• Nasional & Opini
    • Politik
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • HanKam
    • Daerah
    • Kesehatan
    • Edukasi
    • Opini
    • English Version
  • World
    • Economy
    • Politic
    • Law
    • Culture
    • Islam
    • Freedom for Palestine
    • Umra & Hajj
    • Tourism
  • Ekonomi
    • Bisnis & Wirausaha
    • Common
    • Islami
    • Property
    • CSR
  • Nusantara
    • Metro
    • Urban
    • Guru Kita
    • Prestasi
    • Profil Perubahan
    • Wisata
  • Healtech
    • Hidup Sehat
    • Riset
    • Teknologi
    • Gadget
  • Auto-Sport & Hobby
    • Aneka Olah Raga
    • Sepeda
    • Golf
    • Auto
    • Fauna & Flora Care
  • Change
    • Motivasi
    • Entrepreneurship
    • Pensiun Sehat
  • Syar’i
    • Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
    • Muslim Fashion
    • Harmoni Keluarga
    • Griya Harmoni
    • Psikologi
    • Masjid & Activity
  • People & Activity
    • Figure
    • Community
    • Society
    • Social
    • Event
    • Podcast Ladders to be Leaders
  • KAMU KUAT
    • Podcast KAMU KUAT
  • Youth
    • Smart Teens
    • Students
    • School Story
    • Campuss Story
    • Millennial
  • Kuliner
    • Resto
    • Kaki Lima
    • Resep
  • City Jour & Video
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home KAMU KUAT

Game-game Online Apa Saja di yang Menurut Kamu Merusak Generasi Muda, Alasannya?

by Ave Rosa
23 September 2025 | 23:43 WIB
in KAMU KUAT
Reading Time: 5 mins read
A A
Game-game Online Apa Saja di yang Menurut Kamu Merusak Generasi Muda, Alasannya?

Ilustrasi. Foto: ist & Pexels. Kolase: Avesiar.com

KAMU KUAT – Avesiar

Gim online (game online) atau video game semakin mudah diakses anak-anak dan remaja tidak hanya di tempat-tempat penyewaaan gim umum, namun juga di layar ponsel pintar (smart phone). Hal ini tentu menciptakan kekhawatiran bagi para orang tua.

Untuk bisa mencegah dampak buruk dari penggunaan screen time dari gim online atau gim video, orang tua dan anak-anak, juga harus paham pengetahuan tentang permainan di era digital itu.

Dilansir Mayo Clinic Health System, Jum’at (1/7/2022), di dunia yang semakin digital, kebanyakan orang memiliki beberapa perangkat elektronik dengan layar. Namun, banyak orang tua khawatir tentang dampak penggunaan layar terhadap diri mereka sendiri dan anak-anak mereka.

Dengan layar yang hampir ada di mana-mana, mengendalikan waktu layar anak bisa menjadi tantangan. Bagaimana Anda bisa mengatur waktu layar anak-anak Anda? Bagaimana Anda tahu jika Anda atau anak-anak Anda kecanduan layar atau gim video?

Apakah waktu layar merusak?

Sulit untuk menghindari layar sepenuhnya, terutama mengingat pentingnya layar di tempat kerja dan sekolah. Namun, waktu layar yang berlebihan dapat memengaruhi kesehatan mental, sosial, dan fisik seseorang.

• Terlalu banyak waktu layar telah dikaitkan dengan:

Bacaan Terkait :

Game Roblox Diblokir di Mesir Mengikuti Negara Lainnya, Pemerintah Khawatir Keselamatan Anak-anak

Uni Emirat Arab Legalkan Game Judi Online Berlisensi dan Bisa Taruhan

Main Game Online Bikin Tantrum dan Prestasi Sekolah Jeblok, Serius?

Digital Literacy and Enviromental Communication, Pengabdian Masyarakat Para Dosen Pengajar S2 Fikom Mercu Buana

Bunda, Kenali Ciri-ciri Kecanduan Game Online dan Cara Mengatasinya

Tampilkan Penemuan Aplikasi Santri, Mahasiswa UIN Juara di Turki

Muamalat Institute Adakan Virtual Job Fair 2022 untuk Generasi Muda Berkarir di Industri Syariah

Load More

• Obesitas

• Kurang tidur atau insomnia

• Masalah perilaku, termasuk tindakan impulsif

• Hilangnya keterampilan sosial

• Kekerasan

• Kurang waktu untuk bermain

• Ketegangan mata

• Masalah leher dan punggung

• Kecemasan

• Depresi

• Kesulitan dengan pekerjaan atau sekolah

Waktu layar (screen time) dapat menarik bagi orang-orang dari segala usia. Ini karena otak mereka memproses dan bereaksi terhadap masukan sensorik seolah-olah itu terjadi pada mereka. Misalnya, banyak orang menangis, tertawa, atau terkejut saat menonton film. Keterlibatan serupa juga terjadi saat seseorang bermain gim video.

