Avesiar – Jakarta
Imam gay yang diduga sebagai yang pertama di dunia bernama Muhsin Hendricks, ditembak mati pada hari Sabtu di dekat kota Gqeberha di Afrika Selatan, kata polisi Afrika Selatan, dikutip dari The New Arab, Rabu (19/2/2025).
Penganut gay juga pengelola sebuah masjid yang dimaksudkan sebagai tempat berlindung yang aman bagi kaum gay dan Muslim terpinggirkan lainnya, berada di dalam mobil bersama orang lain ketika sebuah kendaraan berhenti di depan mereka dan menghalangi jalan keluar mereka, kata polisi.
Pasukan Eastern Cape dalam sebuah pernyataan menyebut, bahwa dua tersangka tak dikenal dengan wajah tertutup keluar dari kendaraan dan mulai melepaskan beberapa tembakan ke kendaraan itu.
“Kemudian mereka melarikan diri dari tempat kejadian, dan pengemudi melihat bahwa Hendricks, yang duduk di belakang kendaraan itu tertembak dan tewas,” imbuh pernyataan tersebut
Dikutip dari The New Arab, seorang juru bicara polisi, mengonfirmasi kepada AFP keaslian sebuah video di media sosial yang dimaksudkan untuk menunjukkan pembunuhan yang disengaja di Bethelsdorp dekat Gqeberha, yang sebelumnya dikenal sebagai Port Elizabeth.
“Motif pembunuhan itu tidak diketahui dan menjadi bagian dari penyelidikan yang sedang berlangsung,” kata polisi, mendesak siapa pun yang memiliki informasi untuk melapor.
Asosiasi Lesbian, Gay, Biseksual, Trans, dan Interseks Internasional mengecam pembunuhan itu.
“Keluarga ILGA World sangat terkejut mendengar berita pembunuhan Muhsin Hendricks, dan meminta pihak berwenang untuk menyelidiki secara menyeluruh apa yang kami khawatirkan sebagai kejahatan kebencian,” kata direktur eksekutif Julia Ehrt dalam sebuah pernyataan.
Hendricks, yang terlibat dalam berbagai kelompok advokasi LGBTQ, menyatakan dirinya gay pada tahun 1996. Ia mengelola masjid Al-Ghurbaah di Wynberg dekat tempat kelahirannya, Cape Town.
Masjid itu menyediakan “ruang aman tempat kaum Muslim queer dan perempuan terpinggirkan dapat menjalankan Islam”, demikian pernyataan situs webnya.
Hendricks, yang menjadi subjek film dokumenter tahun 2022 berjudul “The Radical”, sebelumnya menyinggung ancaman terhadapnya.
Namun, ia bersikeras bahwa “kebutuhan untuk menjadi autentik” “lebih besar daripada rasa takut untuk mati”.
Afrika Selatan memiliki salah satu tingkat pembunuhan tertinggi di dunia, dengan sekitar 28.000 pembunuhan pada tahun hingga Februari 2024, menurut data kepolisian. (ard)
https://www.newarab.com/news/worlds-first-openly-gay-imam-shot-dead-south-africa













Discussion about this post