jakarta
Bank Sentral Mesir menyatakan remitansi atau pengiriman uang dari warga Mesir yang bekerja di luar negeri mencapai rekor sebesar 33,9 miliar dolar dalam delapan bulan pertama tahun 2026.
Dilansir The New Arab, Rabu (14/10/2026), angka tersebut 27,2 persen lebih tinggi dibandingkan 26,6 miliar dolar yang tercatat pada periode yang sama tahun lalu, yang berarti terjadi peningkatan sekitar 7,3 miliar dolar.
Pernyataan itu dibuktikan antara bulan Januari dan Agustus total nilai remitansi telah melampaui angka 29,6 miliar dolar yang diterima sepanjang tahun 2024 dan mendekati angka 41,5 miliar dolar yang tercatat sepanjang tahun 2025.
Nilai remitansi pada bulan Agustus saja mencapai sekitar 4,2 miliar dolar, naik 21,7 persen dari 3,5 miliar dolar pada bulan yang sama tahun lalu.
Namun, angka bulanan tersebut sekitar 300 juta dolar lebih rendah dibandingkan bulan Juli, saat arus masuk dana mencapai sekitar 4,5 miliar dolar.
Angka-angka terbaru ini melanjutkan pemulihan tajam dalam jumlah uang yang dikirimkan kembali ke tanah air oleh warga Mesir yang berada di luar negeri.
Selama delapan bulan pertama tahun 2025, remitansi meningkat sebesar 47,2 persen secara tahunan (year-on-year), dari 18,1 miliar dolar menjadi 26,6 miliar dolar.
Peningkatan ini terjadi setelah periode di mana kelangkaan mata uang asing di Mesir serta kesenjangan besar antara nilai tukar resmi dan nilai tukar pasar paralel telah mendorong sebagian warga Mesir di luar negeri untuk menjauhi saluran perbankan formal.
Mesir beralih ke sistem nilai tukar yang lebih fleksibel pada Maret 2024, yang memungkinkan nilai mata uang pound ditentukan lebih banyak oleh mekanisme pasar.
Remitansi tersebut menurut Dana Moneter Internasional (IMF), meningkat sebesar 62 persen secara tahunan pada kuartal kedua tahun 2024 dan 85 persen pada kuartal ketiga, setelah nilai tukar di pasar resmi dan pasar paralel menyatu.
Perubahan kebijakan mata uang ini merupakan bagian dari program IMF yang lebih luas senilai 8 miliar dolar yang disepakati pada tahun 2024.
Untuk keseluruhan tahun 2025, remitansi mencapai 41,5 miliar dolar, naik 40,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Nilai totalnya mencapai 36,5 miliar dolar selama tahun fiskal 2024-2025, menurut data neraca pembayaran Bank Sentral.
Surplus remitansi tercatat sebesar 36,3 miliar dolar pada tahun fiskal tersebut, sementara defisit transaksi berjalan Mesir turun menjadi 15,4 miliar dolar.
Remitansi merupakan sumber utama devisa bagi Mesir, di samping ekspor, pariwisata, pendapatan Terusan Suez, dan investasi.
Bank Sentral tidak memberikan perincian mengenai negara asal pengiriman dana terbaru tersebut ataupun saluran yang digunakan untuk mengirimkannya. (ard)











Discussion about this post