Avesiar – Mataram
Ustaz Mizan Qudsiah, Pemimpin Pondok Pesantren Assunnah di Lombok Timur, telah dimintai keterangan oleh Ditreskrimsus Polda NTB, Senin (3/1).
Pemeriksaan tersebut terkait dengan video ceramah yang diduga mengandung ujaran kebencian yang di-upload di YouTube pada 13 November 2021. ”Kemaren (Senin, 3/1) sudah diambil keterangan ,” kata Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Artanto, dilansir radarlombok.co.id, Rabu (5/1/2022)
Pemeriksaan ini kata Artanto tindaklanjut dari adanya laporan masyarakat yang keberatan dengan isi ceramah Ustaz Mizan Qudsiah. Laporan tersebut masuk ke Polda NTB sejak Minggu (2/1). “Ia diambil keterangannya selaku saksi,” bebernya.
Terkait tuntutan dari masyarakat agar polisi menahan Ustaz Mizan Qudsiah, Artanto mengaku tidak bisa begitu saja menahan orang. Sebab status Ustaz Mizan Qudsiah masih saksi. Ustaz Mizan Qudsiah kata Artanto, baru bisa ditahan jika sudah berstatus tersangka.
“Untuk saat ini yang bersangkutan hanya diamankan dan dalam pengawasan polisi, “ bebernya.
Terkait di mana diamankan polisi tidak bersedia membeberkannya.
Penasihat hukum Ustaz Mizan Qudsiah yaitu Apriadi Abdi Negara membenarkan kliennya telah dimintai keterangan di Polda NTB.
“Terkait proses hukum Ustaz Mizan Qudsiah beliau sudah dipanggil dua kali. Ini dalam rangka penyelidikan,”ujarnya.
Pemeriksaan pertama kata Apriadi pada Minggu (2/1). Saat itu pemeriksaannya berkaitan dengan video yang berdurasi 19 detik.
Kemudian pemeriksaan kedua pada Senin (3/1). Itu berkaitan dengan video yang berdurasi 1 jam 2 menit 49 detik. ”Pertanyaan penyidik seputar itu,” ujarnya.
Apriadi menegaskan bahwa kliennya akan koperatif menjalani proses hukum ini.
Apabila ada panggilan penyidik maka kliennya pasti akan hadir. ”Bahkan klien saya siap menerima apapun yang menjadi saran kepolisian, saran masyarakat, saran tokoh masyarakat, ulama, dan yang lain-lain,” katanya.
Untuk posisi kliennya, Apriadi membenarkan telah diamankan. Namun terkait di mana diamankan, ia sendiri belum mengetahui pasti. ”Dia hari ini sedang diamankan cuman saya tidak tahu posisinya di mana. Ini untuk menjaga kondusivitas daerah kita,” tutupnya. (*)













Discussion about this post