Saat bermain gim video, otak seseorang memproses skenario seolah-olah nyata. Jika gim tersebut menggambarkan situasi berbahaya atau penuh kekerasan, tubuh pemain akan bereaksi sesuai situasi tersebut. “Respons melawan atau lari” terhadap bahaya yang dirasakan tersebut dipicu oleh paparan stimulasi dan kekerasan yang intens dalam gim. Penggunaan gim video yang berlebihan dapat menyebabkan otak terus-menerus berada dalam kondisi hiperarousal.

Hiperarousal berbeda-beda pada setiap orang. Gejalanya dapat berupa kesulitan dalam memperhatikan, mengelola emosi, mengendalikan impuls, mengikuti arahan, dan menoleransi frustrasi. Beberapa orang dewasa atau anak-anak kesulitan mengekspresikan rasa welas asih dan kreativitas, serta menurunnya minat belajar.

Hal ini dapat menyebabkan kurangnya empati terhadap orang lain, yang dapat berujung pada kekerasan. Selain itu, anak-anak yang bergantung pada layar dan media sosial untuk berinteraksi dengan orang lain biasanya merasa lebih kesepian dibandingkan anak-anak yang berinteraksi secara langsung.

Menggali informasi mengenai dampak gim online atau video game, berikut pengakuan remaja dan anak muda kepada kanal remaja dan anak muda KAMU KUAT! Avesiar.com

Gilang Abdudien Restu Pratama, mahasiswa semester 5, Fakultas Keolahragaan, UNS Surakarta

Gilang Abdudien Restu Pratama, mahasiswa semester 5, Fakultas Keolahragaan, UNS Surakarta. Foto: istimewa

Menurut Gilang pengaruh terbesar bukan dari game online. Namun, dari manusianya sendiri yang belum bisa membagi waktu sehingga mengganggu hal hal penting lainnya

Meskipun demikian, Gilang mengakui bahwa ia tidak pernah benan-benar ingin bermain game online atau video game. “Ada. namun hanya sedikit sebagai hiburan semata dan mengisi waktu luang.  Semua game online maupun offline jika tidak bisa membagi waktunya,” ujarnya.

Azka Pribadi, siswa  kelas VIII, SMP IT Indah Medan

Azka Pribadi, siswa  kelas VIII, SMP IT Indah Medan. Foto: istimewa

“Saya gemar dengan game online, tetapi saya tidak lewat batas atau kecanduan dengan game online tersebut. Karena jika kecanduan itu sangat tidak baik untuk kita. Kenapa kecanduan game itu tidak baik, bisa merusak mental, bisa menjadi stress karena kalah main

Bagi Azka. manfaat dari game adalah bisa untuk menghibur kita di waktu yang luang atau lagi bosan, atau main pas lagi libur

“Mungkin yang saya tahu bahwa tidak hanya satu atau dua game yang bikin merusak generasi muda tetapi banyak sekali. Tetapi yang saya tahu itu game yang paling merusak generasi muda ini adalah  free fire atau ML. Itu karena banyak sekali orang yang ngomong kotor dan bercakap tidak seharusnya kita ucapkan,” bebernya.

Aisyah, siswi, kelas VII, SMPIT Bogor

Sedangkan bagi Aisyah, ia menyukai game online dan saat juga memainkan game online tapi dibatasi waktu dan berusaha untuk tidak kecanduan. “Saya rasa game online ada manfaatnya. Karena sifatnya online maka salah satu manfaatnya adalah untuk sosialisasi dengan teman baik dari luar kota bahkan luar negara,” katanya.

Ia mengakui bahwa ia tidak tahu game online apa yang bisa merusak generasi muda. Karena game online yang saya mainkan diawasi oleh orang tua. Selain itu orang tua memberitahu saya tidak semua game online itu bisa dimainkan anak-anak. Jadi setiap game yang akan diinstall harus sepengetahuan dan ijin orang tua,” terangnya.

Muhammad Hilmi, siswa kelas 7, SMPIT Nurul Fajar, Bogor

Muhammad Hilmi, siswa kelas 7, SMPIT Nurul Fajar, Bogor. Foto: istimewa

Bagi Hilmi, ia mengakui suka dan memainkanny. Menurutnya, ada manfaatnya, agar bisa bersosialisasi dari jauh dan mengasah kemampuan berbicara bahasa Inggris dan bahasa lainnya

“Game online yang mengajarkan kekerasan yang dapat di lakukan di dunia nyata misalnya pengguna yang mengikuti adegan kekerasan kepada orang lain seperti Freefire, Mobile legends, dan pubg, mempengaruhi mental sehingga mudah emosi. Menyita waktu karena kalau bermain game online itu suka lupa waktu bisa sampai 5 jam, begadang, lupa hal-hal yang penting untuk dilakukan seperti belajar, mengaji, dan lainnya,” ujarnya. (adam/rizka)

Tags: Dampak Game OnlineGame onlineGenerasi Muda
ShareTweetSendShare
Previous Post

Berbaik Sangka Kepada Allah dan Manusia, Seperti Apa Sih?

