KAMU KUAT – Avesiar
Manusia tidak lepas dari salah dan dosa. Tidak hanya itu, manusia juga sering kali berprasangka buruk tidak hanya kepada manusia, namun juga kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
Prasangka buruk terhadap Allah sering kita lakukan jika keinginan, doa, atau bahkan harapan kita tidak sesuai dengan apa yang kita mau. Sedangkan prasangka kepada manusia, seringkali karena kita hanya melihat sesuatu pada tampilan luar atau tidak menelaah jauh tentang suatu kebenaran dan peristiwa sesungguhnya.
Hal ini juga yang membuat kita sering menyesali prasangka-prasangka buruk tersebut. Jika seorang Muslim mampu untuk menahan hati dan pikirannya, prasangka buruk bisa ditangani dengan mengatakan pada diri sendiri bahwa hal tersebut belum tentu kebenarannya dan mencari tahu berdasarkan ilmu dan pengalaman akan dapat mengatasi sikap tersebut.
Mengenai prasangka buruk terhadap Allah, Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman untuk mengingatkan hamva-Nya:
“(Yaitu) ketika mereka datang kepadamu dari atas dan dari bawahmu, dan ketika penglihatan(mu) terpana dan hatimu menyesak sampai ke tenggorokan1 dan kamu berprasangka yang bukan-bukan terhadap Allah.” (Al Qur’an, Surah Al Azhab, ayat 10)
Ayat tentang agar kita menghindari berprasangka buruk terhadap manusia Allah firmankan sebagai berikut:
“Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah banyak dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa, dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain, dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain.” (Al Qur’an, Surah Al Hujurat, ayat 12)
Karena manusia tidak luput dari sikap tersebut sampai pada kemantapan keimanan, remaja-remaja sahabat kanal KAMU KUAT! Avesiar.com ini berbagi pengalaman mereka. Yuk, kita simak!
Rasti Dwi Az Zahra, siswi kelas 2, SMP Negeri 1 Bojonggede, Jawa Barat

Rasti mengatakan bahwa ia pernah waktu ikut lomba karate. Namun meskipun ia sudah latihan dengan rajin, , ia belum pernah menang.
“Entah itu karena lawannya, atau akunya tapi aku belum pernah menang. Sekarang aku sudah yakin aku bakal menang nih, masih aja belum menang. Sampai aku mikir kenapa aku nggak beruntung? Apakah sekarang masih? Sekarang udah ga, tapi masih suka heran kenapa belum pernah menang walau aku udah latihan terus. Mengapa itu terjadi? Aku marah karena aku ga suka kalah.” Ujarnya.
Ia mengakui memang kita harus berbaik sangka kepada Allah dan Manusia. Karena jika kita berbaik sangka, hidup kita bisa tenang. Terus karena kita bisa jaga perasaan, perkataan jadi kayak Insyaallah orang juga bakal jaga perasaan dan perkataan mereka ke kita,” paparnya.
Zahwa, siswi kelas VIII, SMP IT Indah Medan, Sumatera Utara

Sedangkan Zahwa mengatakan “pernah”. Tapi itu dulu. “Sekarang udah engga lagi. itu terjadi karna dulu atok (kakek) aku meninggal. Lalau beberapa tahun kemudian aku ngerasa pasti Allah benci sama aku, makanya Allah ngambil atok aku,” kenangnya.
Ia mengatakan, karena Allah selalu punya cara untuk ngebahagiain hamba-Nya. “Dan kita juga harus berbaik sangka pada manusia karena mungkin aja manusia itu mengatakan hal yang benar,” ujarnya.
Pramita Pertiwi T, siswi kelas VIII, SMP IT Indah Medan, Sumatera Utara

Lain lagi dengan Pratiwi. “Aku pernah berprasangka buruk kepada Allah, karena aku selalu dalam kondisi susah keuangan. Aku marah kepada Allah karena kata Mamaku roda kehidupan itu berputar, kadang di atas kadang di bawah. Tapi aku merasa di bawah terus,” kataya.
Ia mengakui bahwa kita harus berbaik sangka kepada Allah. Karena Allah Tuhan kita dan tahu yang terbaik untuk kita. “Kita harus harus berbaik sangka kepada manusia supaya tidak menjadi fitnah yang akan merugikan kita,” ucapnya.
So, bagaimana dengan kamu? Kamu pasti punya kisah tersendiri bukan? Coba ceritakan di kolom komentar yang berada di akhir berita ini. (adam/rizka)












Discussion about this post