KAMU KUAT – Jakarta
Belanja dan jajan online kini jadi bagian dari gaya hidup, termasuk di kalangan remaja. Dari pakaian hingga makanan viral, semua bisa dibeli. Dengan sekali klik, barang yang diinginkan bisa langsung dipesan tanpa perlu repot keluar rumah.
Tapi, seberapa sering remaja benar-benar berbelanja online? Apakah mereka mudah tergoda promo, atau karena benar-benar sedang membutuhkan barang yang bisa didapatkan dengan cara belanja online?
Pengalaman dari para sahabat kanal remaja dan anak muda KAMU KUAT! Avesiar.com ini mungkin bisa jadi rujukan.
Queensya, siswi kelas 9, SMP Negeri 3 Jatiyoso, Jawa Tengah
Queensya mengaku bahwa ia pernah berbelanja online, tapi jarang. “Kalau beli online, biasanya pakaian atau makanan yang lagi viral karena penasaran rasanya,” ujarnya. Seperti banyak remaja lain, ia memilih belanja bukan karena kebiasaan, tapi lebih karena kebutuhan atau rasa penasaran sesekali.

Dalam dunia digital, banyak remaja memang tertarik mencoba makanan atau barang yang sedang viral di media sosial. Tapi, tidak selalu semua pembelian itu memuaskan. “Kadang ada yang puas, kadang juga nggak sesuai ekspektasi,” tambahnya.
Saat ditanya apakah ia sering belanja berdasarkan momen tertentu, Queensya menjawab, “Nggak sih, cuman kalau lagi butuh aja. Jarang juga belanja online.”
Menariknya, Queensya punya cara sendiri dalam mengatur keuangannya. “Biasanya sisa uang saku sekolah saya tabung dulu. Kalau mau minta dibayarin orang tua, kasihan,” katanya.
Dalam dunia belanja online, diskon dan promo sering kali membuat orang tergoda untuk membeli barang yang sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan. Tapi bagi Queensya, belanja tetap harus berdasarkan kebutuhan.
“Lebih ke kebutuhan aja. Kalau beli tapi nggak butuh banget, kayak sayang aja duitnya,” ujarnya tegas.
Banyak orang berpikir bahwa kemudahan akses belanja online membuat remaja jadi boros. Tapi Queensya punya pandangan berbeda. “Tergantung sama kitanya. Kalau kita bisa mengelola pengeluaran sesuai kemampuan dan nggak tergoda promo, ya nggak juga sih,” katanya menutup wawancara.
Allesya Khiar, siswi kelas 11, SMA Negeri 2, Tangerang Selatan
“Aku pernah, sering juga!” ujar Allesya dengan antusias. Dari sekian banyak pilihan, ia paling sering membeli makanan ringan. “Sebenernya dua-duanya sih, barang dan makanan, tapi biasanya lebih ke makanan ringan,” tambahnya.

Kemudahan belanja online juga jadi solusi buat yang malas keluar rumah. “Aku belanja berdasarkan kebutuhan. Kalau mau jajan tapi males keluar, yaudah beli online aja,” katanya.
Di era digital, influencer sering jadi panutan dalam memilih barang. Allesya mengaku cukup sering tergoda untuk membeli sesuatu karena melihat review mereka. “Aku sering banget terpengaruh sama influencer! Tapi aku bakal research ulang, apakah barangnya beneran bagus atau nggak. Kalau bagus, baru aku beli,” jelasnya.
Salah satu fitur yang ia sukai adalah live shopping, di mana penjual menunjukkan barang secara langsung melalui siaran live. “Menurutku, ini bener-bener bagus! Kita bisa langsung minta diperlihatkan barangnya. Dan aku tuh gampang terpengaruh sama omongan kakak yang jualannya, hahaha,” candanya.
Meski sering belanja online, Allesya jarang mengalami masalah karena selalu membaca review sebelum membeli. “Belum pernah ketipu, karena aku sangat teliti baca review-nya,” katanya.
Namun, bukan berarti semuanya selalu sempurna. “Pernah sih, misalnya pas beli pakaian, ternyata nggak cocok sama bentuk tubuh aku. Itu minusnya belanja online, nggak bisa coba langsung,” ujarnya.
Karena mudahnya akses, belanja online bisa bikin seseorang lebih konsumtif. Allesya pun mengakuinya. “Kalau dibilang boros, iya sih. Aku dikasih uang dikit langsung aku jajanin, hahaha!” serunya Allesya kemudian tertawa
Tapi, apakah belanja online bikin remaja jadi lebih malas? Menurutnya, tidak juga. “Sebenernya nggak bikin males sih. Lebih ke mempermudah belanja aja. Boros? Mungkin iya, soalnya gampang banget belanjanya. Rasanya kayak cari uang juga gampang. hehe,” katanya.
Syifa, mahasiswa, sedang menunggu wisuda, Universitas Mercu Buana

Syifa mengaku cukup sering berbelanja online. “Yang dibeli itu untuk keperluan yang kadang urgent atau karena emang lagi pengen aja,” katanya.
Produk yang paling sering ia beli antara lain makanan, baju, makeup, dan skincare. Sedangkan faktor utama yang membuatnya tergoda belanja online? Promo! “Lebih sering karena ada promo, hehe,” ujarnya.
Diskon, cashback, dan potongan harga memang sering kali menjadi daya tarik utama bagi pembeli, termasuk Syifa.
Sebelum membeli produk kecantikan, Syifa selalu melakukan riset melalui review dari influencer atau beauty vlogger. “Jadi bisa lebih yakin untuk beli produknya,” jelasnya.
Selain itu, ia juga sering memanfaatkan kode promo dari influencer agar bisa mendapatkan harga lebih murah. Salah satu fitur yang menurutnya sangat membantu adalah live shopping. “Fitur ini sangat membantu banget! Kadang di live juga lebih murah buat beli produknya,” katanya dengan antusias.
Meski sudah teliti, Syifa pernah mengalami kejadian tidak menyenangkan saat belanja online. “Waktu itu saya sempat kena scam dan nggak bisa cancel barangnya,” ceritanya. Lebih parahnya lagi, setelah barang tetap dikirim, ia malah diblokir oleh toko tersebut.
Kejadian seperti ini menjadi pengingat bahwa meski belanja online menawarkan banyak keuntungan, tetap harus waspada terhadap penjual yang tidak terpercaya. Selalu cek rating toko, baca ulasan pembeli lain, dan pastikan ada kebijakan pengembalian barang sebelum membeli.
Selain produk kecantikan, Syifa juga mengaku sering memesan makanan online. “Mungkin hampir tiap minggu selalu ada beli makanan online,” katanya. Ia memilih layanan ini karena lebih murah dan lebih praktis.
“Biasanya beli makanan berat, snack, atau minuman,” tambahnya. Namun, ia lebih suka memanfaatkan promo yang sudah ada daripada sengaja membeli voucher diskon. “Nggak pernah sengaja beli voucher gitu. Hihi,” ujarnya.
Jadi, buat kamu yang suka belanja atau jajan online, yuk belajar mengatur uang dengan baik! Belilah barang yang benar-benar kamu butuhkan, jangan mudah tergoda promo, dan biasakan menabung dulu sebelum checkout. Dengan begitu, kamu bisa tetap menikmati belanja online tanpa penyesalan di kemudian hari. (Resty)













Discussion about this post