Pemprov Aceh Apresiasi Hijrahnya BNI ke Layanan Syariah

KONVERSI BNI KE LAYANAN SYARIAH : Sejak disahkan Qanun Nomor 11 tahun 2018 tentang Lembaga Keuangan Syariah di Aceh, Pemerintah Aceh semakin memantapkan komitmennya dalam penerapan Lembaga Keuangan Syariah (LKS). Foto : acehprov.go.id
Avesiar.com -

Pelaksana Tugas Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, apresiasi langkah hijrahnya Bank Negara Indonesia (BNI) yang telah mengkonversikan sistem keuangan berlandaskan syariah. Progres besar ini diharapkan menjadi contoh bagi bank konvensional lainnya di Aceh untuk dapat menyegerakan migrasi sistem ke syariah. Seperti dikutip dari acehprov.go.id yang tayang Senin (16/12).

Hal itu disampaikan Plt Gubernur saat menerima audiensi dan paparan Road Map Implementasi penerapan keuangan syariah BNI di aula Rumah Dinas Wakil Gubernur Aceh, Banda Aceh, Senin (16/12).

Nova menuturkan, sejak disahkan Qanun Nomor 11 tahun 2018 tentang Lembaga Keuangan Syariah di Aceh, Pemerintah Aceh semakin memantapkan komitmennya dalam penerapan Lembaga Keuangan Syariah (LKS). Untuk itu, Nova berharap di tahun 2022 mendatang seluruh lembaga keuangan di Aceh harus sudah beralih dan menganut sistem keuangan syariah.

“Qanun sudah disahkan dan pemerintah saat ini sangat komit dengan LKS ini, walaupun semua itu harus melalui proses yang memakan waktu untuk menyamakan pemahaman dan tafsir,” kata Nova.

Penerapan produk hukum yang dihasilkan dari keistimewaan yang dimiliki Aceh tersebut, lanjut Nova, pada dasarnya dilakukan semata-mata untuk menjauhi segala larangan yang telah ditentukan oleh Agama Islam salah satunya yaitu riba.

Ia menyebutkan, masyarakat Aceh yang notabenenya merupakan Muslim, menganggap sistem keuangan konvensional tersebut haram hukumnya dengan menganut sistem riba.

Maka dari itu, sebagai provinsi yang sudah menyatakan keislamannya dan menganut hukum syariah dalam implementasi pemerintahannya menginginkian agar seluruh lembaga keuangan yang bernaung di Aceh untuk dapat segera beralih ke sistem keuangan syariah.

“Memang kita akui, belum semuanya benjalan sempurna. Tapi langkah ke arah penyempuranaan itu sudah terlihat. Terutama dari dukungan lembaga Perbankan yang semakin ramai menghadirkan bank-bank syariah nasional di Aceh,” kata Nova.

Maka itu, Nova berharap dengan bermigrasinya BNI ke sistem syariah, kebijakan tentang Lembaga Ekonomi Syariah (LKS) semakin mendapat dukungan luas dari semua pihak dan kalangan, sehingga semua lembaga keuangan yang bergerak di Aceh siap menerapkan sistem ekonomi syariah dalam menjalankan usahanya. “Semoga dengan Mualafnya BNI ini bisa menjadi contoh bagi bank konvensional lainya di Aceh,” katanya.

Sementara itu, Direktur Keuangan BNI, Ario Bimo, mengatakan sebagi bentuk keseriusan peralihan sitem keuangan syariah. Di tahun 2020 nanti BNI konvensional yang ada di Aceh akan mengambil langkah untuk migrasi seluruh Dana Pihak Ketiga (DPK) dan kredit BNI konvensional menjadi BNI syariah.

Selanjutnya, pihak BNI juga akan menutup 29 outlet atau cabangan Bank BNI konvensional yang ada di Aceh dan mengalihkannya menjadi bank BNI syariah. Dan tentunya, kata Ario, sebelumnya untuk memperkuat sitem keuangan syariah ini, pihak BNI sudah mengarahkan pihak internalnya (pegawai) untuk mepelajari sistem dan penerapan LKS.

“Kita sudah siapkan 291 karywan kita untuk di tempatkan di bank syariah, yang sebelumnya sudah kita beri pemahaman dan pelatihan terkait lembaga keuangan syariah,” kata Ario.

Ario juga mengungkapkan dalam paparannya, bahwa di tahun 2021 target seluruh Bank BNI yang berada di seluruh Aceh akan sepenuhnya syariah baik dari segi keuangan dan sumber daya manusianya.

Audiensi tersebut dimoderatori oleh Asisten Sekretaris Daerah Aceh Bidang Ekonomi Dan Pembangunan Teuku Ahmad Dadek dan turut dihadiri oleh, Kepala Biro Keistimewaan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Aceh, Kepala Biro Perekonomian Setda Aceh, Kepala Dinas Syariat Islam Aceh, Kakanwil Kementerian Agama Provinsi Aceh, dan seluruh stakeholder terkait. (ave)