Next Post

Indonesia Kembali Tegaskan Dukungan Solusi Dua Negara, Presiden Prabowo Ingatkan Peran PBB

Mungkin Anda Juga Suka :

Cara Jadi Mahasiswa Tokcer dan Bahkan Bintang Kelas di Kampus

Cara Jadi Mahasiswa Tokcer dan Bahkan Bintang Kelas di Kampus

14 Januari 2026

...

Jenis-jenis Usaha Sederhana yang Cocok untuk Remaja dengan Modal Kecil

Jenis-jenis Usaha Sederhana yang Cocok untuk Remaja dengan Modal Kecil

14 Oktober 2025

...

Kapan Kamu Pernah Mengalami Homesick?

Kapan Kamu Pernah Mengalami Homesick?

13 Oktober 2025

...

Masakan yang Kamu dan Keluargamu Suka Ketika di Rumah dan Bepergian

Masakan yang Kamu dan Keluargamu Suka Ketika di Rumah dan Bepergian

10 Oktober 2025

...

Apa Makna Kecukupan Sesuai Agama dan Kamu Menyikapinya?

Apa Makna Kecukupan Sesuai Agama dan Kamu Menyikapinya?

9 Oktober 2025

...

Load More
Next Post
Indonesia Kembali Tegaskan Dukungan Solusi Dua Negara, Presiden Prabowo Ingatkan Peran PBB

Indonesia Kembali Tegaskan Dukungan Solusi Dua Negara, Presiden Prabowo Ingatkan Peran PBB

Lima Besar Ciri Kepribadian Kamu Lengkap dengan Model Kepribadian 5 Faktor Menurut Penelitian

Lima Besar Ciri Kepribadian Kamu Lengkap dengan Model Kepribadian 5 Faktor Menurut Penelitian

Discussion about this post

TERKINI

Membuminya Endang Rosawati, Eks Corsec BNI Syariah Kini CEO Taha Institute, Edukasi Keuangan Syariah

2 Juni 2026

Kolumbia Gelar Pilpres yang Diikuti 10 Kandidat dan Lebih Dari 40 Juta Warga di Tengah Polarisasi

1 Juni 2026

Laporan Tes Kognitif Trump Dibahas Analis Medis CNN

31 Mei 2026

Jemaah Haji per 1 Juni Bertahap Kembali ke Indonesia Usai Ditutup Rangkaian Ibadah di Armuzna

31 Mei 2026

Minuman-minuman Favorit yang Menurut Studi Membuat Risiko Demensia Lebih Rendah

30 Mei 2026

Konsep Pria Alfa atau Alpha Male, Memahami serta Kontroversi dan Alternatif Maskulin Sehat

30 Mei 2026

Risiko Pertumpahan Darah Besar Jika AS Lakukan Agresi Militer Terhadap Kuba Demi Kedaulatannya

29 Mei 2026

Kunci Bahagia Rumah Tangga dan Pola Komunikasinya dalam Islam

29 Mei 2026

Uranium yang Diperkaya Iran Bukan Bagian dari Negosiasi, Sebut AS-Israel Tetap Niat Menggulingkan Negaranya

28 Mei 2026

Gagal Berangkat Haji, 118 Calon Haji Ilegal Dicegat di Soekarno-Hatta, Kualanamu, dan Sultan Hasanuddin

28 Mei 2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© 2017 Avesiar.com - All Rights Reserved

  • Nasional & Opini
    • Politik
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • HanKam
    • Daerah
    • Kesehatan
    • Edukasi
    • Opini
    • English Version
  • World
    • Economy
    • Politic
    • Law
    • Culture
    • Islam
    • Freedom for Palestine
    • Umra & Hajj
    • Tourism
  • Ekonomi
    • Bisnis & Wirausaha
    • Common
    • Islami
    • Property
    • CSR
  • Nusantara
    • Metro
    • Urban
    • Guru Kita
    • Prestasi
    • Profil Perubahan
    • Wisata
  • Healtech
    • Hidup Sehat
    • Riset
    • Teknologi
    • Gadget
  • Auto-Sport & Hobby
    • Aneka Olah Raga
    • Sepeda
    • Golf
    • Auto
    • Fauna & Flora Care
  • Change
    • Motivasi
    • Entrepreneurship
    • Pensiun Sehat
  • Syar’i
    • Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
    • Muslim Fashion
    • Harmoni Keluarga
    • Griya Harmoni
    • Psikologi
    • Masjid & Activity
  • People & Activity
    • Figure
    • Community
    • Society
    • Social
    • Event
    • Podcast Ladders to be Leaders
  • KAMU KUAT
    • Podcast KAMU KUAT
  • Youth
    • Smart Teens
    • Students
    • School Story
    • Campuss Story
    • Millennial
  • Kuliner
    • Resto
    • Kaki Lima
    • Resep
  • City Jour & Video