Avesiar – Jakarta
Akses ke platform game Roblox milik AS diblokir oleh Badan pengawas media tertinggi Mesir pada hari Rabu karena kekhawatiran akan keselamatan anak. Mesir bergabung dengan beberapa pemerintah lain yang telah mengambil langkah untuk membatasi aplikasi populer tersebut.
Dikutip dari The New Arab, Kamis (5/2/2026), Roblox telah dilarang oleh negara-negara termasuk Qatar, Irak, dan Turki, dan negara bagian AS seperti Texas dan Louisiana telah mengajukan gugatan dengan alasan risiko serupa.
Setelah beberapa senator menyerukan kontrol yang lebih ketat terhadap platform tersebut, dengan alasan bahwa platform tersebut mengandung konten yang tidak pantas, kekerasan, dan tidak sesuai untuk anak-anak, dan Dewan Tertinggi Regulasi Media Mesir mengumumkan larangan tersebut segera.
Penggunaan Roblox yang berlebihan, seperti diperingatkan Senator Walaa Hermes,dapat membuat anak-anak terpapar “kecemasan, perundungan, pelecehan daring, hasutan untuk melakukan kekerasan, dan risiko finansial dan perilaku lainnya”.
Langkah ini menyusul seruan Presiden Abdel Fattah al-Sisi bulan lalu untuk undang-undang baru yang bertujuan melindungi anak-anak dari risiko penggunaan smartphone sejak dini, meskipun ia tidak menyebutkan batasan usia.
Sedangkan dalam pernyataan yang dibagikan kepada AFP, juru bicara Roblox mengatakan perusahaan telah menghubungi pihak berwenang Mesir “dengan tawaran dialog untuk mencoba menyelesaikan masalah ini dan segera memulihkan akses”, menambahkan bahwa keselamatan pengguna “adalah prioritas utama di Roblox”. (ard)











Discussion about this post