Avesiar – Jakarta
Tekanan terhadap pasokan minyak global, menurut CEO Saudi Aramco, Amin Nasser, akan semakin parah kecuali Selat Hormuz dibuka kembali sepenuhnya.
Saat berbicara di Kongres Energi WPC di Riyadh, dilansir laman situs berita Tasnim, Senin (12/10/2026), Nasser menyatakan bahwa tekanan pada pasokan minyak mentah sudah sangat berat, sementara kenaikan harga bahan bakar olahan turut menambah beban di pasar energi.
“Secara global, tekanan terhadap pasokan minyak mentah ini serius,” ujarnya, sambil memperingatkan bahwa gangguan tersebut dapat berdampak jangka panjang terhadap pasokan energi.
Nasser menyebutkan bahwa cadangan komersial lepas pantai—yang berfungsi sebagai penyangga terakhir dalam menghadapi gangguan pasokan—telah turun hingga “jauh di bawah” enam miliar barel, dengan sebagian besar cadangan tersebut tidak dapat segera digunakan.
Ia menambahkan bahwa upaya memulihkan kembali tingkat cadangan sembari tetap memenuhi permintaan global bisa memakan waktu hingga dua tahun; hal ini menggarisbawahi besarnya tantangan yang dihadapi pasar energi jika gangguan pasokan terus berlanjut.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal OPEC, Haitham al-Ghais, mengatakan bahwa organisasi tersebut telah menurunkan perkiraan pertumbuhan permintaan minyak untuk tahun ini menjadi 400.000 barel per hari, turun dari angka 1,4 juta barel per hari yang diproyeksikan pada awal tahun.
OPEC memperkirakan bahwa permintaan yang tertunda tersebut akan terealisasi pada tahun 2027, saat organisasi itu mengantisipasi munculnya lonjakan permintaan yang selama ini tertahan. (ard)











Discussion about this post