Avesiar – Jakarta
Menurut para ahli yang diwawancarai majalah Forbes, Rusia memiliki sistem pertahanan udara terkuat di dunia. Tiap regu taktis seukuran batalion (elemen tempur dasar Tentara Rusia) disertai oleh sejumlah besar sistem antipesawat yang menjalankan tugas dan perannya masing-masing.
“Rusia memiliki sistem pertahanan udara taktis paling modern dalam persenjataannya — semuanya terintegrasi ke dalam formasi tempur pasukan darat. Sebuah brigade, yang terdiri dari empat batalion, memiliki batalion pertahanan udara khusus yang dipersenjatai roket”, tulis Lester Grau dan Charles Bartles dalam buku War in the Russian Way, dikutip dari RBTH, Senin (17/1/2022).
Pertama adalah batalion anti-pesawat memiliki 27 sistem rudal anti-pesawat portable Igla dan Verba yang memiliki jangkauan hingga beberapa kilometer.
Dua pertiga sistem rudal anti-pesawat berada di depan, sementara sisanya bersiaga di pos komando brigade. Operator sistem transmisi melepaskan tembakan dari barisan infanteri, sementara enam kendaraan Tunguska berada dalam formasi untuk perlindungan kendaraan lapis baja.
Kendaraan-kendaraan ini memiliki meriam dan roket yang dapat menyasar target hingga sepuluh kilometer. Selain Tunguska, ada juga enam kendaraan Strela-10. Unit ini adalah pengangkut personel lapis baja ringan menggunakan rudal yang sama dengan sistem rudal portabel dan dikerahkan di dekat artileri brigade. Kendaraan ini bertugas melindungi alat-alat canggih.
Dua belas sistem anti-pesawat Tor menggunakan rudal dengan jangkauan 16 kilometer dan mampu terbang hingga ketinggian 6,5 kilometer.
Sistem Tor dikerahkan di semua formasi brigade. Radar batalion dapat memperingatkan pesawat musuh yang mendekat, tetapi rudal termal dan kendali komando tidak memerlukan radar.
Pertahanan udara yang kuat semacam ini sama sekali tak memberikan peluang bagi musuh menggunakan pesawat terbang, helikopter, rudal jelajah, dan drone. (ard)
Sumber: id.rbth.com/technology/84642-sistem-pertahanan-udara-terkuat-wyx













Discussion about this post